Meski Batal Rilis, 11 Game Ini “Lahir Kembali” Menjadi Game Baru

in , , , , , , ,

Muncul dengan trailer atau demo spektakuler yang dinanti banyak orang, tak serta-merta membuat proyek video game bisa rampung dikerjakan. Terkadang publisher atau bahkan developernya sendiri memutuskan untuk membatalkan proyek mereka karena berbagai alasan, baik masalah finansial, konten, hingga passion mereka sendiri. Namun, pembatalan tak jarang menginspirasi developer dan publisher lain untuk membuat game baru yang “sama” dan melahirkan kembali game tersebut dengan judul hingga genre baru. Berikut 11 game yang “lahir kembali” menjadi sebuah game baru.

11. True Crime HongKong -> Sleeping Dogs

 

Disebut akan jadi “GTA versi Asia”, True Crime: HongKong yang rencananya akan dirilis tahun 2011 untuk PC, PlayStation 3, dan Xbox360 dibatalkan oleh Activision. Menurut laporan GameSpot, game buatan United Front Games ini dibatalkan berkat masalah finansial yang didera oleh Activision kala itu. Mereka berdalih bahwa hanya game-game top-tier alias game yang digandrungi milenial saat ini saja yang bisa bertahan di masa mendatang.

Pernyataan tersebut ditepis oleh Square-Enix yang kemudian mengakuisisi brandnya dan lakukan branding ulang menjadi Sleeping Dogs yang dirilis tahun 2012. Kemunculan game yang ceritakan Wei Shen, seorang polisi yang menyamar menjadi anggota mafia dengan berbagai aksi bela diri hingga parkournya ini hadirkan banyak kritik positif dari para fans dan media. Kekecewaan fans dan media akan grafiknya kala itu buat Square-Enix dan United Front Games meremasternya menjadi Sleeping Dogs: Definitive Edition untuk PC, PlayStation 4, dan Xbox One dan kembali mendulang kesuksesan yang mungkin akan buat Activision menyesal telah membatalkannya.


10. Thrill Kill -> Wu-Tang Shaolin Style

 

Jika Mortal Kombat adalah game kontroversial yang berhasil dirilis dan sukses hingga saat ini, cerita yang berbeda dialami oleh Thrill Kill. Game fighting battle royale yang rencananya akan dirilis tahun 1998 untuk Sony PlayStation ini, merupakan salah satu game kontroversial dengan konten kekerasan yang luar biasa. Ia hadirkan pertempuran empat orang dalam satu arena, tujuanmu hanya satu: membunuh semuanya. Berbeda dengan game fighting kebanyakan dengan health bar-nya, game ini hadirkan kill meter yang apabila telah penuh akan buatmu mampu untuk lancarkan satu-satunya serangan brutal yang sukses membunuh musuhmu.

Saking sadisnya, Thrill Kill sempat akan diberi rating Adults Only. Menjadikannya game dengan Adults Only pertama di dunia. Sayangnya ia batal rilis setelah developer dan publishernya, Paradox Development dan Virgin Interactive diakuisisi oleh Electronic Arts. Hal ini bukan disebabkan oleh masalah finansial, namun karena konten tak senonoh yang dimilikinya.

 

 

Pembatalan Thrill Kill tak buat Paradox berhenti untuk membuat game yang “sama”. Di bawah naungan Activision, mereka membuat Wu-Tang Shaolin Style yang miliki base-gameplay yang sama persis dengan game mereka sebelumnya. Hal yang membuatnya berbeda adalah nyawa, health bar, dan power-up meter yang akan buat karaktermu semakin kuat saat diaktifkan. Meskipun game yang rilis tahun 1999 ini tuai banyak kritik positif dan negatif, namun setidaknya Paradox berhasil lahirkan kembali “rasa yang pernah sirna” dari game mereka sebelumnya melalui wujud baru.


9. Pirates of the Caribbean: Armada of the Damned -> Assassin’s Creed IV: Black Flag

 

Pernahkah kamu menonton Pirates of the Caribbean dan berharap developer video game membuat adaptasi yang tawarkan pengalaman yang sama dengan petualangan Captain Jack Sparrow? Jika ya, maka Pirates of the Caribbean: Armada of the Damned mungkin akan jadi harapanmu kala itu. Sayang, ia tak pernah berhasil rilis di pasaran berkat pembatalannya. Game open-world action adventure yang mungkinkanmu untuk perankan James Stering untuk arungi perairan karibia demi menjadi bajak laut ternama ini terpaksa dibatalkan setelah pengumumannya di E3 2009 silam. Membuat para jurnalis game kecewa akan keputusan Disney tersebut.

