Baru-baru ini Komdigi sebut bahwa rencana menghapus sistem kuota yang hangus dan menggantinya dengan sistem akumulasi (rollover) justru berisiko memicu kenaikan tarif internet secara signifikan di Indonesia. Di zaman digital di mana internet merupakan kebutuhan pokok manusia, akankah instansi terkait memiliki pertimbangan tersendiri?
Komdigi Sebut Dampak dari Kuota Rollover di Indonesia

Lalui informasi yang kami dapatkan dari Inilah, skema kuota hangus menjadi alasan mengapa paket internet di tanah air sebagai salah satu yang termurah di dunia. Pemerintah menilai bahwa mengubah kebijakan ini tanpa perhitungan matang akan menjadi bumerang bagi keterjangkauan akses digital masyarakat Indonesia.

Komdigi sebut sistem rollover yang dituntut oleh masyarakat, berpotensi menimbulkan beban kapasitas dan biaya tambahan bagi operator seluler. Jika sisa kuota menumpuk tanpa batas waktu, akan timbulkan ketidakpastian pengelolaan jaringan yang mengacaukan perencanaan investasi server. Kondisi ini akan memaksa operator menaikkan tarif untuk menutupi biaya operasional yang terjadi secara mendadak.

Selain kenaikan harga, kebijakan ini berisiko membuat operator menghapus variasi paket data murah meriah demi menjaga kelangsungan bisnis mereka. Hal ini akan merugikan masyarakat yang selama ini bergantung pada pilihan paket ekonomis, di mana kuota rollover akan berimbas pada kualitas layanan yang bisa diberikan oleh operator.
Komdigi sebut penetapan masa berlaku kuota adalah kebijakan ekonomi yang rasional demi menjaga efisiensi jaringan seluler tetap optimal. Saat ini, Indonesia menduduki peringkat ketiga internet termurah di dunia dengan rata-rata harga USD 0.19/GB, yang jauh lebih murah dibandingkan dengan negara tetangganya. Gimana pendapat kalian terhadap hal ini, brott?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















