[REVIEW] God of War : Perubahan Besar yang Berbuah Manis


Follow Us

Setelah beberapa minggu yang lalu melakukan Streming di fans page Gamebrott di Facebook (yang tentunya bisa kamu tonton ulang) hingga berhasil menyelesaikan game garapan Santa Monica Studio ini, kurang afdol rasanya jika Gamebrott tidak mengeluarkan review dari kisah Bapak dan Anak yang rela mendaki gunung lewati lembah, demi rasa cintanya kepada sesosok Ibu. Langkah yang diambil sang pengembang sendiri tebilang cukup berani dengan merombak sistem yan ada didalam franchise God of War sebelumnya, dari sisi cerita, gameplay, sistem kamera, bahkan fitur-fitur baru yang tidak di jumpai di game-game God of War pendahulunya.

Nulis artikel dibayar

Storyline

Babak baru sang Dewa Perang yang sudah menjadi seorang ayah

Meskipun secara gameplay game ini mengalami perubahan besar-besaran namun game yang eksklusirf hadir di PS4 ini bukanlah game Reboot melainkan sekuel langsung dari game-game terdahulunya. Dari segicerita game ini  mengingatkan kepada dua film terkenal yaitu John Wick dan Logan dimana Kartos yang dulunya ganas dan dikenal sebagai Sang Dewa Perang sekaligus pejuang Sparta tersebut berusaha memulai hidup baru dan melupakan masalalunya dengan menjadi seorang Bapak dari seorang anak bernama Atreus. Cerita dimulai dengan Kartos dan Atreus mempersiapkan pemakaman dari wanita yang mereka cintai, dengan satu permintaan terakhir yaitu menabur abunya dipuncak tertinggi Norse, dimana akan menjadi perjalanan yang berat. Oleh karena itu Kratos terlebih dahulu harus memastikan Atreus siap dengan melatihnya berburu agar dapat mengahadapi ancaman yang akan mengahadangnya dalam perjalanan dalam memenuhi janji dari wanita yang paling dia cintai. Namun sepertinya Kartos tidak memilik waktu untuk melakukan hal tersebut, situasi berubah ketika seorang pria misterius mengetuk pintu rumahnya. Dari sanalah Kartos menyadari bahwa tidak ada lagi waktu untuk melatih Atreus, sehingga perjalanan ke puncak tertinggi Norse harus segera dilakukan.

Gameplay yang Lebih Menantang

Gameplay yang menantang membuat mu geregetan

Keputusan Santa Monica mengganti gameplay hack and slash yang lebih menonjolkan keganasan Kartos menebas dan membunuh lawan-lawannya dengan brutal, dengan kemampuan menangkis, menghindar dan kemudian menyerang balik sepertinya menghadirkan sebuah tantangan tersendiri selama permainan berlangsung. Perubahan tersebuat bisa dilihat dari senjata yang sekarang digunakan oleh Kartos, yaitu Levianthan Axe dan sebuah priasi, dimana kamu akan dipaksa untuk bermain jarak dekat yang lebih rentan terhadap serangan musuh, sehingga kemampuan serta timming menangkis dan menghindar menjadi faktor yang sangat krusial.  Jadi kamu sudah tidak bisa lagi menyerang secara brutal lagi dalam game God of War yang terbaru ini, serangan mu harus terkoordinir jika kamu tidak ingin mati konyol ditangan musuh-musuh mu.

BACA JUGA  20 Games Mobile Terbaik pada tahun 2018 versi Google Playstore

Sudut pandang 180 derajat mengharuskan mu untuk selalu waspada!

Selain itu perubahan sudut pandang kamera sendiri juga memberikan tantangan yang mungkin akan sedikit membuat mu ingin berkata kasar, dimana pada seri terbarunya ini menggunkan sudut pandang kamera over the shoulder alias kamera yang menyorot Kratos dari belakang pundaknya layaknya game Last of Us. Alhasil walapun Kartos bisa bergerak bebas 360 derajat, sudut pandang utamanya hanya terbatas menjadi 180 derajat didepannya saja, sehingga kamu harus jeli dan selalu waspada dengan musuh-musuh disekitar mu.

Atreus memiliki peran yang begitu penting sepanjang permainan

Untungnya dibalik tantangan yang meningkat tersebut Santa Monica berbaik hati dengan meningkatkan kecerdasan dari AI, Atreus. Atreus bisa dibilang sangat membantu selama permainan, dimana dia akan secara otomatis mencari cara untuk memecah perhatian musuh agar Kartos dapat melumpuhkan musuh-musuhnya, kamu juga dapat memerintahkan Atreus untuk memanah musuh-musuh mu. Selain ke “immortalan” yang dimiliki oleh Atreus, si bocah ini juga dapat menjadi sebuah elemen penting dari setiap pertempuran mu, jika kamu berhasil meningkatkan kemampuan Atreus secara maksimal.

