Ketahuan Bermain Curang, 37 Pelatih CSGO Ditangguhkan

in
Tak hanya player, pelatih juga bisa dibanned.

Bermain curang dalam video game kompetitif memang sangat tabu untuk dilakukan. Hal ini karena para atlit tidak bermain sportif dan melakukan sesuatu yang tidak pantas dilakukan demi sebuah kemenangan. Mulai dari menjalankan program ilegal hingga memanfaatkan bug yang ada. Jika sudah demikian, maka asosiasi esports umumnya akan melakukan banned atau penangguhan. Entah untuk beberapa waktu maupun selamanya.

Namun, bagaimana jika pelatihnya yang melakukan kecurangan? Inilah yang terjadi pada 37 orang pelatih Counter-Strike Global Offensive berikut.

Esports Integrity Commision (EIC) atau Komisi Integritas Esports baru saja layangkan banned atau penangguhan terhadap 37 orang pelatih Counter-Strike Global Offensive. Beberapa dari mereka ditangguhkan dalam waktu beberapa bulan, namun tak sedikit yang dapatkan hukuman hingga tiga tahun.

Para pelatih tersebut didapati melakukan kecurangan dengan memanfaatkan bug di spectator mode Counter-Strike Global Offensive. Bug tersebut mungkinkan pelatih bisa melihat dan terbang ke atas map dan memberitahu posisi player musuh kepada timnya. EIC menemukannya melalui barang bukti 100,000 demo file berukuran sebesar 15 terabyte untuk perkuat dugaan mereka.

ESIC mengaku mereka hanya mendapatkan 20% dari kasus yang ada. Penangguhan terlama dialami oleh Aleksandr “zoneR” Bogatiryev yang melakukan kecurangan tersebut selama 16 kali antara bulan Maret dan Mei 2020.


Baca lebih lanjut tentang Counter-Strike, atau artikel video game Jepang dan non-mainstream lain dari Ayyadana Akbar.

For japanese games, jrpg, shooter games, game review, and press release, please contact me at: [email protected]

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Senior Writer and Video Editor since Gamebrott was established in 2015. Specializing in Japanese Games, JRPG, Shooter, PC, and console news and reviews. If you have PR related to video games you can contact him at [email protected]