Ngomong Rasis, YouTuber Terkenal Dipecat dari Studio Game

in , , , ,

Playtonic selaku developer dari Yooka-Laylee baru saja memecat salah satu pengisi suara karakter di gamenya, Jon “JonTron” Jafari atas perilaku rasisme yang dilakukan. Jafari seringkali membuat statement yang provokatif menyangkut imigran Amerika Serikat dan warna kulit.

Tak hanya di Twitter dan medsos lainnya, dia juga berani melakukannya saat live-interview sembari disaksikan banyak orang. Melalui sebuah interview dengan Steven “Destiny” Bonnel, Jafari mengungkapkan bahwa warga berketurunan Meksiko sedang berupaya menguasai daratan Amerika, orang kulit hitam yang kaya raya melakukan tindak kejahatan lebih banyak daripada orang miskin berkulit putih, dan aksi BlackLivesMatter tidak lebih dari sebuah gimik.



“Tak ada satu negarapun yang mau dengan sukarela merombak tatanan penduduknya.”, katanya menanggapi kontroversi undang-undang imigrasi AS yang baru. “Tidak ada satupun orang di dunia yang mau jadi minoritas di negaranya.”, tambahnya.

Jafari, yang ternyata juga berdarah Iran ini adalah founder dari sejumlah channel Youtube termasuk: DidYouKnowGaming yang kalau ditotal memiliki lebih dari 8,5 juta subscriber. Channel pribadinya sendiri yang telah di-subscribe lebih dari 3 juta kali, JonTronShow, sudah kehilangan 10 ribu penggemarnya sejak kontroversi dimulai.

Di bulan Februari 2015, Playtonic Studio memutuskan untuk merekrut Jafari setelah tahu bahwa dia adalah fans berat game Banjo-Kazooie. Jafari menjadi salah satu pengisi karakter di dalam game yang telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 2 juta pounds di Kickstarter itu.



Sayangnya, hanya karena kontroversi yang seharusnya tidak perlu dilakukan, Playtonic harus memberhentikan Jafari dari kontrak dan bahkan menghapus perannya di game Yooka-Laylee. Game ini rencananya akan dirilis 11 April nanti di platform PC dan konsol.

Source: gamesindustry.biz

Kusuma Aji

Written by Kusuma Aji

Gamebrott most notorious and toxic person