Hasil Riset Ungkap 83% Game Mobile Gagal setelah 3 Tahun Rilis

Game Mobile Gagal

Game Mobile Gagal – Bagi kalian yang mengikuti perkembangan ataupun memainkan game mobile, pasti sering mendengar banyak game-game tersebut harus mengalami tutup server. Penutupan server pada game di perangkat mobile sudah menjadi hal umum terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan sebuah riset mengungkap kalau ada banyak sekali game mobile mengalami kegagalan setelah game tersebut berjalan selama 3 tahun. Seperti apa hasil risetnya? Yuk, kita cari tahu bersama!

Banyak Game Mobile Gagal setelah 3 Tahun Rilis Menurut Hasil Riset

Sebuah hasil riset mengungkap banyak game mobile gagal setelah 3 tahun rilis

Informasi ini berdasarkan lansiran Gamesindustry.biz, sebuah penelitian dari Atomik Research, dilaporkan oleh SuperScale’s Good Games Don’t Die. Berdasarkan interview 500 developer game di Britania Raya dan Amerika Serikat, ada 76% game rilis mengalami puncak pendapatkan tertinggi di tahun pertama, hanya 4% mencapai hal ini lagi di tahun ke-2.

Laporan tersebut juga ditemukan bahwa ada setengah dari developer game menggunakan layanan live service pada game mereka, ada sekitar 38% game tersebut tidak merilis konten update secara berkala. Hanya kurang dari setengah merilis update game mereka yang mana ada 5% game tersebut mendapatkan dukungan setelah 7 tahun rilis.

Meskipun tingkat kegagalan game baru yang tinggi, ada sekitar 78% developer lebih memilih untuk tetap mengerjakannya. Namun ada lebih sepertiga responden mengatakan bahwa ada ketidakpastian dengan perkembangan industri yang mana membuat mereka “menghentikan pengerjaan game baru”.

Penyebab Banyak Game Mobile Tutup Server

Banyak game mobile sering mengalami tutup server

Didapatkan juga setidaknya ada 30% mereka merasakan hal yang sama dimana mereka merasa pasar market game mobie ini “sangat sulit untuk bisa sukses”. Selain itu, hal ini membuat dua per tiga studio game harus melakukan PHK, pengurangan ataupun memotong budget perusahaan menurut laporan dari SuperScale’s dengan 29% developer melakukan pemotongan budget.

Ivan Trancik selaku CEO dan juga Founder dari SuperScale menjelaskan industri video game terlebih mobile game mengalami masa-masa sulit saat hal ini terjadi. Mereka berusaha keras mencari cara untuk bisa mendapatkan pendapatan dari tantangan yang haruss dihadapi, seperti sulitnya persaingan dalam pasar, kondisi macroeconomic, inflasi tinggi, dan masih banyak lagi.

Baik itu game mobile dari Jepang atau bukan, banyak dari game tersebut punya masalah yang sama dari tim developer

Meskipun laporan tersebut berdasarkan hasil riset berfokus pada developer game di Britania Raya dan juga Amerika Serikat, namun poin-poin yang ada di atas tampaknya berlaku juga untuk pasar game mobile yang ada di Asia, terlebih game-game dari Jepang. Mengingat ada banyak sekali game mobile dari Jepang mengalami tutup server di region mereka maupun region rilis di luar negeri.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Mobile Game atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

Exit mobile version