Graphic Setting yang Bisa Kamu Matikan untuk Menaikkan FPS Tanpa Harus Takut Memperjelek Grafik

in

Kelebihan bermain video game di PC tentunya adalah kualitas grafis dan juga performa game yang jauh lebih baik ketimbang di console, akan tetapi untuk mendapatkan kedua hal tersebut, kamu membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi. Sayangnya tak semua dari kita berkantong lebar untuk dapatkan membangun high-end PC sendiri. Hal ini membuat kita terpaksa mematikan beberapa opsi grafis agar dapat bermain dengan lancar.

Opsi grafis game sekarang ini sangatlah banyak dan bervariasi. Beberapa memang begitu mempercantik kualitas game, namun beberapa juga terlihat tak begitu penting dan malah berdampak besar dengan FPS di game. Lalu apa saja opsi grafis yang dimaksud?


Supersampling – SSAA

Credits: pcgh.de

SSAA berfungsi untuk memberikan gambar dengan resolusi yang jauh lebih tinggi dari resolusi layarmu. Alhasil, akan memakan banyak performa dari hardwaremu apabila kamu tidak mempunyai hardware yang benar-benar high-end. Menggunakkan SSAA sendiri juga tak terlalu begitu signifikan perbedaannya dibandingkan beberapa pilihan anti-aliasing yang lain apabila kamu hanya akan bermain di 1080p. Jadi bisa dibilang opsi ini bisa selalu kalian matikan atau diganti dengan FXAA atau MSAA.


Shadows quality

Credits: Gamernexus

Kebanyakan dari kita terkadang tak terlalu peduli apakah bayangan kita terlihat jagged atau berduri ketika bayangan tersebut berada jauh dari tempat pemain berdiri. Dan ternyata kualitas dari bayangan ini benar-benar menguras performa game yang kamu mainkan, jadi jika PC-mu tak mampu mengangkat bayangan super detil dari jarak 5 kaki, tampaknya lebih baik memasang kualitasnya ke low ataupun medium.

Tetapi jangan dimatikan, karena kamu tak mau seluruh orang di game terlihat seperti vampir di siang hari karena tak ada bayangan dibawah kakinya.


Chromatic Aberration

Opsi ini memberikan efek blur warna-warni yang biasa kamu temukan di kamera tahun 80-an. Efek ini juga biasa kalian lihat apabila sedang kamera terbentur atau mengalami masalah pada lensanya.

Opsi ini menjadi salah satu opsi paling dibenci oleh gamer karena sering menyebabkan pusing serta membuat dirimu seperti cameraman yang merekam kejadian di game ketimbang menjadi bagian dari game.

Opsi ini pada dasarnya tidak terlalu menganggu performa game, namun terkadang mematikan efek ini bisa sedikit menaikkan FPS di game yang kamu mainkan.


Motion Blur

Tampaknya kalian sudah tahu yang satu ini, opsi ini akan memberikan efek blur setiap kali kamera digerakkan, membuat game terlihat lebih “sinematik” layaknya film. Bisa dibilang opsi ini menjadi salah satu opsi paling sering dimatikan gamer karena sering membuat motion sickness dan tak jarang memakan banyak framerate saat bermain.


Depth of Field

Satu lagi efek kamera yang disuntikkan ke dalam game. Opsi satu ini pada dasarnya akan fokus pada objek didepan kamera dan membuat blur seluruh background yang membelakanginya.

Graphic setting satu ini mungkin tidak begitu dibenci layaknya Chromatic Abberation ataupun Motion Blur, tetapi untuk beberapa gamer seperti saya, efek yang diberikan opsi satu ini tak begitu penting di video game. Belum lagi dengan performance drop yang lumayan signifikan tiap kali mengaktifkan efek ini.


Dynamic Reflection

Fitur ini semakin lama semakin terkenal di kebanyakan game baru sekarang, dan hal tersebut bisa dimengerti karena developer semakin ingin memberika nuansa realistik kepada game mereka. Dengan Dynamic Reflections semua objek akan terlihat bersinar dan memantukan cahaya secara dinamis.

Kata “dinamis” sudah cukup untuk menjelaskan seberapa besar performa game yang akan terkuras hanya karena opsi ini saja. Dan bagi kalian yang punya PC pas-pasan tentu harus mematikan opsi ini tak hanya karena bisa “membunuh” performa game, tapi juga karena kamu tidak akan terlalu peduli soal fitur grafis ini selagi bermain


Nvidia Hairworks atau TressFX

Sesuai namanya, opsi ini membuat tiap helai rambut atau bulu yang ada pada karakter tersimulasi secara real-time. Efek real-time ini tentu membuat VGA bekerja ekstra yang mengakibatkan sering terjadinya FPS drop kapan saja.

Fitur satu ini memang dikhususkan untuk mereka dengan graphic card yang canggih, maka dari itu buat kalian yang hanya punya graphic card mid-end ataupun low-end lebih baik tidak menghidupkan pilihan satu ini.


Credits: PCgamer

Muhammad Maulana

Written by Muhammad Maulana

Seseorang yang menghabiskan waktunya mengamati Video Game dan Film.