• Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
  • Android
  • iOS
  • PC
  • PS4
  • PS5
  • Switch
  • XBOX One
  • Xbox Series X
  • Genshin Impact
  • GTA
  • GB Live!
Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
Gamebrott.com
No Result
View All Result

Gamebrott > OPINI > Membahas Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa yang Tak Ada Habisnya

Membahas Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa yang Tak Ada Habisnya

by Bima
18 Agustus 2022
in OPINI, PC, TECH
Reading Time: 8 mins read
A A
0
Mechanical Keyboard Vs Keyboard Biasa
0
SHARES
287
VIEWS
Bagikan ke FacebookShare on Twitter

Tak terasa sudah lewat berbulan-bulan semenjak penulis hadirkan bahasan ringan seputar mechanical keyboard yang (cukup) fenomenal dan jadi hobi generasi zaman now. Nah, kali ini penulis akan ajakmu membahas Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa yang dirasa tak ada akhirnya.

Tidak dapat dielakkan pula fakta di mana kehadiran sebuah keyboard atau papan ketik ‘hanya’ media masukkan karakter ke dalam komputer. Termasuk di antaranya penulis, yang meski sudah miliki beberapa keebs (bahasa keren keyboard), merasa bahwa semua ini hanyalah soal preferensi.

Bahkan menurut Wiki, kehadiran dari papan ketik ialah selaku perantara masukkan karakter untuk bisa ditampilkan dalam bentuk visual. Dari sini, dapat kita simpulkan bahwa seharusnya beda Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa takkan terlalu masif.

Namun, benarkah demikian? Yuk, langsung kita bahas bersama di bawah!

Disclaimer:

Bahasan ini tentunya masih diangkat oleh seseorang yang masih awam di dunia mechanical keyboard. Meski terhitung baru geluti hobi ini berbulan-bulan, namun penulis akan tetap arahkan bahasan ini terarah dan tak bias. Kali ini, kita akan membahas Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa, brott.

Daftar isi

  • Sejarah Keyboard yang Harus Kamu Ketahui
  • Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa, Perseteruan Tiada Akhir
  • Mudahnya Kustomisasi dan Perawatan, Bahkan Mod
  • Akhir Kata, Mechanical atau Membrane Keyboard

Sejarah Keyboard yang Harus Kamu Ketahui

Santai, kita takkan bahas awal mula keyboard, karena itu akan terlalu kompleks dan panjang untuk dibahas. Namun, ada baiknya kamu ketahui sejarah keyboard, mana tahu dibutuhkan untuk tugas atau presentasi.

Setelah ditelusuri (secara kilat) lalui mesin pencari kesayangan, mechanical keyboard ternyata sudah eksis terlebih dahulu sebelum keyboard konvensional. Berdasarkan data tom’sHardware, nyala dari mechanical sudah dimulai dari 1970-an yang kala itu didominasi brand yang mungkin belum terlalu dikenal.

Mechanical Keyboard Tahun 1970

Lain halnya dengan membrane yang kerap disebut keyboard ‘biasa’, ternyata baru mulai diproduksi pada tahun 1980-an, sekitar 40 tahun silam. Dikarenakan gunakan cara kerja yang lain dari mechanical keyboard, kala itu banyak sekali kendala yang dialami ketika gunakan keyboard ‘biasa’.

Sampai pada tahun 2022, di mana saat ini berserak brand lokal maupun luar yang tawarkan Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa. Bila sampai beberapa waktu lalu keyboard ‘biasa’ hanya didominasi oleh ukuran full-size, kini mulai bermunculan layout yang menarik untuk disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun, tetap saja mechanical keyboard tetap jadi pelabuhan mereka yang inginkan kelebihan. Berkat hal tersebut, tak heran tercipta Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa yang kami hadirkan.

Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa, Perseteruan Tiada Akhir

Walau akhir-akhir ini penulis gonta-ganti keebs demi tambah ilmu dan referensi seputar mechanical keyboard, dapat disimpulkan keyboard tak sekadar sensasi. Entah itu sensasi ketika ketik-ketik atau bermain game, atau alasan lain yang mungkin tak bisa diungkapkan dalam kata-kata.

