[OPINI] Berkembang Pesatnya Industri Game Mobile di Indonesia Membuat Kehadiran Game PC dan Warnet Kian Tergusur

in , ,

Industri game mobile dan dunia esports di Indonesia semakin hari semakin berkembang. Hampir disetiap penjuru daerah ada anak-anak maupun orang dewasa yang memainkan game di smartphone mereka. Hal tersebut sejalan dengan dunia esportsnya. Banyak kita temui turnamen-turnamen game mobile amatir sampai profesional kelas nasional diadakan di Indonesia.

Kami sekarang telah resmi hadir di platform Tiktok! Follow akun Tiktok kami di @gamebrott.com untuk menjumpai berbagai informasi serta konten-konten video menarik kami lainnya.

Namun geliat bagus industri game mobile di Indonesia tidak sejalan dengan apa yang dialami industri game pcnya. Padahal game PC telah hadir di Indonesia sejak awal dekade 2000an dan mengalami puncaknya 10 tahun kemudian. Game seperti Point Blank, Ragnarok Online, Dragon Nest, Counter Strike Online, hingga Dota Allstar dahulu menjadi primadona masyarakat Indonesia. Warnet atau warung internet juga menjamur dan ramai dikunjungi oleh para gamer waktu itu.

Sayangnya waktu yang berjalan membuat banyak perubahan termasuk perkembangan teknologi di Indonesia. Game-game bagus sudah dapat dimainkan didalam smartphone mereka tanpa harus pergi ke warnet lagi. Apalagi game mobile dapat dimainkan dimana saja dan kapan saja asalkan ada koneksi internetnya. Pemain dan bermain bersama dengan teman-teman tongkrongannya dan membuat permainan menjadi lebih mengasikan.

Padahal di Eropa dan Amerika game mobile jarang dilirik oleh para gamer. Mereka lebih menyukai game PC maupun game console yang jauh lebih bagus akan kualitasnya jika dibandingkan dengan game mobile. Namun dikawasan Asia termasuk Indonesia, dimana komputer jarang dimiliki oleh banyak orang membuat alternatif game adalah game mobile. Game-game mobile seperti Mobile Legends, AOV, PUBG Mobile, Free Fire, dan Auto Chess kini menjadi trend di Indonesia.

Hal tersebut pula yang membuat warnet-warnet ataupun internet cafe semakin lama semakin sepi pengunjung. Meskipun dalam warnet menyediakan spek komputer yang mumpuni dan juga disediakan wifi namun para pemain game di Indonesia lebih memilih untuk bermain game dalam smartphone mereka. Alih-alih memperluas pasar industri game PC di Indonesia malah semakin suram.

Pemain game mobile di Indonesia juga tidak mementingkan kualitas grafik ataupun gameplay game yang dia mainkan. Asalkan game tersebut kompatibel dengan smartphone mereka dan banyak dimainkan oleh pemain lain di Indonesia sudah menjadi syarat yang sah untuk dimainkan. Apalagi jika dapat dimainkan bersama-sama dengan teman mereka.

Dengan berkembangnya teknologi sepertinya game mobile mempunyai masa depan yang cerah di Indonesia. Berbanding terbail dengan game PC dan warnet di Indonesia yang sepertinya harus rela tergusur karena game-game mobile. Para developer game mobile juga kini menargetkan pasar mereka kekawasan Asia termasuk Indonesia. Kita lihat saja apakan nantinya industri game PC dan warnet di Indonesia akan bertahan dengan dominasi game mobile yang sangat kuat.

Written by Roni Istianto

Orang Pinggiran

Leave a Reply

Your email address will not be published.