Larian Studios selaku pengembang Baldur’s Gate 3 baru-baru ini lewat pagelaran The Game Awards 2025 akhirnya mengumumkan iterasi baru untuk serial Divinity, yang menariknya hanya diberi judul Divinity saja tanpa subjudul seperti pendahulunya..
Swen Vincke selaku CEO beberapa waktu belakangan ini bagikan ragam insight menarik terkait pengembangan gamenya, maupun eksistensi waralaba Divinity yang mungkin masih cukup asing di telinga banyak orang.
Salah satunya adalah terkait kelangkaan RAM yang juga mempengaruhi pengembangan di Larian Studios. Melansir dari TheGamer, sang CEO menyebutkan bahwa kendala tersebut mengacaukan proyeksi seperti kurva tren dan batasan perangkat, yang kemudian juga memaksa mereka untuk melakukan optimisasi sedari awal.
Kami sudah harus melakukan banyak optimisasi sedari Early Access yang sebetulnya tidak perlu dilakukan pada mas tersebut. Hal ini jadi sangat menantang, namun itulah (pengembangan) video game.
—Swen Vincke
Sebagai informasi, Larian Studiosi mengembangkan gamenya terlebih dahulu dengan membuka Early Access di Steam semenjak Divinity: Original Sin (2014), termasuk Baldur’s Gate 3.
Kelangkaan RAM diprediksikan berlangung lama
Jika mengikuti perkembangan industri video game ataupun teknologi secara umum tentu tidak asing dengan diskursus akan kelangkaan komponen-komponen pelarangkat elektronik seperti RAM dan storage yang akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan demi pengembangan AI.
Sanjay Mehrotra selaku CEO Micron menyampaikan insight dari laporan keuangan terbaru perusahaannya. Menurutnya, ketidakseimbangan antara pasokan yang terbatas dan permintaan yang melonjak menjadikan kelangkaan RAM akan berlangsung dalam hitungan tahun.
Hal ini dikarenakan beberapa faktor, seperti pembangunan AI Data Center di seluruh dunia yang bergerak jauh lebih cepat daripada kemampuan produsen. Hal ini memaksa perusahaan untuk merevisi perkiraan permintaan ke angka yang jauh lebih tinggi.
Mehrotra juga menegaskan bahwa kondisi pasar yang mencekik ini diperkirakan akan terus bertahan melewati tahun 2026. Artinya, selama dua tahun ke depan, ketersediaan RAM (DRAM) dan penyimpanan (NAND/SSD) akan tetap berada pada level yang sangat kritis, membuat harganya mahal, atau justru semakin mahal.
Kelangkaan RAM juga pengaruhi Larian Studios (via Swen Vincke)
Nah, kira-kira bagaimana tanggapanmu brott mengenai hal ini? Yuk, langsung saja share pendapatmu di kolom komentar ya..
Baca juga informasi menarik atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com
Sesosok alien yang gemar berkelana menjelajahi segmentasi game-game RPG dan Indie. Cukup aktif dalam berpetualang di game MMO Guild Wars 2, dan saat ini masih berusaha menyelesaikan game Persona 5 ditengah-tengah kesibukan mengerjakan skripsi #Prioritas. You can contact me via author@gamebrott.com