Penjelasan Tren #boycottgenshin di Twitter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

in
Churl3

Siapa di sini yang cita-citanya ngeboikot game gacha?

Pada umumnya, game gacha adalah genre game yang tergolong niche. Genre yang memiliki audiens tersendiri dan seringkali memiliki komunitas yang terpisah dari komunitas gaming yang lebih luas. Genshin Impact bisa dibilang ingin menjadi pemecah untuk batasan tersebut, terlebih dari perannya sebagai game gacha dengan nilai produksi tinggi sehingga banyak gamer bisa mencoba Genshin Impact sebagai game gacha pertama mereka.

Oleh karena itu, tak mengherankan jika tak sedikit pemain Genshin Impact yang belum terbiasa dengan hal-hal yang lazim dalam game gacha, seperti desain karakter atau sistem gameplay. Hal ini menyebabkan beberapa pemain Genshin Impact merasa perlu untuk menyuarakan protes mereka tentang game ini, sehingga dari sana, lahir tagar #boycottgenshin.

Tagar #boycottgenshin mulai trending pada tanggal 6 April, sekitar jam 9 pagi kemarin. Daftar komplain yang lazim muncul dalam tren baru ini adalah sebagai berikut.

 

Animasi monster “Hilichurl” yang menggunakan tarian suku pedalaman sebagai referensi.

Tren #boycottgenshin pertama dimulai oleh tweet dari username @venluvr yang berisi klip dari video studio tour miHoYo. Video tersebut menampilkan proses pembuatan animasi tarian Hilichurl — menggunakan video tarian suku pedalaman sebagai referensi. Di dalam Genshin Impact, Hilichurl dideskripsikan sebagai monster primitif yang tidak memiliki akal seperti manusia. Hal ini menjadi basis tuduhan bahwa miHoYo menyamakan suku pedalaman dengan monster.

 

Penulisan karakter Kaeya dan Xinyan yang dianggap “rasis”.

Tiap karakter dalam Genshin Impact memiliki teks story dan voiceline yang menjelaskan lebih lanjut mengenai karakter tersebut. Sejauh ini, Genshin Impact hanya memiliki dua karakter playable berkulit hitam: Kaeya dan Xinyan. Dalam teks story Kaeya dideskripsikan sebagai karakter yang “eksotis”, dan Xinyan dianggap “menyeramkan” oleh NPC lain.

Karakter NPC Ulfr yang dianggap “pedofil” karena dialognya.

Ulfr adalah salah satu NPC yang bisa ditemukan di Mondstadt. Dalam dialognya, Ulfr mengatakan bahwa ia memiliki perasaan romantis terhadap Flora, yaitu NPC dengan model yang terlihat seperti anak-anak. Pemain berspekulasi bahwa dialog Ulfr adalah bawaan dari closed beta pertama Genshin Impact, dimana karakter Flora adalah orang dewasa.

 

Konten update yang diundur dianggap sebagai strategi miHoYo untuk memaksimalkan keuntungan.

Sebelumnya, pemain mendapatkan leak untuk update Genshin Impact ke depannya yang membawakan area kecil baru bernama The Chasm. Akhir-akhir ini, pemain mendapatkan informasi baru bahwa update The Chasm akan diundur. Tren #boycottgenshin pun digunakan untuk mempermasalahkan hal ini.

Selain itu, banyak juga yang memilih untuk menggunakan tagar #boycottgenshin untuk tweet yang lebih nyeleneh. (NSFW)

Bagaimana dengan kalian? Apa pendapat kalian tentang tren ini? Apakah masalah yang diangkat dalam tagar #boycottgenshin termasuk masalah yang penting?


Untuk membaca artikel tentang Genshin Impact dan konten-konten menarik lainnya, silakan baca artikel-artikel lain dari saya, Jothias Edbert. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

 

Jothias Edbert

Written by Jothias Edbert

Content Writer @ Gamebrott.com. Sangat hobi bermain game TCG, game gacha, atau game-game klasik era PS1 dan PS2.

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published.