Keputusan tersebut terpaksa dilakukan sebab Disney berencana untuk lakukan program restrukturasi pada developernya, Propaganda Games. Sayangnya, mereka harus ditutup selamanya setelah DLC game adaptasi TRON: Evolution selesai.

 

 

Ubisoft yang sepertinya melihat kesempatan tersebut, perkenalkan Assassin’s Creed IV: Black Flag tahun 2013 dengan tema dan fitur yang kurang lebih sama dengan Pirates of the Caribbean: Armada of the Damned, bedanya, kamu memerankan bajak laut yang mencuri identitas Assassin yang dibunuhnya. Game yang mulai dibuat pada pertengahan tahun 2011 tersebut langsung tuai kesuksesan berkat tema unik yang mereka hadirkan. Seolah melepaskan dahaga bagi mereka yang dikecewakan game yang seharusnya menyandang nama sebagai game bajak laut karibia terbaik yang dibatalkan Disney tersebut.


8. StarCraft: Ghost -> StarCraft 2: Nova Covert Ops Mission

 

StarCraft memang takkan pernah dirilis di console, namun tahukah kamu bahwa pada tahun 2002, Nihilistic Games dan Swinging’ Ape Studios pernah ingin merilisnya di PlayStation 2, Xbox, dan GameCube sebagai StarCraft: Ghost? Game spin-off dari game milik Blizzard ini rencananya akan jadi game third-person shooter yang menceritakan salah satu unit ghost bernama Nova dengan ability stealth miliknya.

Meski telah dihilangkan dari jadwal perilisan Blizzard sejak tahun 2006 dan dinyatakan bahwa proyeknya ditunda, keberadaan gamenya justru sirna setelah diumumkan batal pada tahun 2014. Hal ini disebabkan karena Ghost tak sesuai dengan standar perusahaan yang terkenal dengan game WarCraft-nya tersebut.

 

 

Seolah dapatkan ide dari Ghost, Blizzard kemudian implementasikan sebuah ekspansi misi berbayar untuk StarCraft 2 yang didedikasikan pada Nova berjudul Nova Covert Ops Mission pada tahun 2016. Misi ini mungkinkanmu perankan Nova dan menuntunnya untuk kabur dari bangunan milik organisasi yang menyebut dirinya sebagai Defenders of Man. Sayangnya, DLC ini hanya dapatkan respon yang biasa saja dari para fansnya.


7. StarWars: Battlefront 3 -> EA StarWars: Battlefront

https://www.youtube.com/watch?v=2WeX41WfOsY

 

Pada tahun 2004 silam, Pandemic Studios dan LucasArts membuat video game adaptasi dari StarWars berjudul StarWars: Battlefront. Seri yang mungkinkanmu untuk mainkan pasukan Stormtrooper yang juga pernah ada di filmnya ini sangat sukses. Terbukti dengan respon positif dan dirilisnya sekuel kedua pada tahun 2005. Sayang, sekuel ketiganya yang digarap Free Radical Design takkan pernah dirilis dan sempat tuai drama dengan LucasArts. Di satu sisi Free Radical anggap LucasArts tak mampu membayar marketing gamenya, di sisi lain LucasArts mengklaim bahwa Free Radical tak bisa menyelesaikan deadline yang diberikan.

 

 

Meski banyak yang kecewa akan pembatalan StarWars: Battlefront III, pada tahun 2013 EA umumkan bahwa seri Battlefront akan kembali setelah mereka dapatkan lisensi gamenya dari Disney. Versi EA yang ditangani anak emasnya, DICE kurang lebih miliki gameplay yang sama dengan versi orisinalnya. Hal yang membuatnya berbeda adalah jika versi orisinalnya miliki mode campaign, versi mereka tidak sama sekali. Iterasi kedua gamenya yang kemudian hadirkan mode single player, menjadi salah satu drama terbesar dalam sejarah mereka berkat microtransaction yang diimplementasikan di mode multiplayer.


