Kabar mengejutkan kembali datang dari dunia teknologi. Baru-baru ini, institusi keuangan Goldman Sachs ramalkan badai harga RAM yang diprediksi akan menghantam pasar dalam waktu dekat. Akankah ini menjadi pertanda harga RAM yang sudah naik saat ini bakal sulit turun di masa mendatang?
Badai Harga RAM, Pertanda Harga Bakal Sulit Turun?

Lalui informasi yang kami dapatkan dari CTEE, terdapat laporan terbaru dari tim Asia Pasifik Goldman Sach yang tunjukkan adanya ketidakseimbangan harga di pasar DRAM, di mana harga eceran langsung melambung tinggi, meninggalkan harga kontrak yang telah disepakati oleh produsen besar.

Institusi keuangan juga secara terang-terangan informasikan bahwa badai harga ram sedang dalam tahap kedua. Jika kamu memang berencana merakit PC atau melakukan upgrade, informasi disinyalir merupakan peringatan agar kamu segera mengambil keputusan sebelum harga kontrak meningkat secara masif pada kuartal pertama tahun 2026.

Hal ini memicu pertanyaan di komunitas, apakah badai harga RAM ini merupakan pertanda bahwa harga memori akan sulit turun di masa depan? Melihat data yang dirilis, jawabannya cenderung mengarah pada kondisi yang mengkhawatirkan.
Goldman Sachs juga menyoroti celah harga masif yang bisa kita rasakan saat ini, di mana harga DDR4 saat ini sudah 172% lebih tinggi dibandingkan harga kontrak, sementara DDR5 juga mengalami kenaikan sebesar 76%. Tampaknya, harga memori memang tidak akan turun dalam waktu dekat ini sih, brott.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com















