[REVIEW] Need For Speed Heat – Akhirnya Kembali Ke Jalan Yang Benar


Akhirnya! meskipun sedikit terlambat, namun akhirnya kami berkesempatan untuk mereview seri terbaru dari Need For Speed yang dielu-elukan sebagai seri Need For Speed terlaris sepanjang masa ini, yaitu Need For Speed Heat. Diumumkan pada bulan Agustus lalu Need For Speed memang seperti kabar gembira untuk para pecinta seri balap liar Need For Speed ini. Terlebih lagi pada trailer perdananya memperlihatkan rivalitas klasik antara “Pembalap Liar” dan “Polisi”, kombinasi balapan siang dan malam hari, hingga fitur modifikasi kekinian yang tentunya membuat para gamer kegirangan. Saking gembiranya hingga ada banyak keraguan yang langsung menghantui game ini bahwa nantinya game ini akan flop.

Namun penantian tidak sia-sia, sang pengembang Ghost Games memang memiliki tugas yang berat untuk “memperbaiki” apa yang mereka telah lakukan di rilisan terakhir mereka. Sempat dipuji-puji saat menghadirkan kembali pengalaman balapan liar malam hari pada reboot Need For Speed 2015 lalu. Mereka memang sedikit arah yang salah dengan Payback dengan sistem kartu upgrade. Tapi dari apa yang telah mereka lakukan dengan NFS Heat ini, secara singkat bisa dikatakan bahwa mereka telah berusaha sebaik mungkin untuk menghadirkan sebuah pengalaman Need For Speed yang baru sekaligus nostalgik dengan Heat ini.

Aku, Dirimu, dan Kepolisian Setempat

“Saya cuma ingin nangkep taxi onlen, yang ketangkep malah pembalap”

Kita bisa mulai pembahasan ini dari naratif yang ditawarkan oleh Ghost Games, dimana Kamu tentunya menjadi seorang “anak baru” yang datang ke Palm City, sebuah kota tiruan dari Miami yang seharusnya akan penuh dengan hingar-bingar kehidupan pantai tropis dengan segala pasir pantai dan wanita yang berjemur. Namun sayangnya ketimbang menikmati pantai kamu malah memutuskan untuk menyelam ke dunia gelap dari Palm City yang ternyata dipenuhi dengan intrik antara pembalap jalanan yang ingin mendapatkan kebebasan, melawan kelompok polisi korup yang ingin menjaga keamanan kotanya dengan cara kekerasan.

Semua petualanganmu selama di Palm City tidak lepas dari gadis setempat, yaitu Ana yang sejak awal menjadi kenalanmu yang juga mengenalkanmu kepada kehidupan-malam-penuh-kecepatan serta menunjukkan kepadamu betapa arogan dan korupnya polisi yang ada di sana. Kamu pun akhirnya membantu teman barumu tersebut untuk membangun kembali Crew-nya, menaikkan reputasimu terhadap pembalap lokal lainnya, sekaligus memburu (atau diburu) kepolisian setempat demi membongkar rahasia kotor mereka.

Gara-gara parkir liar

Entah apakah cerita naratif di Heat ini lebih baik ketimbang cerita balas dendam terhadap mafia yang ada di Payback, namun kami terpaksa menyebut plot cerita yang diangkat sebagai aspek minus pertama dari Need For Speed: Heat ini. Entah apakah memang tidak ada narasi lain selain pembalap jalanan melawan polisi, atau kita yang telah lelah karena plot seperti ini telah dieksploitasi oleh game balap liar jaman dahulu maupun tentunya film aksi seperti Fast Furious yang tidak kunjung “one last ride” juga.