6. Fallout Online -> Fallout 76

Jauh sebelum game online Fallout 76 diumumkan, Fallout Online merupakan game MMO yang nyaris menjadi kenyataan. Game ini bukan buatan developer yang sama dengan Fallout yang kamu kenal sekarang, namun ia dibuat oleh developer orisinal serinya, Interplay yang bekerjasama dengan Masthead Studios. Saat pembuatannya pada tahun 2007, Interplay menjual Fallout yang dibeli langsung oleh Bethesda yang mengawalinya dengan Fallout 3. Namun mereka memperbolehkan Interplay tetap membuat game MMO-nya jika mereka mulai pengembangan penuh dengan biaya $30 juta hingga bulan April 2009.

Pada tahun 2009 Bethesda kembali menuntut Interplay karena mereka tidak membuat Fallout Online sesuai perjanjian yang telah disepakati bersama, di mana tahun itu mereka harus memulai pengembangan penuh terhadap gamenya. Sempat berdalih mereka telah memulainya, Interplay yang saat itu sedang dijerat masalah finansial akhirnya membatalkan proyeknya.

 

 

Meski tak jadi dirilis, Bethesda sebagai pemegang IP Fallout akhirnya kabulkan beberapa permintaan fans dengan umumkan Fallout 76. Game ini memang bukan pengganti Fallout Online, karena gameplaynya akan mirip dengan Fallout buatan Bethesda. Ia hanya mengambil “konsep online” yang sama yang dulunya sempat gagal terealisasikan.


5. Untitled “Deus Ex” Spin-Off -> Project Snowblind

 

Project Snowblind sebenarnya merupakan game first-person shooter yang seharusnya jadi game spin-off (sampingan, red) dengan setting dunia yang sama dengan dunia Deus Ex. Sayangnya, karena performa penjualan seri Deus Ex terakhir yakni Invisible War saat itu sangat buruk, Eidos Interactive dan Crystal Dynamics kemudian membatalkannya.

Pada tahun 2005, mereka akhirnya merilisnya sebagai game standalone dengan setting orisinal namun masih miliki beberapa elemen yang sama dari Deus Ex untuk PC, PlayStation 2, dan Xbox. Kamu akan memainkan Nathan Frost seorang tentara organisasi Liberty Coalition yang menjadi “future soldier” berkat implan teknologi yang dimilikinya untuk membantu Liberty meraih kemenangan di setiap misinya. Meski terlihat linear, namun game ini miliki beberapa konsekuensi sesuai pilihan yang kamu pilih sama seperti Deus Ex.


4. Tom Clancy’s Rainbow Six: Patriots -> Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege

 

Sebelum kamu mengenal game tactical first-person shooter Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege yang saat ini menjadi game from zero to hero versi Ubisoft, tahukah kamu bahwa game tersebut sebelumnya bernama Patriots?

Diumumkan tahun 2011 Tom Clancy’s Rainbow Six: Patriots menceritakan kisah pasukan Rainbow melawan sekelompok teroris terkenal bernama True Patriots. Gamenya fokus pada storytelling dengan perspektif yang berbeda-beda, dari pasukan Rainbow hingga True Patriots. Hadirkan cerita multi-dimensi antara pasukan militer melawan teroris.

 

 

Pada tanggal 7 Maret 2012, Ubisoft umumkan bahwa anggota tim inti developmentnya termasuk Creative Directornya dilepas oleh Ubisoft. Kisah ini berlanjut pada tahun 2014, di mana proyek Patriots akhirnya dibatalkan total berkat kehadiran console next gen dan ketidak-inginan Ubisoft untuk hadirkan Rainbow Six dengan teknologi jadul. Mereka kemudian menggantinya dengan Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege yang fokus pada multiplayer saja.

Pembatalan Patriots memang sangat disayangkan. Beberapa fans anggap bahwa jika game tersebut tetap ada, maka ia akan jadi Siege yang kehilangan single-playernya.


