Mengenal Kratos Mitologi Yunani, Sosok Karakter yang Menjadi Sumber Inspirasi Game God of War!

kratos mitologi yunani

Kratos Mitologi Yunani – Nama Kratos memang tidak kita dengar setiap hari. Namun, namanya cukup unik untuk bisa diingat. Bagi orang awam, ia merupakan salah satu nama dewa di beberapa mitologi.

Namun, para gamers mungkin lebih merujuk pada serial God of War apabila mendengar nama Kratos. Belum lagi Kratos akan hadir kembali di game terbaru berjudul God of War Ragnarok. Kali ini, saya akan bagikan informasi mengenai Kratos dalam mitologi Yunani.

Mengenal Kratos Mitologi Yunani yang Populer di Game

Mengenal Kratos di Mitologi Yunani

Kratos adalah tokoh protagonis kita di serial God of War yang dirilis pertama kali pada tahun 2005. Dalam game ini, Kratos merupakan karakter yang berusaha membalas dendam yang kemudian kisahnya berlanjut ke serial God of War lainnya.

Namun, terlintas pula pertanyaan. Apakah Kratos ini terinspirasi dari sosok yang ada di dalam mitologi YunanI? Bagaimanakah mitologi Yunani menggambarkan sosok penting ini? Yuk kita kupas bersama, brott!

Anak dari The Titans

Kratos merupakan anak Pallas dan Stiks

Dalam beberapa sumber, Kratos dikatakan sebagai anak dari titan Pallas dan Styx. Hal ini membuat Kratos menjadi ‘kerabat’ para dewa Olympus. Namun, ia bukanlah salah satu dewa yang duduk di sana.

Kratos tidak sendiri. Ia memiliki saudara yang bersinggungan dengan kekuatan dan pertempuran. Nike si dewi kemenangan, Bia si dewi tenaga dan kekuatan, dan Zelos si dewa kegigihan dan semangat. Sementara Kratos sendiri adalah personifikasi dari kekuatan.

Anak dari Dewa Zeus

Kratos vs Zeus

Namun tak sedikit pula sumber yang mengatakan bahwa Kratos adalah anak dari Dewa Zeus. Ia merupakan demigod (setengah dewa-manusia) Zeus yang lahir dari rahim seorang manusia.

Hal ini juga tidak bisa dipungkiri sebab kita tahu bahwa Zeus ini memiliki banyak istri, baik dari kalangan dewi atau manusia. Maka, kelahiran Kratos sebagai anak Zeus juga bisa diterima.

Kratos Dalam Kisah Prometheus Bound

Prometheus, Sang Penyelamat Manusia

Mungkin kalian masih asing dengan Prometheus. Ia merupakan Titan yang tidak dihukum oleh Zeus dan merupakan penyelamat umat manusia pada zaman dulu. Ia mencuri akal di kamar Athena dan kemudian memberikannya kepada umat manusia.

Tahu bahwa Zeus akan murka, Prometheus mengajarkan manusia untuk menyembah para dewa dengan memberikan sesembahan berupa daging. Namun, ia menyuruh manusia untuk membagi seekor banteng menjadi dua tumpukan.

Tumpukan pertama berisi daging dan tumpukan kedua berisi tulang belulang. Prometheus menganjurkan agar tumpukan kedua dibungkus dengan lemak sehingga terlihat lebih menggugah selera untuk dipilih oleh Zeus.

Hukuman Prometheus

Mengetahui hal ini, Zeus melampiaskan kemarahannya pada manusia dengan mematikan seluruh api di dunia. Prometheus lagi – lagi menyelamatkan manusia dengan mencuri api dari Olympus dan mengajarkan manusia cara membuatnya.

Tak tahan lagi oleh perlakuan Prometheus, Zeus kemudian memerintahkan Kratos untuk mengikat Prometheus di Gunung Kaukasus. Setiap harinya, jantung Prometheus akan dimakan oleh burung. Pada malam harinya, jantungnya akan tumbuh kembali hanya untuk disantap esok paginya oleh burung. Hal ini terus berlangsung selamanya di keabadian.

