Hasil Penelitian Membuktikan Tak Ada Korelasi Antara Video Game dan Kekerasan, Benarkah?

in
Tak ada bukti konkrit mengenai keterlibatan video game

Belakangan ini kita dihebohkan dengan berita bahwa Donald Trump menyalahkan video game atas meningkatnya kasus kejahatan dengan senjata api. Ia berpendapat bahwa video game dapat mempengaruhi pemikiran anak-anak muda, sehingga melakukan hal-hal yang diluar nalar. Donald Trump pun kemudian mengumpulkan para pelaku industri video game dalam sebuah pertemuan guna membahas permasalahan ini.

Sikap dan pernyataan Donald Trump tersebut tentu saja mengundang beragam reaksi dari masyarakat umum, gamer dan pelaku industri video game. Banyak yang mendukung Trump, tidak sedikit pula yang menentangnya. Isu bahwa video game adalah penyebab meningkatnya kejahatan merupakan isu yang telah lama beredar. Namun, apakah ada bukti konkrit mengenai hal ini?

Menurut berita yang dilansir dari CBSNews, Psikolog Patrick Markey mengatakan bahwa 80% pelaku penembakan massal tidak mempunyai ketertarikan terhadap video game. Ia pun mengatakan bahwa tingkat kejahatan menurun ketika sebuah game baru dengan genre kekerasan diluncurkan.

Senada dengan Patrick Markey, Entertainment Software Association, selaku representatif dari industri video game, mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang telah acap kali dilakukan, tidak ada korelasi antara video game dan kekerasan.

Salah satu penelitian, ada yang menyebutkan bahwa selepas seseorang bermain video game terutama yang mengandung unsur kekerasan di dalamnya, untuk jangka waktu yang singkat seseorang tersebut akan bersikap “tak bersahabat” dan menganggap dunia nyata adalah tempat yang berbahaya, namun tidak ada korelasi terhadap terjadinya kejahatan di dunia nyata.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan apa yang saya ketahui, video game tidak dianggap sebagai media yang mengajarkan ataupun mempengaruhi seseorang untuk berbuat kejahatan, Video game lebih dipandang sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat, membuang-buang waktu dan hanya sekadar hiburan semata. Para orangtua pun dewasa ini lebih membebaskan anak-anaknya untuk bermain video game, terlebih dengan pesatnya perkembangan mobile game. Patut dicermati bahwa tidak ada data untuk mendukung pendapat saya tersebut.

Kekinian, video game memiliki dua goal yang berbeda yakni menjadikan game sebagai mata pencaharian atau hanya sekadar hiburan semata. Apapun pilihan yang kamu ambil, kita sebagai gamer tentunya harus berpikir cerdas dan bersikap rasional. Jika kamu menjadikan video game sebagai mata pencaharian alias Pro Player maka berbuat dan bersikaplah selayaknya atlit yang menjunjung tinggi fair-play. Jika kamu menganggap video game hanya sekadar hiburan maka berbuat dan bersikaplah selayaknya orang yang bermanfaat bagi sesama manusia.

source: gamerantCBS News

Galih Kresnawan

Written by Galih Kresnawan

Chief Editor. Senior Content Writer. Noob at almost every games. Certified Memes Maker | Work HARD, Play HARDER!! | Contact me at [email protected]