Kreator Assassin’s Creed Kecewa dengan Ubisoft Karena Ubah Serinya Menjadi Action RPG

in
Assassins Creed Combat

Social stealth merupakan salah satu mekanisme gameplay utama dalam game Assassin’s Creed, dimana pemain dapat bersembunyi di antara kerumunan untuk menghindar dari pandangan musuh. Mekanisme tersebut juga membuat seri Assassin’s Creed memiliki keunikan tersendiri dibanding game bergenre stealth lainnya.

Namun, semenjak perilisan Assassin’s Creed: Origins, Ubisoft selaku developer sepertinya mulai meninggalkan mekanisme social stealth dan kini lebih fokus ke genre Action/RPG. Meskipun beberapa pemain mengapresiasi perubahan tersebut, sebagian fans lainnya merasa kecewa karena menganggap identitas utama dari seri Assassin’s Creed dihilangkan. Bahkan, Patrice Desilets selaku kreator dari Assassin’s Creed juga merasa kecewa dengan arahan gamenya saat ini.

Melalui wawancaranya dengan PC Gamer, Desilets yang kini sudah tidak lagi bekerja di Ubisoft menyatakan keprihatinannya terhadap franchise Assassin’s Creed yang semakin menjauhi genre stealth. Namun, ia memaklumi keputusan Ubisoft dalam mengubahnya menjadi RPG.

Desilets mengatakan alasan utamanya adalah “uang”. Alias, karena pembuatan game AAA membutuhkan modal yang sangat besar. Sehingga untuk menghindari kerugian, Ubisoft lebih memilih mengikuti trend saat ini yaitu gameplay yang terkesan lebih fastpaced ketimbang genre stealth yang biasanya memiliki gameplay yang lambat (slowpaced).

Ac1 Altair Blending With Scholars
Contoh social stealth: Altair bersembunyi di antara para scholar untuk menghindari musuh (pic by: Ubisoft)

Desilets juga menjelaskan bahwa pembuatan game dengan sistem social stealth sangat sulit. Meskipun sistem tersebut memiliki keunikan tersendiri, sayangnya Ubisoft menganggapnya terlalu beresiko apabila game mengalami kegagalan. Letak kesulitannya terdapat pada sudut realisme dimana developer harus membuat karakter benar-benar terlihat tersembunyi di balik kerumunan. Ditambah dengan segi grafis dan juga fluidity dari gameplaynya yang tentunya harus memenuhi standar game AAA saat ini.

Terlepas dari sejumlah pendapat yang mixed, seri Assassin’s Creed masih menjadi salah satu franchise andalan Ubisoft hingga kini. Hal tersebut terbukti dengan kesuksesan game terakhirnya yaitu Assassin’s Creed: Valhalla yang mendapat respon positif dari para kritikus hingga meraih predikat sebagai game Ubisoft dengan peluncuran paling sukses di platform PC.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Assassin’s Creed serta artikel terkini dari Lauda Ifram. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Lauda Ifram

Written by Lauda Ifram

Enjoy gaming but suck at it.