Dia Juga Menjadi Kaki Tangan Dewa Lain

Dalam kisah Yunani, ia menjadi pelayan dewa Olympus lain

Tak hanya menjadi agen pembalasan Zeus, sebenarnya Kratos kerap dipanggil untuk melayani dewa lain. Ia kerap dipanggil oleh saudarinya, Bia dan Nike, dalam beberapa pertempuran.

Ia juga dipersonifikasi sebagai kekuatan dan kekerasan, dan itu kerap ditemui di medan perang. Dia adalah salah satu dari sebagian karakter mitos yang spotlight-nya tidak sebanyak dewa – dewi Yunani yang lain.

Karakter Kratos dalam Serial God of War

Kratos dalam God of War

Kratos dulunya adalah seorang kapten pasukan Sparta. Dulu ia hanya memimpin sekitar 50 pasukan saja yang kemudian berkembang menjadi ribuan pasukan. Ia kerap memenangkan pertarungan setelah menjadi Jenderal.

Karena sering memenangkan perang, ia menjadi sosok yang brutal dan haus peperangan. Meskipun katanya ia melakukan hal itu demi kejayaan bangsa Sparta, nyatanya, berperang sudah bisa dikatakan sebagai hobi Kratos.

Namun, ia kemudian kalah dalam peperangan melawan bangsa Barbar. Saat dirinya akan dibunuh oleh pemimpin Barbar, ia memohon kepada Ares sang dewa perang. Ares memberinya kekuatan berupa senjata Blade of Chaos dengan syarat Kratos harus menjadi pelayan yang setia.

Blade of Chaos

Setelah memenangkan perang melawan bangsa Barbar, Kratos memenuhi janjinya sebagai pelayan setia Ares. Ia meneror setiap daerah dengan mengatasnamakan Ares. Namun, Ares menjebak Kratos untuk membantai keluarganya sendiri (termasuk istri dan putrinya) di sebuah kuil Athena.

Saat tahu dirinya dijebak oleh Ares, ia memutuskan untuk berhenti menjadi pelayan Ares. Di depan kuil yang terbakar, yang menjadi tempat aksi brutalnya, Kratos dihukum. Seluruh tubuhnya diselimuti oleh abu keluarganya sehingga tubuhnya begitu pucat. Saat itulah ia dikenal sebagai “Ghost of Sparta”.

Kratos dan Keluarganya

Ia dihantui oleh mimpi dan kenangan buruk serta rasa bersalah yang dalam, membuat batinnya kacau balau. Ia bertualang ke seluruh penjuru Yunani demi menentramkan kondisi jiwa dan pikirannya. Ia juga bersedia menjadi pelayan Dewa – Dewi Olympus, kecuali Ares.

Kratos digambarkan sebagai simbol kekejaman dan keegoisan. Ia sampai dijauhi dan dibenci oleh setiap manusia. Mereka lebih rela mati daripada harus dibantu oleh Kratos. Pada akhir cerita God of War yang pertama, Ares yang sudah sekarat di tangan Kratos mengatakan bahwa ia melakukan semua itu untuk menjadikan Kratos sebagai petarung yang kuat dan terhebat.

Kesimpulannya?

Apakah Kratos God of War sama dengan Kratos di Mitologi Yunani?

Jadi, apakah Kratos God of War sama dengan Kratos Yunani? Jawabannya adalah tidak. Kratos di serial God of War merupakan murni karakter fiksi ciptaan David Jaffe selaku developer. Bahkan nama ‘Kratos’ sendiri ditentukan saat game ini sudah si tahap akhir pengembangan.

Meskipun mengambil dan mengadopsi nama – nama dewa yang ada di mitologi Yunani, developer tidak sadar bahwa nama ‘Kratos’ itu benar – benar ada dalam kisah Penghukuman Prometheus.

Menariknya, ‘Kratos’ sendiri berarti ‘kekuatan’ dalam bahasa Yunani. Maka, Direktor God of War III, Stig. Asmussen menyebut hal ini sebagai “Happy Mistake” akibat banyaknya kebetulan yang terjadi selama pembuatan game God of War.

Itulah informasi mengenai Kratos dalam mitologi Yunani. Bagaimana menurut kalian, brott? Apakah kalian memiliki teori atau pendapat kalian sendiri mengenai karakter kesayangan kita yang satu ini? Tuliskan di kolom komentar, ya!


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Berita Game atau artikel lainnya dari Sofie Diana. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com

Exit mobile version