Kreator God of War Sons of Sparta – Salah satu game yang paling menyita perhatian di State of Play edisi Februari kemarin adalah trailer pengumuman God of War: Sons of Sparta yang dipamerkan di penghujung acara. Eksklusif untuk PS5, game aksi petualangan dengan format 2.5D itu langsung dirilis tak lama setelah State of Play selesai, sehingga pemain bisa langsung memainkannya.
Ulasan yang beredar sejauh ini masih sangat sedikit, namun mayoritas cenderung positif dan memberi kesan awal bahwa perilisannya berjalan cukup lancar. Sayangnya, respon berbeda justru diberikan oleh David Jaffe selaku kreator seri God of War 1 dan 2 dengan berbagai macam kritikan pedas darinya. Seperti apa kritikannya?
Alasan Game God of War: Sons of Sparta Mendapat Kritikan dari Kreator Seri God of War 1 dan 2

Menanggapi perilisan tiba-tiba God of War: Sons of Sparta pada 12 Februari kemarin, Jaffe mengunggah video berdurasi sekitar sembilan menit di channel YouTube-nya yang isinya cukup pedas. Ia membedah banyak aspek game anyar itu dan mempertanyakan keputusan Sony dalam menyetujui proyek game tersebut sejak awal.
Menurut David Jaffe, game tersebut adalah jenis game yang selalu dia inginkan dan suka dalam hal God of War 2.5D. Meski begitu, dia justru mengatakan GoW Sons of Sparta sebagai sebuah yang menurutnya tidak direkomendasi dimainkan meski harganya $30.
Berikut ini pernyataan dari David Jaffe.
Ini adalah jenis game yang selalu saya inginkan dalam hal God of War 2.5D, saya sangat menyukainya. Tetapi menurut saya, ini bukan yang saya maksud. Saya membeli game ini, harganya $30, saya tidak menyukainya, saya tidak merekomendasikannya.
Saya ingin membuat video yang lebih membahas tentang apa yang mereka (Sony) pikirkan, seperti apa yang sebenarnya mereka pikirkan? Ini bukan game yang buruk sama sekali, cukup bagus, kontrolnya lumayan… tapi bagi saya bagian yang lebih menarik adalah, mengapa game ini ada? Saya tidak mengerti.
Sebagian besar kritikan Jaffe mengarah kepada cerita Sons of Sparta. Game tersebut menampilkan Kratos muda dan saudara kandungnya, Deimos, yang sedang berlatih menjadi prajurit Sparta. Dari situ, mereka berangkat mencari seorang rekrutan yang hilang, lalu tanpa sengaja membuka ancaman besar bagi masyarakat mereka.

Yang paling membuat Jaffe heran adalah keputusan untuk menjadikan game itu sebagai prekuel alih-alih meneruskan perkembangan karakter Kratos ke depan.
Ia menilai Kratos di Sons of Sparta terlalu generik dan lebih cocok menjadi karakter utama di acara TV anak-anak atau semacamnya. Ia juga menyoroti tempo ceritanya karena di bagian-bagian awal, adegan aksi kerap terpotong oleh banyak adegan percakapan.
Penilaiannya Terhadap GoW Sons of Sparta

Tidak sampai situ saja, Jaffe juga menyoroti nilai produksi God of War: Sons of Sparta. Ketika membandingkan game tersebut dengan beberapa game baru lain yang punya gameplay serupa, terlihat jelas bahwa ia jauh lebih menyukai gameplay yang lebih penuh aksi seperti Ninja Gaiden: Ragebound, Neon Inferno dan Shinobi: Art of Vengeance.
Meski Jaffe mengakui bahwa game 2.5D memang sedang naik daun, menurutnya gameplay Sons of Sparta hanya sekadar “lumayan”. Baginya, game tersebut kurang punya identitas yang kuat dan seolah tidak benar-benar menghormati nama besar yang dibawanya.
Itulah informasi mengenai bagaimana game baru GoW Sons of Sparta mendapat kritikan dari Kreator God of War 1 dan 2. Bagaimana menurut kalian dengan pendapat dari sang Kreator?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait God of War atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















