Nintendo Akan Meluncurkan SNES Mini Setelah Menghentikan Produksi NES

in

Nintendo Entertainment System , sebuah produk yang sangat ikonik bahkan orang awam menyebutnya simply Nintendo. Sebuah konsol yang sangat sukses, membuat nintendo raksasa seperti sekarang. Tempat lahirnya dari beberapa franchise game paling populer sejagat yang pengaruhnya masih bisa kita rasakan sampai sekarang. Super Mario frachise, Zelda, Street Fighter, Donkey Kong, Mortal Kombat, Final Fantasy, Kirby dan lain-lain.

Agar lebih gampang membayangkan impact dari SNES coba bayangkan fakta bahwa konsol yang lahir 28 tahun lalu ini masih diproduksi sampai diproduksi sampai april 2017 dan selalu sold out. Lantas apa alasan yang membuat Nintendo menghentikan produksinya?

Rupanya Nintendo berencana untuk meluncurkan SNES mini pada Natal tahun ini. Setelah sukses sebelumnya dengan NES mini, Nintendo melanjutkan micro-gaming programnya. NES mini yang diluncurkan natal tahun lalu laku keras sehingga rencana awal sebagai produk temporer kini menjadi produk permanen. Dan natal kali ini Nintendo akan melakukan hal yang sama, bedanya kali ini giliran SNES yang mendapatkan versi mini nya.

SNES Mini

Tak ingin untuk merusak nostalgia para gamers Nintendo menyatakan bahwa pihaknya akan sebisa mungkin membuat SNES mini mirip seperti SNES. Dengan tambahan fitur (yang masih dirahasiakan), perbaikan bug, Controlller yang lebih baik. Lebih kecil dan lebih baik itulah moto mereka.

Nintendo sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang game-game yang akan membintangi SNES mini, akankah ada game baru atau tidak. Namun kemungkinan besar kita akan melihat kembali game-game ikonik yang pernah hadir di SNES seperti : Contra, Donkey Kong, Super Mario (obviously), The Secret of Mana, Earthbound, Final Fantasy dan Tetris Attack!


Proyek Nintendo akan mini seriesnya ini memang patut diacungi jempol. It’s a win win situation. Menguntungkan konsumen dengan konsol portabel yang pastinya lebih menarik dan lebih mudah dibawa. Dan menguntungkan Nintendonya sendiri dengan memangkas ongkos produksi.

source: eurogamer

 

Avatar

Written by Ryan Wirawan