Belum ditambah faktor media sosial, khususnya Facebook, di mana tak sedikit orang katakan bahwa dunia mechanical keyboard menarik untuk diuilik. Tentu, sampai akhirnya mereka-mereka tarik garis bahwa Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa, akan selalu dimenangkan oleh mechanical keyboard.

Lontaran pertanyaan “valid kah mint?” kerap diutarakan orang awam (tentunya termasuk penulis karena masih terhitung newbie).

Namun, berdasarkan pengalaman selama mendalami dunia mechanical keyboard, rasanya hal tersebut terlalu didominasi oleh satu kubu. Entah masalah layout, typing feel, yang mana menurut penulis lagi-lagi hanyalah soal preferensi dan tak bisa dipukul rata.

Mechanical Keyboard Di Bawah 1 Jutaan

Oke, penulis akui bahwa selama beberapa tahun belakangan ini telah gunakan keebs dengan switch blue yang cukup berisik. Namun, dikarenakan kerasnya suara switch yang cukup distraktif tersebut, akhirnya penulis kembali gunakan keyboard membrane andalnya, MK 240 (bukan promosi).

Penulis merasa bahwa keyboard ‘biasa’ justru bisa lebih ‘ngebut’ ketimbang mechanical keyboard murah meriah di luar sana. Aneh tapi nyata, namun inilah kenyataannya.

Para brott yang budiman kemungkinan sudah melihat komparasi kecepatan ketik-ketik antara Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa milik penulis di sini.

Komparasi Tiga Mechanical Keyboard

Berbekal pengalaman gunakan keebs ‘biasa’ selama kurang lebih selama dua dekade, penulis merasa jari-jari ini tak rasakan beda secara masif. Untuk kebutuhan ketik-ketik harian, entah untuk gaming atau produktivitas, sensasinya masih ‘sama’, hanya beda di suara.

Kendati demikian, besaran beda tersebut akan dapat berbeda-beda, tergantung preferensi tiap individu. Namun, dari sini penulis dapat simpulkan bahwa keebs tak hanya sekadar sensasi.

Hal yang masih buat penulis heran ialah supremasi dari mechanical keyboard yang entah gimana akan selalu lebih superior. Meski sudah memiliki ‘beberapa’ keebs (termasuk yang otw) dengan bermacam switch, rasanya terlalu bias bila tegaskan bahwa mechanical akan selalu lebih baik dari membrane.

Kehadiran dari mechanical keyboard untuk jangka panjang tentulah valid, namun di lain sisi, kita tak boleh lupakan bahwa kenyamanan harus dimasukkan ke dalam evaluasi. Sama halnya dengan banderol harga, di mana mechanical keyboard bisa tembus Puluhan Juta Rupiah.

Mudahnya Kustomisasi dan Perawatan, Bahkan Mod

Berbekal pernyataan di atas, tentu ada satu hal yang tegaskan bahwa mechanical keyboard bisa lebih superior. Salah satunya adalah kemudahan dalam lakukan kustomisasi dan perawatan, di mana keyboard ‘biasa’ harus berpuas diri dengan kondisi seadanya. Rusak ya rusak, harus beli baru.

Walau demikian, tidak tutup kemungkinan bahwa suatu saat, mechanical keyboard bisa rusak secara tiba-tiba. Yah, yang namanya komponen elektronik, rusaknya tentu bakalan gacha dan tak terduga.

Oke, kita sudahi dulu bahas keebs rusak karena akan membuat kita insecure.

Kembali ke topik utama, penulis merasa bahwa kebanyakan orang merasa Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa terletak pada kustomisasi yang tersedia.

Untuk mechanical keyboard sendiri, kita dapat dengan mudahnya gonta-ganti keycaps atau bahkan switch bila keyboard-nya mendukung. Tentu ini adalah salah satu poin lebih yang mana boleh tekan ongkos tak terduga bila sewaktu-waktu salah satu tombol rusak di kemudian hari tanpa perlu membeli keyboard baru.

Dsa Profile Mechanical Keyboard

Di e-commerce lokalan, ada banyak sekali pilihan keycaps yang disediakan untuk disesuaikan dengan preferensi. Hal ini sudah kita bahas sebelumnya di sini, di mana terdapat bermacam jenis dan ukuran keycaps untuk hasilkan sensasi berbeda.

