Fenomena harga flashdisk naik menjadi isu hangat setelah rantai pasokan memori flash dunia dilaporkan mengalami gangguan serius. Krisis ini merupakan efek domino dari kelangkaan pasokan chip memori (NAND dan DRAM) yang tersedot habis oleh pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) secara global.
Harga Flashdisk Naik, Ini Kata Transcend

Berdasarkan informasi dari DigiTimes beberapa waktu yang lalu, raksasa manufaktur seperti Transcend mulai merasakan dampak hebat dari kebijakan Samsung dan SanDisk. Dikabarkan bahwa pasokan chip memori alami keterlambatan pengiriman yang berulang sejak akhir tahun lalu.

Akibatnya, biaya produksi melonjak drastis antara 50% hingga 100% hanya dalam waktu singkat. Hal inilah yang menjadi pemicu utama mengapa harga flashdisk naik, karena produsen tidak lagi mampu menekan biaya operasional di tengah kelangkaan chip NAND di pasar internasional.

Situasi di mana harga flashdisk naik ini dipicu oleh prioritas pabrikan chip besar yang lebih mendahulukan permintaan perusahaan, termasuk data center. Transcend mengakui bahwa ketersediaan stok mulai menipis. Tren kenaikan ini tidak hanya menimpa flashdisk, tetapi juga kartu memori dan SSD, dengan estimasi kenaikan harga ritel antara 10% hingga 20%.
Meskipun pihak Transcend sempat memberikan pernyataan mengenai posisi resmi perusahaan, data di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan AI telah melahap hampir seluruh sumber daya komputasi, mulai dari hard drive hingga RAM. Para analis juga memprediksi bahwa kondisi di mana harga flashdisk naik ini akan terus berlangsung selama tiga hingga lima bulan ke depan.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com













