Meskipun Dikecam, Keuntungan Video Game dari Micro-Transaction Ternyata Tetap Meroket


Add Friend

Sekeras apapun adanya penolakan, sebesar apapun protes yang disuarakan oleh para gamer terhadap praktek monetisasi di dalam game. Nyatanya, tidak bisa dipungkiri bahwa gamer sendiri (atau mayoritas gamer lainnya) tetap menggunakan fitur ini dan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikti bagi para publisher atau yang kini bisa dibilang sebagai penyedia layanan tersebut.

Bahkan dalam data yang baru saja dirilis oleh Superdata menunjukkan bahwa diakui atau tidak bahwa keuntungan yang didapatkan oleh game-game PC dan konsol dari micro-transaction terus meningkat pesat dari tahun ke tahun. Dalam 5 tahun ini, keuntungan dari layanan ini meningkat hingga lebih dari dua kali lipat. Bahkan diperkirakan dalam 5 tahun kedepan peningkatan ini akan terus terjadi seiring dengan semakin banyakanya video game yang beralih menjadi sebuah layanan berkelanjutan.

Fakta lain yang mengejutkan tentunya perbandingan keuntungan yang didapat dari micro-transaction ternyata mencapai tiga kali lipat lebih banyak dari penjualan kombinasi video game dari PC dan konsol. Jadi tentunya para gamer yang melakukan penolakan dan protes atau secara sederhana tidak menggunakan fitur tersebut hanyalah dalam jumlah kecil. Dimana mayoritas gamer lainnya tetap dan terus menggunakan layanan micro-transaction di dalam gamenya. Hal ini bahkan diperjelas oleh Superdata lewat grafik lainnya yang menunjukkan perbandingan antara penjualan video game melawan micro-transaction secara individual.

Kamu bisa melihat grafik penjualan video gamenya vs micro-transaction dari game FIFA 17 sejak awal dirilis hingga Maret 2017. Dimana penjualan base gamenya terus turun, namun penjualan pack, gold, dan lainnya ternyata masih terbilang tinggi meskipun memang ada penurunan. Sehingga kelihatannya, micro-transaction akan terus tetap ada. Dan mungkin akan menjadi layanan dasar dan umum bagi rilisan game-game berikutnya. Karena hal ini sendiri bukan karena publisher memaksa yang para gamer, namun para gamer sendirilah yang menghendaki sebuah game memiliki fitur ini.

 

sumber: dsogaming

BACA JUGA

Lainnya dari kategori: Berita