Karena Kurang Laris, Activision Mulai Ingin Dorong Banyak Layanan DLC dan Microtransaction

in , , , , ,

Dengan mengembangkan banyak konten yang ada di gamenya

Keputusan mengejutkan yang diambil Blizzard dengan menciptakan game terbaru Diablo sebagai game mobile memang telah banyak mengundang kontroversi bagi para penggemar. Namun, hal ini sepertinya juga menjadi sebuah tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang harus mereka kejar demi bisa bertahan dari derasnya persaingan industri video game.

Suatu hal yang memang terkesan “darurat” pun ternyata juga datang dari sang sister company Blizzard, yakni Activision. Developer yang terkenal akan game Call of Duty-nya tersebut ternyata tidak sedang mengalami kondisi yang baik terlepas dari game Call Of Duty teranyar mereka (Black Ops 4) yang sangat luar biasa keren dan mampu membuat salah seorang rekan kami takjub lewat review yang sudah beliau jabarkan pada beberapa waktu lalu.

Dilansir dari sebuah transkrip tentang hasil evaluasi pendapatan Activision dalam tahun fiskalnya yang terbaru, Coddy Johnson selaku boss dari Activision Publishing sangat amat mengeluhkan performa penjualan beberapa gamenya yang sama sekali tidak memenuhi ekspektasi. Demi menambal hal tersebut, beliau berencana untuk mengusulkan banyaknya tambahan in-game konten di seluruh game-game keluaran Activision.

Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, beberapa dari franchise game kita sedang terpuruk dari segi penjualan.

Sehingga kita harus mulai dengan intens mendorong suatu inovasi dan banyaknya pengerjaan konten in-game baru guna menciptakan ketertarikan yang kuat dari para pemain dan menghasilkan keuntungan dari sana. 

– Coddy Johnson, COO & presiden Activision Blizzard

Dalam transkripnya, Coddy juga sempat menyinggung soal hasil keuntungan $4 milyar yang berhasil Activision raup di tahun lalu berkat hasil penjualan in-game content mereka, atau secara kasarnya bisa kalian sebut sebagai DLC dan Microtransaction. Dari apa yang diungkap oleh Coddy di atas, Activision nampaknya akan berusaha keras untuk memaksimalkan usaha di sektor tersebut demi meraih target penjualan yang harus mereka kejar.

Mengenai keberhasilan Blizzard memasarkan game Diablo ke platform mobile, ia tak ketinggalan juga memuji dan meyakini bila pasar mobile dijamin akan memberi sebuah hasil perkembangan yang sangat besar untuk masa depan industri video game. Contohnya seperti dari yang sudah ditunjukan oleh Activision bersama dengan Tencent dalam mengumumkan versi mobile dari game Call of Duty.

Ido Limando

Written by Ido Limando

Just an ordinary gamer who currently in love with Warframe. Also Football, Badminton, and Pro Wrestling enthusiast. Contact: [email protected]