Selain hal-hal di atas, tentu yang tak boleh luput dari evaluasi kita adalah kemudahan untuk lakukan mod, entah demi tambah kenyamanan maupun hal lainnya.

Di antaranya lubing, stabilizer mod, maupun hal yang masih belum penulis ketahui faedahnya semacam tempest mod. Tentu ini bisa jadi tantangan tersendiri, karena untuk lakukannya butuhkan keberanian, termasuk alokasi waktu.

Sampai detik ini, penulis hanya lakukan beberapa mod yang sekiranya tak sulit, contohnya menambahkan foam di bawah PCB. Yah, sekedar untuk tekan suara supaya tak terlalu berisik, walau saat ini switch yang digunakan tak terlalu urusai.

Bahkan setelah di-mod, beda dari Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa rasanya tak masif, terlebih bila hanya lakukan mod secara kecil-kecilan. Untuk urusan gaming dan produktivitas pun, rasanya keyboard ‘biasa’ masih oke banget, hanya beda usia pemakaian (secara harfiah).

Selain itu, ini lebih mengarah ke efisiensi keuangan karena mayoritas akan lebih setuju untuk investasikan uang mereka untuk sesuatu yang bertahan lama. Tentu ini sesuai dengan pernyataan Collins, di mana manusia adalah mahluk ekonomi.

Tak lupa penulis haturkan terima kasih kepada video editor (Instagram-nya ini) yang mana sampai detik ini masih meracuni bermacam keyboard berikut switch-nya.

Akhir Kata, Mechanical atau Membrane Keyboard

Setelah panjang lebar menjelaskan perseteruan Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa, tentu penulis diharapkan membuat konklusi dari semua ini.

Contoh Logitech Mk240 Nano

Tentu, agak salah rasanya bila kita hanya disodorkan mechanical keyboard semata karena membrane, atau keyboard ‘biasa’, miliki guna literally sama. Keduanya sama-sama bertugas untuk memasukkan karakter ke dalam bentuk visual, hanya beda di typing feel, suara, dan tampilan.

Untuk pemakaian biasa, di mana satu komputer digunakan secara bergantian, tampaknya akan lebih cocok ketika gunakan keyboard ‘biasa’. Di lapangan, tepatnya pada salah satu minimarket, di mana keebs yang digunakan berada dalam kondisi tragis. Tombol space-nya tak lagi berada pada posisi seharusnya, dan beberapa tombol bahkan sudah copot.

Lain halnya dengan pemakaian pribadi, di mana biasanya hanya satu user yang gunakan komputer tersebut, entah untuk produktivitas maupun gaming. Tentu akan lebih tahan lama karena digunakan oleh satu orang.

Namun penulis takkan banyak bicara tentang hal di atas, karena mungkin ada bahan evaluasi yang terlewat. Jadi, siapa yang menang di bahasan Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa ini?

Semuanya tentu akan kembali ke brott semua (termasuk dompet), apakah lebih menyukai keebs biasa atau mechanical. Untuk itu, penulis akan tutup bahasan Mechanical Keyboard VS Keyboard Biasa, dan kami akan nantikan masukan dari kalian untuk bahasan berikutnya ya, brott!


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com

Tags: KeyboardMechanical Keyboardpc
SummarizeShareTweetSend
Previous Post

Gadis Ini Sukses Goda 22 Pria di Tinder untuk Mainkan Game Nier Automata, Lalu Dicampakkan

Next Post

Jago! Streamer Elden Ring Kalahkan Malenia Bermodal Satu Tangan!

Bima

Bima

Hello! I'm your tech-focused content writer. For the past years, my day job involved the intense world of content creation and editing. That life taught me exactly what makes content work and how to deliver complex ideas with clarity.

Related Posts

Harga RAM Bakal Turun Sapphire 2025

Harga RAM Bakal Turun, Produsen Sapphire Minta Pengguna agar Tidak Panic Buying

by Bima
2 hari ago
0

Harga RAM bakal turun saat ini menjadi angin segar yang dinantikan oleh komunitas perakit PC di seluruh dunia. Di tengah...

