PlayerUnknown’s Battlegrounds 1.0 Review – Game Tak Stabil, Namun Adiktif


Add Friend

PlayerUnknown’s Battlegrounds mungkin tak perlu perkenalan lagi. Game ini begitu populer sepanjang tahun 2017, hampir mustahil untuk tidak kenal game battle-royale satu ini. Namun apa yang membuat game satu ini begitu sukses hingga menjadi most played game di Steam selama berbulan-bulan? Apakah game ini pelopor dari genre battle-royale? Tidak, namun PlayerUnknown’s Battlegrounds atau sering dipanggil PUBG menjadi game yang sempurnakan genre yang merupakan perpaduan antara survival dan free-for-all ini.

Dengan dirilisnya versi 1.0 pada hari ini, apakah PUBG layak atas popularitas yang didapatkan? Apakah game layak untuk dinominasi game of the year layaknya di beberapa event penghargaan yang telah dilaksanakan baru-baru ini? Mari kita langsung lihat saja.


Pertandingan yang selalu berbeda

PUBG miliki 3 tahap gameplay yang sama di tiap pertandingan: Kamu terjun dari pesawat untuk mencari posisi mendarat yang menurutmu bagus, mencari senjata dan supply sebanyak mungkin, lalu bertahan hidup hingga menjadi last man standing didalam playzone yang semakin lama semakin kecil melawan 90+ pemain lain. Meskipun dengan pola gameplay yang begitu-begitu saja, PUBG terasa berbeda di tiap pertandingan. Semuanya karena loot dan playzone yang random serta strategi pemain yang berbeda-beda untuk bertahan hidup dapatkan chicken dinner. Walaupun sistem randomizer tergolong sangat klise saat ini untuk menambahkan replaybility sebuah game, sistem random ini menjadi satu-satunya cara untuk membuat PUBG begitu adiktif dan membuatmu tak sabar menekan tombol play selanjutnya setiap kali kamu gagal atau berhasil dapatkan chicken dinner.

PUBG juga menjadi game yang ramah untuk pendatang baru. Mekanik yang diusung game tidak begitu kompleks, namun butuh waktu dan kesabaran untuk benar-benar dikuasai. Pendatang baru yang tak kenal apapun tentang game seperti ini akan dibuat mengerti langsung akan pola permainan dalam satu atau dua pertandingan pertama mereka. Tetapi di waktu yang sama mereka harus siap merasakan kekejaman game dimana kamu bisa diserang dari sudut mana saja tanpa kamu ketahui darimana mereka menembak. Disini game mendorongmu untuk bermain strategis dalam mengambil keputusan. Kapan kamu harus bergerak, kemana harus bergerak, apakah kamu harus menembak musuh yang kamu lihat atau nanti saja karena bisa saja musuh lain ada didekatmu? Semua ini adalah keputusanmu yang semuanya punya konsekuensi sendiri di game ini.

Pada akhirnya, PUBG tak hanya sekedar membutuhkan keahlian mengeker crosshair senjatamu, tetapi juga pemikiran strategis dan juga keberuntungan. Semua orang punya kesempatan untuk menangkan chicken dinner bahkan pemain yang punya skill aiming buruk, dan pemain yang jago tak berarti akan selalu menang. Meskipun semua pemain mengincar satu tujuan di game ini yaitu chicken dinner, hal terpenting dari PUBG bukanlah tujuannya tetapi perjalanan untuk menuju tujuan tersebut. Mungkin sepanjang game kamu berhasil bunuh musuh dengan panci, mungkin sepanjang game kamu harus menderita tak punya suplai namun beberapa menit kemudian kamu berhasil bunuh musuh dan ambil semua suplainya, mungkin kamu mati karena terkena ledakan red zone. Ini hanya beberapa contoh mudah dari hal yang bisa terjadi di PUBG, banyak contoh lain bisa terjadi yang membuat pertandinganmu begitu menarik meskipun kamu kalah pada akhirnya. Disinilah PUBG benar-benar membuatmu ingin bermain lagi dan lagi.

