Jauh dari Ekspektasi, Valve Berencana Rombak Kembali Artifact

in ,

Game terbaru dari Valve – Artifact tidaklah berjalan semulus yang Valve ekspektasi.  Berawal dari jumlah peak players sebanyak 60.000, dalam waku beberapa bulan kemudian game kini tak mampu capai 500 pemain. Karena jumlah pemain yang krisis ini, Valve berencana untuk rombak total game.

Lewat blog post terbaru mereka, Valve akui apabila game spin-off mereka tergolong gagal dibandingkan game lain mereka seperti CS:GO dan Dota 2. Mereka sadar apabila game memiliki “akar masalah” yang sangat besar dan update semata tidak dapat memperbaiki hal tersebut.

“Artifact menjadi perbedaan  yang sangat besar antara ekspektasi game yang kami harapkan dengan hasil sesungguhnya… Sudah jelas apabila ada akar masalah didalam game dan strategi update lama kami yang terus merilis kartu baru dan fitur baru tidak dapat mengatasi [akar masalah] itu.”

Maka dari itu Valve ingin menggali lebih dalam akar masalah tersebut untuk perbaiki “desain game, ekonominya, pengalaman sosial selama bermain, dan masih banyak lagi.” Alhasil, game akan absen update untuk kedepannya karena tim developer akan lebih fokus dalam proses rombak tersebut. Sayangnya proses ini tidak akan berjalan secara instan dan mungkin dapat memakan waktu cukup lama untuk mereka.

“Untuk kedepannya, kami akan benar-benar fokus dalam mengatasi masalah besar ini ketimbang sekedar memberikan update. Meskipun kami merasa proses eksperimentasi dan pengembangan ini akan memakan waktu cukup lama, kami tak sabar untuk menangani tantangan ini dan kembali kepada kali disaat kami siap nanti.”

Baca berita lainnya terkait Artifact serta artikel lain dari penulis ini.

Muhammad Maulana

Written by Muhammad Maulana

Seseorang yang menghabiskan waktunya mengamati Video Game dan Film.

Leave a Reply

Your email address will not be published.