Pria ini Habiskan Hampir Rp1 Miliar Untuk Sebuah Mobile Game


Mobile Game FGO
Follow Us

Membeli sesuatu yang kita suka tentu merupakan sesuatu yang biasa, bahkan terkadang rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi mendapatkannya. Namun bagaimana jika merogoh kocek hingga ratusan juta hanya untuk sebuah mobile game?

Daigo namanya, lelaki berumur 31 tahun asal Jepang ini menghabiskan hampir seluruh wakunya untuk bermain mobile game yang sedang populer, yaitu Fate/Grand Order (disingkat FGO). Bahkan diluar waktu luangnya sekalipun, seperti saat bekerja, makan ataupun bersih-bersih rumah, ia sempatkan untuk bermain FGO melalui smartphone nya.

Mobile Game FGO

Namun yang mengejutkan adalah dirinya mengaku setidaknya telah menghabiskan lebih dari $70.000 atau hampir Rp1 miliar untuk game tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya ingin mendapatkan karakater bintang 5 dan untuk mendapatkan sebuah karakter bintang 5, setidaknya ia harus mengeluarkan $2.500 atau sekitar Rp35 juta.

BACA JUGA  Tencent Kerja Sama dengan Penyedia Aplikasi Layanan Streaming "Fluxr" untuk Promosikan Esports di Platform Mobile Game

Walaupun sudah menghabiskan jumlah uang yang begitu banyak, nampaknya Daigo tidak berhutang pada siapapun. Ia menjelaskan bahwa ia menggunakan uangnya sendiri yang dirinya dapatkan dari kegiatan trading, seperti stock, futures dan sejenisnya. Dan setidaknya ia tidak meminta uang dari orang tuanya, karena mereka sendiri tidak tahu menahu soal anaknya yang menghabiskan uang hingga Rp1 miliar tersebut.

Dalam FGO, pemain dapat melakukan roll (nge-gacha) untuk mendapatkan sebuah karakter. Walaupun game ini memang free-to-play, seperti kebanyakan game mobile lainnya, pemain dapat membayar roll untuk memperbesar peluang mendapatkan karakter dengan bintang lebih tinggi.

Begitu banyak kritik yang menyatakan bahwa game seperti ini dapat mengubah pemain yang terobsesi dengan gamenya menjadi penjudi. Tidak heran tentunya, mengingat game ini sendiri memiliki roll dengan peluang hanya 1% untuk mendapatkan karakter bintang 5. Aniplex selaku publisher sempat diminta pendapat mengenai hal ini oleh Wall Street Journal, namun sayangnya mereka (Aniplex) menolak memberikan komentar.

BACA JUGA  Pengulat Professional Ini Ternyata Fans Berat Game Rhythm BanG! Dream! Girls Band Party!

Hal ini tentu berkebalikan dengan sebuah dokumentasi tentang Digital Extreme, developer yang justru tidak ingin melihat pemainnya menjadi penjudi dalam game Warframe. Bahkan mereka langsung menghilangkan fitur ala gacha dalam gamenya tersebut ketika melihat seorang pemain menghabiskan $100 untuk sebuah fitur kosmetik.

Mobile Game FGO

Daigo sendiri nampaknya terkesan biasa saja dalam menanggapi  hal tersebut. Ia berpendapat bahwa orang-orang tidak keberatan menghabiskan $18 untuk menonton film, maka dirinya sendiripun tidak keberatan untuk menghabisan $70.000 untuk game FGO.

Aku rasa hal itu nggak masalah selama saya bisa menikmatinya.

—Daigo

Source: Wall Street Journal (via Destructoid)

BACA JUGA  Pengulat Professional Ini Ternyata Fans Berat Game Rhythm BanG! Dream! Girls Band Party!

Like it? Share with your friends!