Stop Killing Games menjadi salah satu inisiasi yang begitu didorong oleh banyak penggemar video game dari seluruh dunia di tahun 2025 ini. Sesuai namanya, tujuan dari kampanye ini adalah memberlakukan kebijakan hukum resmi yang melindungi akses konsumen terhadap suatu video game, terutama jika gamenya tidak lagi didukung oleh developernya.
Kampanye yang telah diluncurkan semenjak tahun 2024 ini telah memunculkan berbagai petisi ke badan hukum berbeda, dan petisi kepada European Citizens Initiative (ECI) di Uni Eropa menjadi yang paling banyak mengumpulkan partisipan dengan jumlah mencapai 1.4 juta orang saat artikel ini diterbitkan.
Terbaru, petisi kepada ECI ini telah memasuki proses verifikasi yang dilakukan oleh otoritas nasional. Dan kabar baiknya, diketahui bahwa setidaknya sekitar 97% partisipan yang telah menandatangani petisi tersebut diyakini valid. Prosesnya sendiri diekspektasikan memakan waktu sampai tiga bulan.

Setelah verifikasi ini selesai, maka langkah berikutnya adalah proses legislatif yang pihak komisi dan parlemen Eropa harus merespon petisi tersebut, apakah akan membuat undang-undang baru atau regulasi khusus yang melindungi pelestarian video game.
Tim penyelenggara kampanye menjelaskan bahwa kini mereka juga tengah mempersiapkan ragam hal yang diperlukan agar inisiasi ini tidak bisa dihiraukan, beberapa di antaranya seperti penanggulangan misinformasi dan pelobian dari pihak-pihak yang ingin inisiasi ini gagal.
Lebih lanjut, pihak penyelenggara juga berpesan kepada para pendukung agar terus aktif mengikuti proses ini, memperkuat hubungan komunitas serta tentunya berpartisipasi untuk terus menyebarkan inisiasi ini agar gerakan ini juga dapat berlangsung selain di Eropa.
Sekilas tentang Stop Killing Games
The Crew pertama garapan Ubisoft rilisan tahun 2014 diketahui menjadi pemicu munculnya inisiasi Stop Killing Games. Game balapan tersebut diumumkan tidak bisa lagi dibeli mulai 14 Desember 2023, berlanjut pada penutupan server pada 31 Maret 2024, dan beberapa hari kemudian Ubisoft mencabut lisensi akses dari pemain yang telah membelinya.
Perlu diketahui tentunya bahwa The Crew mewajibkan pemainnya untuk selalu online, dan tidak terdapat versi standalone yang bisa dimainkan secara offline. Hal ini tentu membuat banyak pemain marah karena kehilangan aksesnya, bahkan turut memunculkan gugatan kelompok terhadap Ubisoft.
Inisiasi Stop Killing Games dimulai oleh seorang bernama Ross Scott atau mungkin lebih dikenal dengan panggilan YouTube-nya: Accursed Farm. Beliau merupakan salah satu orang yang begitu vokal akan pelestarian video game, serta sangat menentang kebijakan developer yang mewajibkan suatu video game harus selalu online namun ujung-ujungnya dimatikan ketika dukungan berakhir, atau bahkan jika gamenya sudah tidak laku.
Tak lama setelah penutupan server The Crew, Ross melepas sebuah video memperkenalkan Stop Killing Games dan website sebagai wadah yang menaungi inisiasinya. Ia mendorong orang-orang agar berpartisipasi dalam kampanye ini demi mendesak developer agar membuat gamenya tetap bisa dimainkan ketika dukungan berakhir, atau setidaknya memperbolehkan pihak ketiga untuk mengelola keberlanjutan hidup gamenya.
Perlu diketahui bahwa kampanye ini sempat kehilangan momentum akibat kritik dan kesalahpahaman, bahkan sempat ditunggangi oleh pihak-pihak yang dipercaya telah melakukan scam terhadap para partisipannya. Namun untungnya ragam content creator besar atau bahkan berbagai developer game sendiri secara berkala turut berikan dukungan terhadap inisiasi ini sehingga bisa mencapai di titik sekarang.
Nah, kira-kira bagaimana tanggapanmu mengenai hal ini brott? Apa kamu setuju dengan kampanye Stop Killing Games? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar ya.
Baca juga informasi menarik atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.comShare

















