Mengapa Beberapa Developer Tak Mau Lepas Denuvo Setelah Game Dibobol?

in ,

Meskipun terbobol berkali-kali, Denuvo bisa dibilang berhasil dalam mengurus gamer bajakan. Menahan game selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terkadang cukup untuk membuat gamer bajakan tak sabar dan terpaksa membeli versi original agar bisa bermain game yang mereka tunggu. Namun proteksi kuat tersebut datang dengan resiko tersendiri. Denuvo pengaruhi performa game, mungkin memang hanya kurangi performa sebesar 1-3 FPS akan tetapi tiap gamer PC tahu jika tiap FPS itu sangat berarti pada playbility sebuah game. Ada beberapa resiko lain yang dapat disebabkan oleh Denuvo, namun itu akan menjadi topik untuk lain kali.

Ketika game yang diproteksi berhasil dibobol tim cracker, mungkin akan menjadi langkah yang masuk akal untuk melepas Denuvo di versi original. Beberapa developer seperti Id Software dan Playdead setuju akan hal tersebut dengan melepas proteksi anti-tamper tersebut setelah game dibobol. Namun beberapa perusahaan lain seperti Ubisoft dan Square Enix terlihat senggan untuk melepas proteksi anti-tamper ini meskipun versi gratis telah beredar besar di internet. Mengapa demikian? Perusahaan tersebut tidak memberikan pernyataan resmi akan masalah ini namun alasannya bisa ditebak dengan mudah kenapa, dan youtuber Overlord Gaming jelaskan secara detil penjelasan ini.

Apabila kamu tidak sempat untuk menonton keseluruhan video atau ada masalah lain, maka akan saya jelaskan singkat disini.

DLC dan update

Terbajaknya sebuah game seakan menjadi kejadian sekali seumur hidup untuk game-game yang diproteksi Denuvo. Dengan tim yang dapat membajaknya sangatlah sedikit dan perlahan hilang satu-persatu, tiap cracker hanya menyempatkan waktu mereka membajak satu game sekali saja dan beralih membajak game lain. Hal ini dimamfaatkan publisher untuk setidaknya memproteksi update atau DLC yang ada untuk game tersebut.

Mungkin jarang ada kejadian dimana gamer bajakan untuk membeli game hanya karena game tersebut baru saja di-update. Namun pasti akan ada sebagian yang akan membeli game tersebut yang lengkap dengan update terbaru dan semua DLC sekedar agar ada alasan untuk membeli gamenya, khususnya disaat diskon Steam Sale. Ini menjadi trik kecil dari publisher untuk terus menarik pemain untuk setidaknya membeli meskipun telah membajak game tersebut.

Sayang sudah dibayar

Overlord gaming sempat mengutip salah satu impersonator pelanggan Denuvo untuk berbicara soal pricing dari layanan proteksi mereka. Dari pembicaraan tersebut didapatkan bahwa developer miliki 2 opsi pembayaran layanan mereka, sistem “paket” atau sistem per-kopi. Sistem “paket” tersebut ialah sebagai berikut:

  • Game AAA (500 ribu kopi keatas): €100,000
  • Game AA (kurang dari 500 ribu kopi): €50,000
  • Game Indie (dibawah 100 ribu kopi): €10,000

Kredibilitas informasi diatas masih menjadi tanda tanya besar, namun yang pasti adalah publisher keluarkan uang atas layanan ini. Dan akan terbuang begitu saja apabila uang tersebut tidak digunakan sebaik mungkin meskipun uang tersebut bagaikan uang jajan semata untuk perusahaan besar seperti Square Enix atau Ubisoft.

Kembali ke poin pertama, melihat game masih miliki konten post-launch yang akan dirilis, mereka gunakan kesempatan tersebut untuk membuat versi terbaru game tidak jatuh ke tangan pembajak. Apabila kamu lihat kembali game-game yang telah lepas Denuvo, semua game tersebut ialah game yang tidak lagi miliki konten single-player post-launch. Doom, Hitman GOTY, Inside, Rime, Sherlock Holmes dll merupakan game yang lepas proteksi Denuvo mereka karena seluruh game tersebut tidak ada rencana untuk rilis konten single-player post launch. Berbeda dengan Shadow of War, Watch Dogs 2, Sonic Mania, Resident Evil 7 dan Final Fantasy XV yang miliki banyak konten post-launch setelah game dibobol.

Muhammad Maulana

Written by Muhammad Maulana

Seseorang yang menghabiskan waktunya mengamati Video Game dan Film.