Perjuangan OG Hingga Menjadi Juara TI 8 Bagai Kisah Cinderella di Dota 2

in , , ,
image courtesy, Wykrhm Reddy

The hype is real bois ! yap, perjuangan OG di The International 2018 akhirnya terbalas dengan sebuah kemenangan yang luar biasa. Begitupun crowd di venue Rogers Arena juga merasakan atmosfer yang begitu terasa, mereka meneriakan dengan lantang “OG OG OG”.

Berhasil pulangkan Evil Geniuses dengan skor 2-0 di lower bracket final, akhirnya PSG. LGD kembali melawan OG. Setelah pertandingan Panjang best of 5 yang memang benar-benar dimanfaatkan oleh kedua tim dengan maksimal. Sempat percaya diri atas kemenangannya di game pertama atas PSG. LGD, namun keadaan justru terbalik. PSG. LGD berhasil memenangkan dua game berturut-turut.

Tak ingin kesempatan terakhirnya diambil oleh PSG. LGD dengan mempertahankan “pattern” kemenangan The International di tahun genap dimenangkan oleh tim asal China, akhirnya OG masih mencoba kesempatan terakhirnya tersebut hingga berhasil memenangkan game ke-3 dan 4.

Di pertandingan penentu, draft dari OG sendiri bisa dibilang cukup efektif dengan adanya 3 counter hero, yaitu Ember Spirit, Magnus, dan Zeus untuk Terrorblade yang diambil oleh PSG. LGD. Meskipun di early game OG mengalami kewalahan, seperti biasa mereka bias mempertahankan tempo serta momen. Inilah khasnya dari tim OG, meskipun mereka mengalami kesulitan berkali-kali namun perlu di apresiasi “try hard” serta kesabaran mereka saat berada di posisi terpojok sekalipun masih bisa meminimalisir kesalahan. Apalagi permainan dari Ana yang sangat memukau sulit sekali ditangkap pergerakannya oleh PSG. LGD. Dan pada akhirnya lagi-lagi PSG. LGD harus mengakui keunggulan dari OG untuk kedua kalinya setelah sebelumnya kalah di final upper bracket.


Dengan hasil tersebut, OG berhak membawa pulang trophy Aegis beserta hadiah uang sebesar $ 11.213.377 USD jika di Rupiah kan sekitar 164 milyar. Perjalanan OG dari open qualifier hingga berhasil menjadi juara The International 2018 ini bagai cerita dongeng Cinderella di Dota 2. Sepanjang tahun 2018 OG juga tidak berhasil memenangkan turnamen sekalipun baik minor maupun major. Namun title sebagai juara “4 kali major” kini lengkap sudah dengan hadirnya thropy Aegis. Seperti Cinderella yang di tahun ini mungkin orang piker OG bukanlah tim yang ditakuti bahkan menjadi kandidat kuat sekalipun akhirnya menunjukkan sinar gemilangya di turnamen terbesar Dota 2 ini. Lika-liku perjalanan OG tidak sampai disitu saja, bahkan keluarnya Fly dan s4 yang notabene former dari OG sendiri tak membuat mereka terpuruk sekalipun. FYI, Topson yang merupakan midlaner dari OG ternyata baru saja memulai debutnya di turnamen LAN untuk pertama kalinya di TI 8, kalian bisa melihatnya ? dia berhasil memenangkan debut pertamanya ini di turnamen sebesar ini.

image courtesy, Wykrhm Reddy

 

Sekali lagi, selamat untuk OG atas kemenangannya, semoga tidak ada drama lagi dan kisah Cinderella di Dota 2 ini akan selalu teringat. Satu lagi, akankah performa OG setelah TI 8 masih bisa dipertahankan ? apakah “TI cursed” masih berlaku untuk OG setelah mereka memecahkan “pattern” dari juara TI tahun genap kali ini bukan tim asal China.

happy

Written by happy

Arif "happy" Budianto as a Esport enthusiast, mobile game enthusiast, tech enthusiast and Dota 2 pro wannabe. I love all about video game

Jika ada informasi dan konten menarik untuk kerja sama bisa hubungi e-mail [email protected] untuk segera diolah dan dipublikasi