[OPINI] Bajakan Vs Original, Perang Dingin Yang Tak Berkesudahan!


Game adalah suatu hobi yang banyak digemari hampir semua kalangan, mulai dari adik kecilmu yang dengan polosnya bermain walau dengan joystick yang tidak tersambung ke PC/Konsol kalian, hingga seorang nenek-nenek yang mempunyai channel gaming, hal ini berarti bahwa game memang cukup diminati oleh banyak orang termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri jumlah gamer tidaklah sedkit, bisa dilihat dari banyaknya komunitas-komunitas dan anggota yang tergabung kedalam komunitas tersebut entah itu dari platform PC, Konsol, dan Android jumlahnya cukup banyak, ini membuktikan bahwa minat orang Indonesia terhadap game sangatlah tinggi. Teruntuk para gamer PC/Konsol untuk mengabulkan mimpi bermain game kesayangannya pastinya harus mengeluarkan jumlah uang yang tidak sedikit, karena harga game original saat ini rata-rata seharga setengah jutaan, kendala inilah yang dimanfaatkan oleh oknum sebagai pundi-pundi uang berada. Melalui game bajakan, mereka mendapatkan secercah cahaya pundi-pundi uang dari para gamers yang kesulitan untuk membeli game original, bajakan memang adalah senjata paling ampuh untuk mengabulkan mimpi-mimpi dalam sekejap.

Perang si baik dan si jahat.

Tak bisa dipungkiri, di Indonesia, bajakan dari sebuah videogame merupakan hal yang biasa kita jumpai, mulai dari maraknya penjual DVD game PS2 hingga PC pun mereka , sediakanmeski untuk next gen console seperti PS4 kita jarang menemukan bajakannya. Para tukang bajak biasanya bertempat di suatu tempat yang bisa dibilang sederhana seperti salah satu contoh adalah tempat paling strategis bagi para penjual kaset ini yaitu pinggir jalan, mereka bisa mendapatkan untung yang cukup banyak hanya dengan modal “seadanya”.  Budaya kita yang “buat apa bayar bila ada yang gratis” memang sudah mengental begitu lekat pada tubuh² mayoritas masyarakat Indonesia sehingga kehadiran bajakan ini dianggap hal yang biasa dan bukanlah sebuah tindak kriminal.

Padahal, bila kita bisa menyingkirkan sedikit demi sedikit budaya yang satu ini, Indonesia bisa menjadi salah satu pengaruh dalam perkembangan sebuah video game dalam segi market, dengan jumlah masyarakat yang memiliki minat dalam bermain video game bukan tidak mungkin Indonesia bisa banyak menguntungkan para developer game, bahkan bisa jadi akan banyak developer-developer game asal Indonesia yang bermunculan karena melihat apresiasi yang cukup banyak dari masyarakat.

GTA SA, Game yang mempunyai banyak “Versi”

Untuk mengurangi hal mengenai pembajakan ini, kita bisa memulai dari hal kecil, seperti membeli game original yang murah, karena pada setiap tahunnya pasti marketplace untuk sebuah game selalu mengadakan diskon kecil-kecilan hingga diskon besar yang selalu muncul di tiap musim liburan, contohnya seperti kalian bisa membeli GTA V hanya dengan 145rb, harga yang hampir sama bila kalian membeli DVD bajakan GTA V dari mamang-mamang yang menghidangkan kaset-kaset bajakan di pinggir jalan tersebut.

Hal ini memang sulit untuk dilakukan, tapi dengan adanya niat kita memulai dari hal yang kecil, maka lama kelamaan hal itu bisa menjadi budaya sehingga nanti tumbuh menjadi karakter pada diri kita untuk mengapresiasi para developer game dengan membeli game original, karena dengan melakukan hal tersebut artinya kalian menghargai kerja keras para developer game yang bekerja maksimal agar sebisa mungkin game yang dimainkan mencapai hasil yang diinginkan para player dan memuaskan para penggemarnya.

Semoga kedepannya, gamers Indonesia bisa lebih mengerti bagaimana perjuangan yang harus dihadapi ketika membuat sebuah game mulai dari awal hingga ke tahap akhir dimana para player bisa memainkan game tersebut dengan nyaman, meski akan memakan waktu yang lama untuk membiasakan beralih menjadi pengguna game original, tapi saya rasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai, dimana saat ini semakin banyak developer-developer asal Indonesia yang mulai masuk pasar internasional.

Dengan kesadaran kita untuk membeli game original, maka kita bisa membantu para developer game Indonesia agar tetap berkarya baik di dalam negeri atau di dunia internasional, sehingga diharapkan suatu saat nanti kita bisa melihat game-game asal Indonesia berada di nominasi Game Of The Year.

Game ciptaan anak bangsa “Coffee Talk”

Jadi, semoga mulai saat ini kita bisa mulai menghindari game bajakan dan mulai mencoba menuju ranah game original, sehingga bisa memunculkan hubungan timbal balik antara developer dan player agar player merasa senang karena merasa mendapat sesuatu yang ekslusif dari pembelian game secara original dan sang developer juga merasa dihargai karena apa yang mereka ciptakan dan perjuangkan selama ini mendapatkan hasil yang sebanding. Tunggu apalagi? Yuk pindah ke game original.