Pro Player Overwatch Korea Curhat Rasisme yang Ia Terima Selama di Amerika

in
Dallas Fuel Fearless
Pro player asal Korea ini harus menerima tekanan mental dari warga sekitar.

Jika berbicara isu yang tengah hangat diperbincangkan di Amerika Serikat akhir-akhir ini adalah bagaimana rasisme terhadap orang Asia dan keturunannya kembali mencuat. Salah satu alasannya disebut akibat COVID-19 yang dikatakan berasal dari Tiongkok yang membuat mereka tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

Salah satu narasi tersebut tersebar di internet dan membuat stigma negatif terhadap semua orang Asia dan keturunannya yang tinggal di Amerika Serikat. Munculkan kembali insiden kebencian terhadap ras tertentu karena mereka dinilai sebagai biang keladi masalah tersebut.

Tak hanya mereka yang keturunan Tiongkok, beberapa orang negara Asia lain juga sempat mengalaminya. Misalnya saja player profesional Overwatch asal Korea Selatan berikut.

Lee “Fearless” Eui-seok, pro player dari tim Dallas Fuel, Texas curhat kepada netizen saat ia livestream Twitch tentang bagaimana perlakuan rasisme yang ia terima dari warga Amerika padanya.

Menurut video yang diterjemahkan Jade Kim, manajer tim Overwatch lain, Florida Mayhem. Lee menjelaskan dalam bahasa Korea kepada penonton bahwa menjadi orang Asia di Amerika sangat menakutkan. “Orang-orang selalu ingin mencari masalah dengan kami, mereka bahkan batuk dan menyumpahi kami sembari tertawa”, ungkap Lee.

Warga Amerika bahkan sempat melepaskan maskernya hanya untuk batuk dan menyumpahinya seperti, “dasar china”. Lee melanjutkan bahwa rasisme di Amerika sudah berada pada level yang luar biasa dan terjadi padanya dan timnya setiap hari.

Player Dallas Fuel ini jelaskan bahwa tiga tahun yang lalu mereka tidak diperlakukan seperti itu. Ia mengaku hidup damai di Amerika Serikat tanpa adanya masalah apapun.

Lee dan timnya hanya bisa menghindari perlakuan rasis tersebut dengan menggunakan seragam Dallas Fuel. Ini karena mereka kemungkinan sadar bahwa orang yang tengah mengenakan seragam tersebut merupakan salah satu profesional dari sebuah tim, oleh karenanya mereka tidak mengganggunya. “Tetapi ketika aku mengenakan pakaian biasa, mereka mulai mengusikku dan timku di sepanjang jalan”, imbuhnya.

Cuitan terjemahan Jade Kim atas video Lee tersebut sontak menjadi perbincangan dan dapatkan tanggapan oleh beberapa orang. Salah satunya adalah Mike Rufail, founder dan chief gaming officer Dallas Fuel yang mengkonfirmasikan bahwa anggota timnya memang menerima insiden rasisme seperti yang diungkapkan Lee. Rufail menyayangkan insiden tersebut. “Ini bukanlah sesuatu yang harus kita banggakan”, ujarnya.

Kim yang diwawancarai Washington Post mengungkapkan bahwa ia memang bukan bagian dari Dallas Fuel dan tak mengenal Lee secara personal, namun sebagai orang Korea dan Asia, ia merasakan hal yang sama dan harus mengungkapkannya ke publik.

Hingga tulisan ini ditulis, belum ada kejelasan apakah Lee telah melaporkan setiap insiden rasisme yang ia terima pada pihak berwajib.


Baca lebih lanjut tentang Overwatch atau artikel video game Jepang dan non-mainstream lain dari Ayyadana Akbar.

For japanese games, jrpg, shooter games, game review, and press release, please contact me at: [email protected]

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Senior Writer and Video Editor. Have passive ability to easily forgotten by people. Open to try new video games, but still hooked by Apex Legends.

You have PR and Review? Contact him at [email protected] or click one of his social media accounts below (Read his article and scroll until you found this profile).