Koei Tecmo Sadar Mereka Terlalu “Berlebihan” di DOA Xtreme 3

in
Fanservice berlebihan disadari Koei Tecmo.

Fanservice mungkin merupakan kata yang tepat untuk mewakili seri Dead or Alive Xtreme dan seri utama Dead or Alive. Kebanyakan dari player mengincar game ini berkat cewek-cewek sensual yang disuguhkan. Mereka bahkan tak begitu mempedulikan fighting atau hal lain yang ada di game ini selain sensualitasnya. Koei Tecmo sepertinya sadar akan hal itu.

Berbicara dengan PlayStation Universe (PSU), Produser Yohei Shimbori mengatakan bahwa mereka ingin Dead or Alive 6 dilihat sebagai game fighting. Oleh karena itulah mereka “mengurangi” sensualitas yang disajikan di iterasi sebelumnya. Hal ini juga dipicu dengan kasus kontroversial Dead or Alive Xtreme 3 yang membuat mereka berpikir dua kali untuk “mengeksploitasi” tubuh wanita.

Beberapa hal perlu kami tindak lanjuti (salah satunya pengurangan sensualitas DOA6, red), kami sadar kami berlebihan di Dead or Alive Xtreme 3 dan jadi kontroversi di versi VRnya

Koei Tecmo mengatakan bahwa beberapa karakter mungkin takkan bisa hadir di Dead or Alive 6 saat dirilis berkat beberapa deadline produksi yang padat. Beberapa darinya kemungkinan akan dijadikan DLC.

 

Dead or Alive 6 akan dirilis awal tahun 2019 di PC, PlayStation 4, dan Xbox One.

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Senior Writer and Video Editor since Gamebrott was established in 2015. Specializing in Japanese Games, JRPG, Shooter, PC, and console news and reviews. If you have PR related to video games you can contact him at [email protected]