Grafis dan Soundtrack yang Ciamik

Kerut-kerut Kartos yang terlihat begitu detail

Soundtrack yang melebur dengan sempurna, seolah-olah memperkuat emosi tiap scene

Sepertinya Santa Monica benar-benar berhasil mengambarkan mitologi Nores dengan sangat baik, mereka berhasil menyajikan sebuah game yang memiliki detail yang begitu mempesona. Hal tersebut dapat dilihat dari detail karakter seperti Kartos dan Atreusm dari lekuk otot, darah, ekspresi, bahakan detail kecil seperti bulu janggut dapat terlihat begitu realistis. Penggamabaran lingkungan yang luarbiasa juga dapat kamu lihat selama petualangan mu, kamu akan disajikan reruntuhan-reruntuhan sisa perang di Midgrad, dan juga bisa melihat alam liar yang terlihat lebih indah, dan  pegunungan tinggi dan bersalju yang disajikan dengan sangat memukau. Dari segi soundtrack sendiri game ini berhasil menunjang visualisasi memukau yang dihadrikan oleh seri terbaru dari God of War ini, setiap momen dari game ini musik yang ditawarkan seolah-olah melebur dengan sempurna dan memperkuat emosi dari setiap scene yang ada. Sehingga perpaduan grafis dan soundtrack dari game ini menjadi sesuatu yang sangat luarbiasa.

BACA JUGA  Red Dead Redemption 2 Dominasi The Game Awards, God of War Menangkan Game of The Year

Peran Penting Levianthan Axe

Peran penting Levianthan Axe sebagai "kunci" membongkar setiap puzzle

Levianthan Axe sendiri juga akan memegang peranan penting dalam perjalanan Kratos di seri God of War terbaru ini. Selain berguna sebagai sebuah senjata yang dapat menebas musuh-musuh mu, Levianthan Axe juga akan memegang pernan penting dalam menyelesaikan puzzle dalam game ini. Selama petualangan mu kamu akan disajikan dengan mekanisme pintu ataupun katrol yang bisa kamu buka dengan melempar kapak mu, agar pintu atau katrol tersebut dapat terbuka atau bergerak.

Runic Attack yang mampu meningkatkan daya hancur Levianthan Axe

Selain berperan sebagai kunci dalam menyelesaiakan setiap puzzle yang ada, Levianthan Axe juga kan menghadirkan satu konsep baru yang disebut sebagai Runic Attack. Runic Attack sendiri bisa dibilang sebagai skill yang dapat menunjang kemampuan bertarung Kratos. Ada banyak varian Runic Attack yang bisa kamu dapatkan selama perjalanan, dan setiap Runic Attack tersebut memiliki efek berbeda-beda seperti memberikan damage, atau sekedar sebagao crowd control dimana memberikan efek stun ataupun beku pada musuh-musuh mu.

Game Bergenre Action RPG Semi Open World

Skill Tree yang kompleks membuat God of War layaknya game RPG

Sepertinya bisa dibilang God of War seri terbaru ini merupakan game bergenre Action RPG Semi Open World(waaah kok ribet banget yaa!). Sepertinya elemen Action tidak perlu kita bahasa disini, karena memang sudah menjadi ciri dari franchise God of War, oleh karena itu pertama-tama kita bahasa segi RPG yang ditawarkan dari seri terbaru God of War ini. Dalam game ini kamu akan menjumpai sebuah menakimse skill tree yang bisa kamu upgrade dengan menggunakan EXP points layaknya game-game RPG, dimana Kratos akan memiliki tiga skill yang bisa kamu tingkatkan yang terdiri dari  kapak, shield, dan Spartan Rage, sedangakan Atreus memiliki satu skill yaitu panah. Yang membuat game ini sangat kental dengan elemen RPG adalah, kamu diwajibkan mengumpulkan berbagai macam resource untuk menciptakan armor ataupun memperkuat senjata mu. Telepas dari hal tersebut, game ini juga menawarkan berbagai macam side quest yang dapat memberikan bouns item ataupun EXP points. Oleh karena itu grinding dan explorasi sepertinya menjadi sebuah harga mati, jika kamu ingin memperkuat karakter mu.

BACA JUGA  Review Visual Novel Luminescence, Game yang Terlalu Singkat Untuk Menjadi Jelas

Kamu bisa menjelajahi Migrad plus 9 realm yang ada

Sedangkan untuk segi Semi Open World, kamu dapat menjelajahi 9 dunia yang mendasari dari cerita mitologi Norse. Namun kebebasan eksplorasi tersebut terbatas pada progress cerita yang kamu miliki, kamu tidak bisa bebas pergi layaknya game GTA diawal game. Area eksplorasi mu akan semakin meluas seiring dengan progress cerita yang kamu selesaikan, seperti mendapatkan kekuatan baru yang berguna untuk membuka pintu, atau 9 realm yang akan terbuka seiring progress cerita mu. Jadi sedikit tips bagi kalian yang ingin menjelajahi 9 realm, ada baiknya menyelesaikan game ini terlebih dahulu.

Kesimpulan

Sepertinya eksperimen yang ditawarkan oleh Santa Monica dengan merubah total gameplay yang menjadi ciri khas franchise God of War terbayarkan. God of War sendiri berhasil menyajikan game yang bisa dibilang penuh nutrisi yang dapat dilihat dari tampilan, gameplay, konten serta fitur-fitur yang akan menyehatkan para gamer. Selain itu perpaduan cerita serita soundtrack yang memukau membuat game ini semakin fantastis, seolah-olah kita bisa melihat perkembangan Kratos dari seorang yang ganas dan haus akan dendam menjadi seorang ayah yang begitu mencintai keluarganya.


Like it? Share with your friends!

Di Gamebrott COMMUNITY Nulis artikel GAMING dibayarGIVE ME MONEY !
+