BACA JUGA  Blizzard Rilis Aplikasi Overwatch League di iOS & Android

Ketegangan untuk menjadi no. 1

PUBG menjadi salah satu game yang dapat membuat kamu begitu dedekan. Dengan playzone yang semakin lama semakin kecil dan pemain yang semakin lama semakin sedikit, kamu akan dibuat semakin gelisah akan dimana keberadaan sisa musuh yang masih hidup. Momen dimana pemain tersisa 10 orang lagi menjadi momen dimana kamu dibuat kecewa besar karena gagal memenangkan game atau bersorak gembira karena teks “winner winner chicken dinner” terpajang di layar monitormu. Kamu tak menangkan apapun selain dari teks tersebut dan beberapa poin yang bisa kamu habiskan untuk loot box, akan tetapi rasa kepuasan telah berhasil menjadi king of the hill melawan 90+ pemain lainnya menjadi perasaan yang tak ternilai dan ingin membuatmu ingin bermain lagi dan lagi.

PUBG berhasil ciptakan nuansa paranoid dimana pemain merasa tak pernah aman di posisi sekarang. Tiap detiknya semua perjuanganmu bisa terbuang begitu saja dan hasil kerja kerasmu dalam looting sepanjang game akan dicuri oleh pemain lain. Karena sifat paranoid yang disebabkan game ini kamu dibuat menjadi lebih hati-hati dengan lingkungan sekitarmu. Disaat pintu rumah dihadapanmu telah terbuka, kamu otomatis terpikir untuk tidak perlu kesana lagi karena bisa saja musuh masih berada disana. Atau disaat kamu mendengar suara tembakan, kamu otomatis dibuat bertanya “Darimana tembakan tersebut, apakah musuh menembak saya atau musuh lain?” dan banting stir ke arah lain untuk menghindari konflik bersenjata. Kata intense menjadi elemen utama dari PUBG dan apabila harus dijelaskan secara metafor, PUBG bagaikan menaiki roller coaster, pada perjalanannya kamu dibuat takut dan paranoid akan terjadi sesuatu yang buruk padamu, namun pada akhirnya kamu mau naik lagi karena sensasi tegang dan paranoid berubah menjadi fun yang belum tentu bisa kamu temukan di tempat lain.

Memainkan game ini bersama teman-temanmu menjadi salah satu cara terbaik untuk bermain game ini. Mau temanmu bermain serius maupun tidak, bermain PUBG bersama teman menjadi rekomendasi tersendiri apabila kamu mempunyai game ini. Komunikasi antar pemain membuat game ini 2 kali jauh lebih baik dan tidak terasa membosankan bahkan saat kamu sedang camping di posisi tertentu. Bermain dengan teman juga membuat rasa gelisah sedikit berkurang dengan kamu bisa di-revive oleh teman dan kamu selalu punya cover tambahan apabila musuh datang.

BACA JUGA  Temukan Pola Curangnya, PUBG akan Bantai 100.000 Cheater Sekaligus


Konten baru yang lumayan untuk menjaga game tetap fresh

Versi 1.0 hadir dengan map baru yaitu Miramar – sebuah map bertema gurun yang tampaknya mengambil banyak inspirasi dari Meksiko. Bersamaan dengan map baru ini, game dapatkan fitur vaulting yang membuat combat dan proses looting jauh lebih dinamis serta kumpulan senjata baru yang bagus dan menarik untuk digunakan. Game juga dapatkan killcam dan replay yang menjadi fitur penting untuk game semacam ini agar kamu tahu darimana musuh membunuhmu dan bisa menjadi cara untuk melihat apakah pemain tersebut gunakan cheat atau tidak.

Bicara soal Miramar, harus dibilang jika map ini tak sebagus Erangel, akan tetapi berikan gaya gameplay baru yang tak kalah seru dengan Erangel. Meskipun begitu, map ini tampaknya masih butuh beberapa perubahan sedikit untuk membuat map jauh lebih menarik untuk dimainkan khususnya pada kota-kota yang terkesan sedikit dan terlalu berdekatan satu sama lain. Overall, konten baru yang didapatkan pada versi 1.0 bisa dikatakan tak buruk tetapi juga tak begitu bagus. tersebut.


Masih tetap tidak stabil

Selain menjadi game paling populer, PUBG telah dikenal sebagai game paling optimisasi terburuk serta paling tidak stabil pada segi teknis. Dengan game kini tak mampu lagi gunakan “early-access” sebagai alasan akan dua hal ini, apakah versi 1.0 berhasil buat game jauh lebih baik dalam segi teknis? Tidak terlalu.

