Tampilnya kode Blue Screen di Windows sebenarnya merupakan cara sistem operasi memberitahu pengguna bahwa ada sesuatu yang salah sehingga sistem terpaksa berhenti bekerja demi mencegah kerusakan perangkat keras yang lebih parah.
Terpampangnya layar biru atau Blue Screen of Death (BSOD) ini memang seringkali membuat panik, apalagi jika kita belum sempat menyimpan pekerjaan. Namun, sebenarnya layar tersebut tidak muncul tanpa alasan.
Di balik layar biru tersebut, terdapat baris teks teknis yang merupakan identitas masalahnya. Dengan memahami arti dari setiap baris tersebut, kita sebagai pengguna bisa mendiagnosa apakah masalahnya terletak pada memori yang rusak, driver yang tidak kompatibel, atau bahkan suhu prosesor yang terlalu panas.
Yuk, mari kita bedah sama-sama apa saja kode Blue Screen di Windows yang mungkin sering kalian alami.
Daftar isi
Daftar Kode Blue Screen di Windows yang Perlu Kamu Ketahui

Di artikel ini, kami akan ajakmu membahas beberapa kode Blue Screen yang ada di Windows.
1. IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL

Kode ini merupakan salah satu yang paling sering menghantui pengguna PC. Secara sederhana, error ini biasanya terjadi ketika ada driver perangkat keras di komputer kamu yang mencoba mengakses memori sistem tanpa izin atau kesalahan pada alamat memori. Bayangkan seperti seseorang yang mencoba masuk ke rumah orang lain tanpa kunci; sistem akan langsung “mengusir” orang tersebut dengan cara mematikan seluruh aktivitas.
Biasanya, penyebab utamanya adalah driver yang sudah usang atau tidak kompatibel setelah kamu melakukan update Windows. Cara paling mudah untuk mengatasinya adalah dengan masuk ke Safe Mode dan melakukan update driver secara manual melalui Device Manager. Jika kamu baru saja memasang hardware baru seperti kartu grafis atau kartu jaringan, coba lepaskan dulu untuk memastikan apakah hardware tersebut yang menjadi biang keladinya.
2. PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA

Jika kamu melihat kode Blue Screen di Windows yang satu ini, besar kemungkinan masalahnya ada pada sektor memori, baik itu RAM maupun memori virtual di dalam hard disk. Pesan ini muncul saat sistem mencari data di bagian memori yang seharusnya ada, namun ternyata data tersebut tidak ditemukan atau lokasinya salah. Hal ini sering terjadi jika ada bagian dari keping RAM kamu yang sudah mulai “sekarat” atau mengalami kerusakan fisik.
Selain masalah fisik pada RAM, error ini juga bisa dipicu oleh layanan sistem yang korup atau software antivirus yang bentrok dengan sistem utama. Kamu bisa mencoba menjalankan fitur Windows Memory Diagnostic untuk mengecek kesehatan RAM kamu. Jika hasilnya menunjukkan ada error, maka satu-satunya jalan keluar yang paling ampuh adalah mengganti keping RAM tersebut dengan yang baru agar sistem kembali stabil dan dapat digunakan.
3. CRITICAL_PROCESS_DIED

Sesuai dengan namanya, error ini terjadi ketika salah satu proses penting yang dibutuhkan Windows untuk berjalan mendadak berhenti berfungsi. Windows sangat bergantung pada beberapa proses latar belakang agar antarmuka dan fitur keamanan tetap aktif. Jika salah satu inti proses ini mati, maka sistem tidak punya pilihan lain selain menampilkan layar biru dan melakukan restart otomatis.
Penyebab dari matinya proses vital ini bisa bermacam-macam, mulai dari serangan virus yang merusak file sistem, hingga kesalahan saat memodifikasi registri Windows. Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah menjalankan perintah sfc /scannow pada Command Prompt dengan hak akses administrator. Perintah ini akan memindai seluruh file sistem kamu dan memperbaiki file yang rusak secara otomatis menggunakan cadangan yang ada di dalam sistem.
4. INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE

Melihat kode ini biasanya terjadi sesaat setelah komputer dinyalakan. Windows mencoba membaca data dari hard disk atau SSD tempat sistem operasi terpasang, namun gagal menemukannya. Hal ini bisa terjadi karena kabel SATA yang longgar, kegagalan pada kontroler penyimpanan, atau adanya sektor yang rusak (bad sector) pada media penyimpanan kamu.
Jika kamu baru saja mengubah pengaturan di BIOS (seperti mengubah mode SATA dari AHCI ke IDE atau sebaliknya), cobalah untuk mengembalikannya ke pengaturan semula. Seringkali, kode Blue Screen di Windows ini muncul hanya karena sistem “bingung” mencari jalur masuk ke dalam sistem operasi. Pastikan juga SSD atau hard disk kamu terdeteksi dengan benar di layar BIOS sebelum mencoba melakukan instalasi ulang.
5. VIDEO_TDR_FAILURE

Bagi kamu yang hobi bermain game atau melakukan video editing, kode ini mungkin sudah tidak asing lagi. TDR merupakan singkatan dari Timeout, Detection, and Recovery. Masalah ini muncul ketika Windows mendeteksi bahwa kartu grafis (GPU) kamu tidak memberikan respon dalam waktu yang ditentukan. Alih-alih membiarkan komputer membeku (freeze), Windows akan me-reset driver grafis dan jika gagal, ia akan menampilkan Blue Screen.
Seringkali masalah ini disebabkan oleh beban kerja GPU yang terlalu berat atau suhu GPU yang terlalu panas (overheating). Cobalah untuk membersihkan debu di kipas komputer kamu dan pastikan sirkulasi udara berjalan lancar. Menginstal driver kartu grafis versi terbaru atau justru melakukan rollback ke versi sebelumnya yang lebih stabil juga sering menjadi solusi yang mujarab untuk mengatasi error ini.
6. BAD_SYSTEM_CONFIG_INFO

Kode ini berkaitan erat dengan masalah pada System Registry Windows. Registri adalah pusat data yang menyimpan semua pengaturan konfigurasi komputer kamu. Jika ada entri yang hilang atau rusak akibat proses instalasi aplikasi yang gagal atau pemutusan daya secara tiba-tiba saat komputer sedang bekerja, maka Windows tidak akan tahu bagaimana cara menjalankan konfigurasi perangkat keras kamu dengan benar.
Menangani kode Blue Screen di Windows yang satu ini biasanya memerlukan penggunaan fitur System Restore. Kamu bisa mengembalikan kondisi komputer ke titik waktu tertentu sebelum masalah ini muncul. Itulah sebabnya sangat penting bagi kamu untuk selalu mengaktifkan fitur Restore Point di Windows, karena langkah ini jauh lebih cepat daripada harus melakukan instalasi ulang seluruh sistem operasi dari awal.
7. UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME

Masalah ini mirip dengan Inaccessible Boot Device, namun biasanya lebih merujuk pada kerusakan struktur file di dalam partisi sistem. Windows bisa mendeteksi adanya hard disk, tetapi ia tidak bisa “membuka” atau membaca volume datanya dengan benar. Hal ini sering terjadi jika komputer kamu sering mati secara tidak sengaja (misalnya mati lampu) saat sistem sedang menulis data penting ke dalam piringan hard disk.
Cara paling umum untuk memperbaiki masalah ini adalah dengan menggunakan media instalasi Windows (seperti USB bootable) dan masuk ke menu Repair your computer. Di sana, kamu bisa membuka Command Prompt dan menjalankan perintah chkdsk /r c:. Perintah ini akan memerintahkan Windows untuk memeriksa setiap sudut penyimpanan kamu dan mencoba memperbaiki kerusakan struktur data yang menyebabkan volume boot tidak bisa diakses.
Nah, itulah dia beberapa kode Blue Screen di Windows yang mungkin baru kalian ketahui setelah membaca artikel ini. Selalu pastikan kamu melakukan backup data secara rutin, karena meskipun sistem bisa diperbaiki, kehilangan data akibat kerusakan hardware adalah hal yang jauh lebih sulit untuk dipulihkan.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com














