Sedari beberapa bulan lalu, harga RAM meroket hingga kebanyakan merasa harganya tidak masuk akal. Parahnya, hingga kini produsen RAM belum ada rencana untuk bersegera meningkatkan jumlah produksi memori perangkat desktop dan mobile. Kira-kira, apa alasan di balik ogahnya produsen tingkatkan jumlah produksi dalam penuhi permintaan pasar?
Kenapa Produsen RAM Belum Ada Rencana Meningkatkan Produksi?

Fenomena meroketnya harga RAM dalam beberapa bulan terakhir memang membuat risih sebagian besar orang. Bisa dibayangkan, harga kepingan memori yang seharusnya affordable justru naik harganya berkali-kali lipat dari harga normal, kembali membuat kepanikan buatan di tengah era digital.

Lalui informasi yang kami dapatkan dari tom’sHardware, hingga detik ini produsen RAM belum ada rencana untuk meningkatkan jumlah produksi RAM karena berbagai alasan, termasuk di antaranya karena permintaan perusahaan besar yang ingin menginvestasikan uangnya di AI.

Data tersebut dipertegas oleh data milik TrendForce, di mana saat ini produsen tengah membatasi modal yang dimiliki untuk fokus pada pengembangan teknologi, termasuk di antaranya chip HBM yang jauh lebih menguntungkan untuk akselerator AI yang memang, butuh jumlah memori yang jauh lebih besar.
Alhasil, diprediksi hingga tahun 2026 mendatang produsen RAM belum ada rencana untuk mendongkrak jumlah RAM yang ada di pasaran, sehingga kemungkinan besar harga memori akan stagnan pada harga yang kurang masuk akal di tengah gencarnya perkembangan teknologi.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

















