Mantan Bos AMD Sebut NVIDIA Sebagai Kartel GPU

Mantan Bos Amd Scot Herkelmann 2024

Baru-baru ini kami mendapati kabar menarik di mana mantan bos AMD menyebut NVIDIA sebagai kartel GPU. Di mana ia menyebut kubu hijau secara strategis, dan menciptakan monopoli di sektor kartu grafis yang membuatnya memiliki kendali penuh di pasar secara global. Benarkah demikian?

Ini Alasan Mantan Bos AMD Sebut NVIDIA Sebagai Kartel GPU

Scott Herkelman

Ketika kami membuka media sosial Twitter yang kini disebut X, kami melihat sebuah informasi menarik di mana Scott Herkelman, selaku mantan bos AMD, tengah mengomentari cuitan dari sebuah media online.

Kebetulan, media online tersebut memang tengah membahas kecurigaan terhadap raksasa kubu hijau tersebut yang tengah diduga menunda pesanan konsumen yang ketahuan melirik opsi kartu grafis selain NVIDIA untuk keperluan AI.

Tak butuh lama, mantan bos AMD tersebut mengomentari postingan media online tersebut, dan menyebut NVIDIA sebagai kartel GPU.

Mantan bos kubu merah mengomentari ‘ulah’ NVIDIA

“Entah bagaimana hal ini terjadi, namun pada kenyataannya NVIDIA melakukan hal ini terhadap konsumen DC, OEM, AIB, pres, dan pengecer. Mereka belajar dari Geforce Partner Program (GPP) untuk tak menuliskannya. Mereka tak mengirimkan kartu grafis setelah konsumen memesannya. NVIDIA adalah kartel GPU yang mengendalikan semua pasokan.”

Saat kami mengulik lebih dalam, ternyata banyak warganet yang mengaminkan komentar mantan bos kubu merah tersebut. Kalau kalian cek kolom komentar, banyak yang menyebut bahwa hal ini merupakan hal yang “normal”, terlebih bila melihat sepak terjang kubu hijau beberapa tahun belakangan ini.

Aksi Penundaan untuk Konsumen yang Berpaling dari NVIDIA?

Ditunda supaya tidak mendapatkan alternatif?

Menyelam lebih dalam pada komentar tersebut, besar kemungkinan apa yang dikatakan oleh mantan bos AMD ini benar adanya. Di mana NVIDIA sangat mungkin menunda distribusi kartu grafis datacenter yang mereka pesan bila benar kedapatan tengah mencari alternatif lain.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh pembuat chip AI kompetitornya, Groq, di mana kebanyakan konsumen saat ini lebih baik merencanakan pembelian secara tertutup untuk mengantisipasi aksi penundaan pengiriman oleh kubu hijau.

Lucunya, hal ini sangat kontras dengan apa yang disampaikan oleh NVIDIA. Di mana perusahaan tersebut sebelumnya katakan akan ‘mengusahakan’ distribusi secara adil dan menawarkan alternatif lain sementara konsumen menunggu komponen yang mereka butuhkan.

Waduh, ada-ada saja ya NVIDIA?


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

Exit mobile version