Optimisasi pada versi 1.0 jauh lebih baik dari versi sebelumnya. Framerate pada versi ini jauh lebih baik dari sebelumnya akan tetapi masalah seperti stuttering, FPS drop, crash, dll masing sering terjadi bahkan pada PC high-end. Untuk game yang ditargetkan untuk E-Sport, game ini masih punya perjalanan yang panjang pada optimisasi.

Kini mari kita bicara soal kondisi server dari game ini yang bisa dijelaskan dengan 2 kata: Tidak stabil. Game masing sering alami masalah rubberbanding yang membuat karaktermu teleport terus ditarik mundur saat berjalan (cek video dibawah sebagai contoh), “network lag detected” masih sering terjadi meskipun koneksi lancar, dan server masih sering bermasalah. Beberapa hari setelah rilis, bisa dicatat ada 3 kali masalah server sejauh ini disaat jumlah pemain masih sama disekitar 1.5 juta yang sebelumnya lancar-lancar saja selama di early access. Kembali bicara soal lag, game terkadang tak kenal waktu kapan lag ini akan terjadi. Tak jarang game tiba-tiba mengatakan “network lag detected” secara tiba-tiba disaat kamu sedang panas-panasnya menembaki musuh dan masalah rubberbanding yang sering terjadi di awal game akan terus membuatmu kesal khususnya disaat kamu mendarat di tempat yang ramai musuh.

 

Satu lagi masalah teknis yang ada di game adalah bug dan glitch lama masih sering terjadi di versi ini. Kamu sering tersangkut di dinding-dinding gedung saat tahap parasut? Yup, masih ada di versi ini meskipun kini mereka tambahkan opsi “potong parasut” sebagai solusi cepat akan masalah tersebut. Collision dan physic mobil masih sering ngaco dan terlalu sensitif dengan sentuhan apapun, dan masalah render gedung masih terjadi di game ini meskipun tak sesering versi-versi sebelumnya.

Masalah-masalah teknis ini benar-benar menjadi perusak mood untuk memainkan game ini. Game benar-benar menyenangkan ketika masalah-masalah ini tak terjadi mendadak dan rusak kesenangan pemain. Dengan keuntungan besar yang Bluehole dapatkan, kita semua pastinya berharap masalah-masalah seperti ini takkan terjadi lagi. Tapi pada akhirnya harapan kita tampaknya terlalu tinggi.


Aspek detail map yang terkadang lucu

Diluar dari masalah teknis yang mengganggu, ada nitpicking yang harus disampaikan akan game ini dan itu adalah detail dari map yang dibangun oleh Bluehole. Tak jarang saya dibuat terpikir apakah map designer dari game benar-benar memerhatikan map yang mereka buat atau mereka sekedar menaruh kumpulan asset mereka kedalam satu arena 8×8 km begitu saja? Pertanyaan ini muncul setiap kali saya temukan rumah dengan jendela yang berhadapan langsung ke dinding rumah sebelah, rumah dengan pintu belakang yang berhadapan langsung ke arah jurang, rumah yang dibanjiri oleh air ditutupi oleh objek besar sebagai cara mudah membuat gedung tersebut tidak bisa diakses, dll. Pada dasarnya memang tak pengaruhi gameplay sama sekali dan bisa diperbaiki dengan mudah lewat patch, namun tetap saja ini membuktikan kurangnya kepedulian dari Bluehole akan detail map yang mereka buat sendiri.


Verdict

PlayerUnknown’s Battlegrounds menjadi salah satu game yang paling lama saya mainkan tahun ini. Game tawarkan gameplay yang terus membuat kamu khawatir akan diserang musuh kapan saja dan dimana saja serta replaybility yang luar biasa meskipun hanya miliki dua map sejauh ini. Sayangnya game harus dirusak dengan masalah teknis khususnya pada rubberbanding serta “network lag detected” yang datang kapan saja meski koneksimu lancar. Selain itu juga game masih miliki optimisasi yang sub-par dan masih diurus lebih lanjut untuk kedepannya. Haruskah kamu bermain PUBG? Ya, apabila kamu bisa maklumi kedua masalah teknis yang disebutkan diatas. Bermain dengan teman juga sangat direkomendasikan untuk game ini melihat game jauh lebih menyenangkan disaat akan komunikasi antar pemain dimana hal tersebut takkan pernah terjadi saat solo.

.

BACA JUGA

Lainnya dari kategori: Game Review