Mantan Dev. Bioware: EA Tak Peduli Mau Pemain, Hanya Peduli yang Mereka Bayar

in , , ,

EA beberapa hari yang lalu matikan studio developer dari Dead Space dan Battlefield: Hardline yaitu Visceral Games. Proyek game Star Wars yang mereka kerjakan juga telah dipindahkan ke studio lain dan tak lagi fokus pada single-player sebagaimana mestinya. Ini tentunya memancing reaksi negatif oleh seluruh gamer di Internet. Ini telah jadi kesekian kalinya EA matikan studio favorit para gamer setelah Maxis, Bullfrog, Pandemic, dll.

Lewat podcast bersama Waypoint, Manveer Heir, mantan developer Bioware yang terlibat dalam pembuatan Mass Effect 3 dan Mass Effect Andromeda bicarakan akan EA yang tak lagi fokus akan game single-player linear seperti Dead Space dari Visceral Games.

“Mereka saat ini lebih mendukung game yang lebih open-world, dan alasannya adalah kamu bisa menguangkannya lebih baik. Mereka menjelaskannya dengan alasan ‘membuat pemain terus kembali lagi dan lagi’. Kenapa kamu perlu peduli akan hal tersebut di EA? Alasannya karena microtransaction.”

Konteks “open-world” yang dimaksud tak sekedar berarti game single-player dengan map besar. Namun juga menyinggung pada fitur multiplayer yang ditambahkan pada game yang seharusnya fokus ke single-player. Itulah alasan Mass Effect 3 miliki fitur multiplayer yang miliki microtransaction berupa card pack, untuk membuat mereka membeli item tersebut untuk progress yang lebih cepat ketimbang bermain puluhan jam. Card pack di Mass Effect 3 berpengaruh banyak pada keuntungan yang dihasilkan dari game menurut Heir. Kesuksesan card pack pada Mass Effect 3 ini yang menjadi alasan mengapa Dragon Age: Inquisition miliki multiplayer yang lengkap dengan microtransaction disaat franchise tersebut terkenal akan campaign single-player.

Microtransaction pada Mass Effect: Andromeda

Heir kemudian menambahkan jika dengan budget kelas AAA sekarang yang tinggi, EA tak mau ambil resiko dan akan cari cara termudah untuk dapatkan keuntungan setinggi mungkin.

“Masalahnya adalah kami telah naikkan modal hingga $100m+ dan kami belum pernah memberikan kesempatan membuat game single-player linear yang bagus dengan uang sebanyak itu. Kenapa tidak? Kenapa harus fokus ke salah satu saja? Alasannya adalah EA dan publisher besar pada umumnya hanya peduli dengan kembali modal setinggi mungkin dari investasi. Mereka sebenarnya tak peduli dengan apa yang pemain mau; mereka hanya peduli dengan apa yang pemain akan bayar. Kamu harus mengetahui seberapa banyak uang yang dihasilkan hanya dari microtransaction saja.”

Manveer Heir yang telah berkerja 7 tahun di Bioware telah memastikan jika single-player linear telah mati di EA sekarang ini. Dan ditutupnya Visceral Games adalah bukti nyatanya. Proyek terbaru Bioware yaitu Anthem dipastikan olehnya akan jadi game multiplayer open-world yang miliki sistem online yang sama dan sistem monetisasi yang sama dengan Destiny milik Activision. Pada akhirnya, apa yang terjadi pada Visceral Games ataupun kondisi game AAA saat ini sebagiannya menjadi salah dari kita sendiri sebagai gamer.

Untuk selengkapnya dari podcast bersama Manveer Heir bisa kamu cek langsung di Waypoint.

Source: Waypoint

Written by Muhammad Maulana

Seseorang yang menghabiskan waktunya mengamati Video Game dan Film.

Leave a Reply

Your email address will not be published.