3. Project Titan -> Overwatch

Project Titan adalah proyek MMORPG Blizzard yang awalnya direncanakan untuk duduk di posisi yang sama dengan game MMORPG andalan mereka, World of Warcraft. Namun sayang, proyek yang miliki konsep alien vs manusia ini dibatalkan pada tahun 2013 di mana informasi tersebut baru diketahui publik saat interviewnya bersama Polygon tahun 2014. Mereka berdalih bahwa pembatalan tersebut karena gamenya dinilai tidak menyenangkan dan tak sesuai passion mereka lagi.

Tak mau berhenti di situ, Blizzard kemudian membuat game hero-shooter dari tim Titan yang kini kita kenal dengan Overwatch. Mereka mengambil beberapa konsep dan aset dari map Titan untuk direalisasikan ke dalam Overwatch.

 

 

Beberapa class Titan yang telah mereka buat dari tahun 2007 seperti Jumper, Reaper, Assassin, Ranger, dan Juggernaut merupakan hero pertama Overwatch yang kita kenal sampai saat ini. Mereka adalah Tracer, Reaper, Genji/Hanzo, Widowmaker, dan Reinhardt. Mereka juga sempat muncul di poster promosi resmi Overwatch sebagai hero concept art.


2. Prey 2 -> Prey

 

Dibuat cukup lama, Prey 2 merupakan sekuel dari seri pertamanya yang mengalami banyak masalah saat proses developmentnya. Game first-person shooter ini sebelumnya merupakan karya dari kreator aslinya, Human Head Games yang bekerjasama dengan 3D Realms. Ia menceritakan seorang perwira militer Amerika Killian Samuels yang mengalami amnesia atau hilang ingatan dan menjadi pemburu bayaran bersama Tommy, tokoh utama iterasi sebelumnya.

 

 

Prey 2 menghilang secara diam-diam, game yang rencananya akan dirilis tahun 2012 ini sempat ditunda berkali-kali hingga akhirnya batal permanen saat PAX Australia tahun 2014 digelar.

Beruntungnya, Bethesda kembali hadirkan franchise yang telah lama menghilang tersebut. E3 2016 menjadi awal Bethesda untuk pamerkan Prey ke publik. Berbeda dengan seri yang sebelumnya pernah digarap, Prey merupakan seri reboot (ulang, red) dari seri pertamanya. Arkane Studios yang ditunjuk untuk menggarapnya hanya mengambil tema dan namanya saja.


1. P.T. / Silent Hills -> Allison Road, Resident Evil 7, Visage

 

P.T. atau Playable Teaser yang hanya tersedia di PlayStation 4 tahun 2014 silam, merupakan salah satu dari promosi Hideo Kojima dan Sutradara Guillermo del Toro untuk seri teranyar dari Silent Hill, yakni Silent Hills. Gamenya cukup simple, kamu harus keluar dari rumah gelap dengan menyusuri lorong repetitif yang ada dan memecahkan puzzlenya. Simplenya, kamu dituntut mencari easter egg yang mungkinkanmu untuk melihat teaser Silent Hills.

 

 

Berbeda dengan seri Silent Hill sebelumnya yang hadir dengan perspektif orang ketiga, seri ini, maksud kami teaser ini hadirkan perspektif orang pertama, lengkap dengan grafik cukup realistis yang menjamin bulu kudukmu berdiri. Sayang, berkat drama Kojima vs Konami, para fans harus merelakan Silent Hills untuk tidak dirilis. Konami sendiri juga telah membatalkannya.

 

https://www.youtube.com/watch?v=yNElqSf-1zU

 

Batalnya P.T. menginspirasi developer lain untuk membuat hal yang sama, yakni game horror dengan perspektif orang pertama. Berbeda dengan Allison Road dan Visage yang secara gamblang “meniru”-nya, Capcom justru buat Resident Evil 7: Biohazard benar-benar sesuai dengan judulnya. Mereka hanya mengambil ide perspektif orang pertama yang kemudian dibalut dengan fitur VR dan cerita orisinal. Perubahan ini sukses buat game yang dirilis tahun 2017 yang lalu tersebut diterima oleh banyak fans.


Itulah ke-11 game yang dibatalkan namun akhirnya “bereinkarnasi” menjadi sebuah game baru. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu miliki game lain yang tak masuk dalam daftar di atas? Jika ya, cantumin melalui komentar di bawah.

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Senior Writer and Video Editor. Japanese related video games articles. I have no friends. Contact him at [email protected] or click one of his social media accounts below.