Kelangkaan memori yang menimpa dunia teknologi selama beberapa waktu belakangan ini kembali bikin geleng-geleng kepala, karena kini harga RAM DDR2 yang merupakan RAM keluaran tahun 2003 juga mengalami kenaikan harga yang cukup drastis. Akankah harga komponen ini bakal semakin mahal?
Krisis Memori Merembet ke RAM DDR2, Kok Bisa?

Lalui informasi yang kami dapatkan dari TheNextWeb, alasan utama mengapa teknologi jadul seperti RAM DDR2 ini ikut naik harganya diketahui karena aksi downgrade spesifikasi secara massal oleh para produsen hardware. Demi mengamankan ketersediaan stok, banyak manufaktur beralih dari desain DDR4 ke DDR3, dan yang awalnya gunakan DDR3 terpaksa turun menggunakan DDR2.

Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset pasar TrendForce, harga kontrak memori lawas yang dirancang untuk platform LGA775 ini dilaporkan meroket hingga 55-60% pada kuartal kedua tahun 2026 ini, dan diprediksi bakal naik lagi sekitar 35-40% di kuartal berikutnya.

Akar masalahnya masih sama, di mana raksasa teknologi seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan kapasitas produksi mereka demi membuat memori berkecepatan tinggi (HBM) untuk pusat data AI karena margin keuntungannya jauh lebih menggiurkan. Efek domino ini diperparah dengan langkah produsen seperti Winbond yang mulai mengurangi kapasitas produksi memori lawas mereka.
Dampak kelangkaan global ini pun sudah mulai terasa nyata di pasar lokal Indonesia. Berdasarkan pengamatan kami pada salah satu e-commerce di tanah air, terpantau harga RAM DDR2 dengan ukuran 4GB (dalam konfigurasi 2x2GB 800MHz) saat ini dibanderol mulai dari 200 Ribu Rupiah. Bahkan pada beberapa toko, harga komponen berkapasitas 4GB tersebut ada yang menembus hingga 900 Ribu Rupiah. Tentu ini menjadi angka yang sangat mahal untuk sebuah teknologi komputer yang sudah ketinggalan zaman, brott!
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

















