Di tengah situasi pasar PC yang kian sulit akibat lonjakan harga komponen, kabar segar muncul dari ajang CES 2026 di Las Vegas. Petinggi AMD, David McAfee, memberikan sinyal kuat bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali produksi prosesor desktop berbasis arsitektur Zen 3 (Ryzen seri 5000). Mengapa demikian?
Petinggi AMD Beri Kode Bakal Hidupkan Lagi Prosesor Zen 3

Lalui informasi yang kami dapatkan dari tom’sHardware, langkah ini diambil sebagai respons terhadap harga memori DDR5 yang melambung tinggi, yang membuat banyak pengguna merasa keberatan untuk beralih ke platform terbaru. Dengan menghadirkan kembali stok chip lama yang masih bertenaga, AMD berharap dapat memberikan alternatif.

Dalam sebuah sesi wawancara, petinggi AMD yang menjabat sebagai VP & GM Ryzen CPU ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat memahami dilema yang dihadapi para gamer. Membeli komputer baru saat ini menjadi investasi yang sangat mahal karena pengguna tidak hanya harus membeli prosesor, tetapi juga diwajibkan mengganti motherboard dan membeli memori DDR5 yang harganya dianggap tidak masuk akal oleh banyak pihak.

Oleh karena itu, AMD sedang secara aktif mencari cara untuk memperkenalkan kembali produk ke dalam ekosistem AM4. Hal ini bertujuan agar pengguna yang masih menggunakan Ryzen seri 2000 atau 3000 tetap bisa melakukan upgrade signifikan tanpa perlu merombak seluruh sistem mereka.
Hal inilah yang mendasari mengapa petinggi AMD menegaskan bahwa pihaknya aktif memenuhi permintaan tersebut. Dengan memanfaatkan memori DDR4 yang relatif lebih murah dan stabil, kembalinya arsitektur Zen 3 diprediksi akan menjadi solusi paling logis bagi para perakit PC di tahun 2026 tanpa harus terjebak dalam krisis harga memori yang tengah melanda dunia.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















