Kehilangan 37% Pemainnya, Banyak Team Juga Mulai Hengkang Dari PUBG Steam

in , , ,

Maret 2017, PUBG secara resmi dirilis, kala itu juga banyak gamer yang juga ikut masuk kedalam pusaran trend Battle Royale. Sebegitu populernya hingga di bulan Oktober tahun yang sama PUBG mampu menggandeng lebih dari sejuta pemain pada tahun itu. Namun nampaknya tahun-tahun keemasan PUBG tersebut mulai berlalu.

Kepopuleran PUBG kian terus meroket hingga akhir tahun 2017 dimana banyak player terus menyaksikan banyaknya player terus berdatangan setiap harinya. Namun karena berbagai alasan, nampaknya banyak player PUBG yang kini mulai hengkang, dimana pemainya bisa turun drastis dari 1.5 Juta rata-rata player di bulan Januari 2018 turun hingga dibawah setengah juta player di akhir tahun 2018. Dan nampaknya angka tersebut tak menunjukan kenaikan hingga tahun 2019 mulai menjemput.

Dilansir dari Steamcharts.com, dimana Bulan Januari angka pemain mengalami penurunan hingga 479,000. Namun pada akhir September, rata-rata pemain terus menurun hingga hanya tersisa sebanyak 311,000 player saja, PUBG kehilangan lebih dari 180,000 gamers miliknya karena berbagai alasan.

Banyaknya game dengan genre serupa serta perilisan PUBG versi Mobile juga tampaknya memberikan pengaruh tersendiri bagi player base dari PUBG Steam. Namun melihat dari kejadian yang terjadi belakangan nampaknya masalah lain juga lahir dari dalam game serta scene Esport PUBG itu sendiri.

Tercatat hingga tahun 2019, tak kurang dari 11 organisasi Esport terpaksa membubarkan team PUBG mereka. Team besar seperti Vega Squadron, Team Empire pun juga terpaksa hengkang dari scene E-sport PUBG. Salah satu team asal Amerika Utara bernama Optic Gaming juga membeberkan alasan yang kian mempercerah alasan mengapa banyak pihak terpaksa hengkang dari PUBG Steam.

WITH THE RECENT NEWS OF THE NATIONAL PUBG LEAGUE (NPL) KICKING OFF IN THE COMING MONTHS IT HAS REQUIRED US TO REALLY FOCUS IN ON THE TITLE AND WHERE WE SEE IT MOVING IN THE FUTURE, CAUSING US TO QUESTION OUR BELIEF NOT ONLY IN THE GAME AS A COMPETITIVE ESPORT BUT ALSO THE FORMATTING AND STRUCTURE OF THE LEAGUE ITSELF. BECAUSE OF THESE TWO REASONS ALONE, FOLLOWING THE GLL FINALS DECEMBER 6TH-8TH, WE WILL NO LONGER BE FIELDING A PUBG TEAM. – Team Optic Gaming

Meski begitu dengan banyaknya Franchise PUBG yang hadir disetiap negara, pengurangan pemain PUBG Steam sendiri nampaknya tak akan banyak berpengaruh bagi keberlangsungan Franchisenya dimata Gamers. Jika kalian ingin membaca berita-berita terupdate mengenai game kalian bisa membacanya di sini.

Kusuma Aji

Written by Kusuma Aji

Gamebrott most notorious and toxic person

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published.