CEO Mozilla Browser AI

CEO Mozilla Ungkap Firefox akan Dirombak Menjadi Browser Berbasis AI

by Bima
9 jam ago
0

Anthony Enzor-Demeo selaku CEO Mozilla yang baru saja menjabat secara resmi mengumumkan rencana besar untuk merombak Firefox dari sekadar peramban...

NVIDIA dan SK Hynix Garap AI SSD

NVIDIA dan SK Hynix Kembangkan AI SSD, 10x Lebih Kencang!

by Bima
1 hari ago
0

Di tengah mahalnya harga memori, NVIDIA dan SK hynix dilaporkan tengah berkolaborasi dalam proyek terbarunya, yaitu AI SSD. Langkah ini...

laptop semakin mahal

PC dan Laptop Semakin Mahal di Indonesia, Bakal Naik Mulai Tahun Depan?

by Andi
2 hari ago
0

Pertanda bakal naik drastis?

Load More
Please login to join discussion
Blue Protocol Star Resonance Rectangle Banner

Gamebrott Latest

Build Banyue Zenless Zone Zero

Build Banyue Zenless Zone Zero Terbaik

by Sofie Diana
8 jam ago
0

CEO Larian Studios RAM

CEO Larian Sebut Krisis RAM Membuat Timnya Harus Bekerja Lebih Keras Optimalisasi Game Barunya

by Muhammad Faisal
9 jam ago
0

CEO Mozilla Browser AI

CEO Mozilla Ungkap Firefox akan Dirombak Menjadi Browser Berbasis AI

by Bima
9 jam ago
0

build the dahlia honkai star rail terbaik

Build The Dahlia Honkai Star Rail Terbaik

by Sofie Diana
11 jam ago
0

Fans Meisho Doto Umamusume

Fans Meisho Doto Umamusume Berhasil Kumpulkan Dana ¥94 Juta untuk Bangun Kembali Kandang Kuda Aslinya

by Muhammad Faisal
11 jam ago
0

Gamebrott Live

Gamebrott Trending

Cheat GTA

200+ Cheat GTA Paling Lengkap Desember 2025 Mulai dari PS2, PS3, PS4, dan PC

by Muhammad Faisal
2 minggu ago
0

Nama Squad Mobile Legends

2000+ Nama Squad Mobile Legends (ML) Keren dan Artinya yang Berkualitas

by Jeri Utama
2 tahun ago
0

Nickname Keren

1000+ Nickname Keren yang Bisa Kalian Pakai di Game Favoritmu 2025!

by Jendra
9 bulan ago
0

cover 39 low end games gamebrott

120 Game PC Ringan Terbaik di Dunia yang Takkan Buat Laptop dan PC Kentang Kalian Meleleh

by Muhammad Maulana
12 bulan ago
33

Download Game PPSSPP Ukuran Kecil

120+ Game PPSSPP Ukuran Kecil Terbaik di Dunia yang Seru dan Tidak Cepat Bosan Tahun 2025

by Muhammad Faisal
12 bulan ago
0

© Gamebrott.com Ltd. 
Untuk say hello, kerjasama, Press Release, dan kolaborasi lainnya silahkan hubungi;
Career
: hrd@gamebrott.com
Partnership: info@gamebrott.com
Press Release: pr@gamebrott.com
Phone/Whatsapp: (+62)-852-7134-8676

POWERED BY

Visit our GMA team:
Vietnam – EXP GG VN
Taiwan HK – EXP GG TW
Thailand – GamingDose

  • About Us
  • Contact Us
  • advertising
  • SITEMAP

© 2024 Gamebrott Limited

Share

Facebook

X

LinkedIn

WhatsApp

Copy Link
×
No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • G | LIST
  • PLATFORM
    • Android
    • iOS
    • PC
    • PS4
    • PS5
    • Switch
  • TECH
  • Tutorial
  • Popular Games
    • Mobile Legends
    • Free Fire
    • PUBG Mobile
    • GTA
    • Genshin Impact
  • Videos
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • Topup

© 2024 Gamebrott Limited