Mantan Executive Assassin’s Creed Marc-Alexis Cote – Dalam belakangan ini, Ubisoft telah menghadapi banyak masalah internal yang harus mereka hadapi. Meski mereka sudah resmi bekerja sama dengan perusahaan Tencent dalam membentuk anak studio game baru, namun itu bukan berarti mereka sudah berada di posisi aman.
Baru-baru ini muncul rumor kalau salah satu mantan Executive franchise Assassin’s Creed menuntut Ubisoft dengan tuduhan “pemecatan konstruktif”. Darimana rumor tersebut berasal?
Asal Usul Rumor Mantan Executive Assassin’s Creed Menuntut Ubisoft
![[Rumor] Mantan Executive Assassin's Creed Menuntut Ubisoft dengan Tuduhan "Pemecatan Terselubung" 2 Marc-Alexis Cote](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/01/Rumor-Mantan-Executive-Assassins-Creed-Menuntut-Ubisoft-dengan-Tuduhan-Pemecatan-Terselubung-1-1024x576.webp)
Berdasarkan laporan dari Radio-Canada, Marc-Alexis Cote selaku mantan Executive Producer Assassin’s Creed mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan Ubisoft di Pengadilan Tinggi Quebec.
Dalam gugatan tersebut, dia menuntut ganti rugi sebesar 1,3 juta Dolar Kanada atau sekitar Rp 15 Miliar dan ganti rugi moral sebesar $75 Ribu terkait bagaimana dia telah menjadi korban dalam “Constructive Dismissal” alias “pemecatan secara terselubung”.
Pada saat artikel ini ditulis (19/1), fakta-fakta terkait gugatan dari Marc-Alexis masih sebatas tuduhan dan perlu diproses lebih lanjut sebagai pembuktian di hadapan Hakim. Ubisoft telah mengamanatkan firma hukum Fasken untuk menentang mereka.
Fakta-fakta yang diajukan dalam gugatan tersebut hanyalah tuduhan untuk saat ini dan masih harus dibuktikan di hadapan hakim. Ubisoft telah mengamanatkan firma hukum Fasken untuk menentang mereka.
Awal Mula Marc-Alexis Cote Menuntut Ubisoft
![[Rumor] Mantan Executive Assassin's Creed Menuntut Ubisoft dengan Tuduhan "Pemecatan Terselubung" 3 Mantan Executive Assassin's Creed](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/01/Rumor-Mantan-Executive-Assassins-Creed-Menuntut-Ubisoft-dengan-Tuduhan-Pemecatan-Terselubung-2-1024x599.webp)
Jika kalian tidak tahu atau kurang mengikuti kronologi kenapa mantan Executive Marc-Alexis sampai menuntut perusahaan Ubisoft, semua ini berawal dari Musim Panas tahun 2025 yang lalu.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, pada saat itu Ubisoft telah membentuk anak perusahaan baru mereka yang merupakan hasil kerja sama dengan Tencent bernama Vantage Studios. Studio tersebut akan berfokus pada franchise-franchise game andalan Ubisoft, salah satunya adalah Assassin’s Creed.
Lalu pada bulan Oktober 2025, Ubisoft mengumumkan bahwa Marc-Alexis yang sudah lama memimpin franchise game tersebut tiba-tiba mengumumkan bahwa dia telah keluar dari perusahaan tersebut. Ubisoft menyebutkan kalau Marc-Alexis keluar secara sukarela, namun dia sendiri tidak mengatakan hal seperti itu.
Marc-Alexis menjelaskan bahwa dirinya keluar bukan atas pilihan ataupun berdasarkan keputusannya sendiri. Itu karena dia keluar berdasarkan keputusan dari perusahaan Ubisoft sendiri.
![[Rumor] Mantan Executive Assassin's Creed Menuntut Ubisoft dengan Tuduhan "Pemecatan Terselubung" 4 Mantan Executive Assassin's Creed Marc-Alexis Cote](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/01/Rumor-Mantan-Executive-Assassins-Creed-Menuntut-Ubisoft-dengan-Tuduhan-Pemecatan-Terselubung-3-1024x576.webp)
Kemudian menurut informasi dari Radio-Canada, Marc-Alexis diketahui ingin melamar posisi sebagai Head of Franchise di Vantage Studios. Namun Yves Guillemot selaku CEO Ubisoft menolak pengajuan tersebut karena posisi itu harus berbasis di Pranchis. Sementara itu, Marc-Alexis ingin berada tetap di Quebec.
Diketahui Ubisoft menawarkan posisi lain kepada Marc-Alexis untuk memimpin studio yang menangani franchise kecil, namun dia menganggap tawaran tersebut justru sebagai penurunan jabatan (demosi) yang tidak dapat dia terima.
Saat Marc-Alexis meminta waktu sekitar 2 minggu untuk mempertimbangkan tawaran dair Ubisoft, ia mengklaim perusahaan tersebut justru mengumumkan secara internal keesokan harinya bahwa dirinya telah mengundurkan diri secara sukarela seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Karena itulah dia membantah pengunduran diri tersebut dan menyebutnya sebagai upaya Ubisoft untuk menghindari pembayaran pesangon yang harus mereka bayar.
Itulah informasi mengenai mengenai bagaimana Marc-Alexis Cote menuntut Ubisoft atas tuduhan adanya pemecatan secara terselubung. Untuk sementara ini masih belum ditemukan apakah rumor tersebut benar atau tidak karena belum ditemukan dokumen resmi tuntutan tersebut yang dirilis ke publik. Mari kita tunggu informasi resminya, baik itu dari Marc-Alexis maupun dari Ubisoft.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Ubisoft atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
![[Rumor] Mantan Executive Assassin's Creed Menuntut Ubisoft dengan Tuduhan "Pemecatan Terselubung" 1 Mantan Executive Assassin's Creed Marc-Alexis Cote](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/01/Rumor-Mantan-Executive-Assassins-Creed-Menuntut-Ubisoft-dengan-Tuduhan-Pemecatan-Terselubung-Header-750x375.webp)




![[Rumor] Mantan Executive Assassin's Creed Menuntut Ubisoft dengan Tuduhan "Pemecatan Terselubung" 12 Mantan Executive Assassin's Creed Marc-Alexis Cote](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/01/Rumor-Mantan-Executive-Assassins-Creed-Menuntut-Ubisoft-dengan-Tuduhan-Pemecatan-Terselubung-Header-120x86.webp)