Ditambah dengan percakapan antar karakter yang terkadang terlalu cringey dan membuatmu mengernyitkan dahi. Ya, karakter-karakter dalam game ini tentunya ingin menunjukkan emosi atau euforia mereka, namun alih-alih kita ikut merasakannya biasanya kita malah risih dengan kalimat-kalimat yang diucapkan oleh para karakter baik itu ketika cut scene, maupun ketika di dalam gameplaynya. Tentunya sangat menyebalkan bila teman barumu Ana selalu menelponmu ketika kamu tengah berjalan mengitari kota dan menganggap kamu berleha-leha, ataupun ketika kamu tengah kejar-kejaran dengan polisi dimana Ia akan menelpon hanya karena Ia mendapat info seorang kriminal tengah diburu oleh polisi.


Kota Tropis Indah yang Terlalu Urban

Miami versi NFS yang sepi turis

Membicarakan sedikit tentang lokasi kamu akan memacu mobilmu, Palm City tentunya sudah jelas terinspirasi dari Miami yang identik dengan perkotaan dan pantai tropis. Namun Ghost Game tidak serta merta mengeksploitasi area itu-itu saja dan memberikanmu lebih banyak variasi lokasi yang bisa dieksplorasi. Ada daerah rawa, area industri, area pedesaan, pertambangan dan bahkan area pusat peluncuran antariksa yang cukup menarik untuk dijelajahi.

Map dari Palm City di Need For Speed Heat memang tidak sebesar Fortune Valley di NFS Payback, dan memiliki variasi geografis yang lebih sedikit. Namun dalam map yang lebih kecil secara ukuran, Ghost Games akhirnya dapat meracik sebuah map yang lebih padat, interaktif, dan juga punya lebih banyak tempat menarik untuk dijelajahi ketimbangan jalanan panjang di padang gurun yang terbentang di Payback.

Satu hal yang mungkin bisa diprotes dari Palm City ini mungkin adalah fakta bahwa Ia terasa kosong dan bahkan seperti kota mati. Pada saat kamu mengemudi di free-roam kamu hanya akan mendapati satu atau dua mobil NPC saja yang akan mengisi jalanan. Tidak ada NPC dari mobil-mobil pembalap ala Forza Horizon ataupun keberadaan NPC manusia yang akan berkeliaran mengisi kota.

Mungkinkah Palm City sedang melaksanakan Car Free Day sekota??

NPC manusia hanya akan kamu temukan ketika kamu memulai balapan, yang secara ajaib muncul, berkumpul di garis start-finish, hingga akhirnya nanti menghilang kembali setelah kamu selesai balapan. Cukup aneh memang mengingat di siang hari game ini memiliki Speedhunter Showdown yang tentunya menjadi festival ala “Horizon Festival” milik Forza Horizon namun tidak terlihat gegap gempita maupun kemeriahannya ketika kamu mulai menjelajahi kotanya.

Ironinya game ini malah lebih terasa “hidup” ketika malam hari, karena mobil-mobil NPC malah lebih banyak bermunculan di malam hari dan bahkan berpotensi mengganggu balapan yang tengah kamu lakukan dengan tiba-tiba berhenti di persimpangan. Polisi juga tentunya lebih sering dan banyak bermunculan di malam hari. Namun setidaknya hal tersebut membuat Palm City di malam hari terasa lebih menarik ketimbang siang harinya.

Visual Mempesona Khas Frosbite

Frosbite memang selalu bisa memanjakan mata

Kehandalan Frostbite Engine dalam menghadirkan grafis realistis dengan efek sinematik dramatis tentunya tidak perlu diragukan. Semua sisi visual dalam game Need For Speed Heat ini tampil realistis. Bahkan efek yang muncul saat hujan lengkap dengan genangan airnya, ataupun sinar matahari sore ketika kamu berkendara di area industri membuat pengalaman mengemudimu selama di Need For Speed: Heat akan terasa seperti di dalam sebuah film.

Masih sama seperti sebelumnya, semua model mobil, part modifikasi, hingga efek-efek seperti NOS dan bahkan hal kecil seperti percikan api yang keluar dari knalpot mobilmu dieksekusi dengan epik oleh game ini. Begitu juga Palm City dengan beragam isinya mulai dari perkotaan dengan berbagai lampu dan neonnya yang membuat balapan malam hari menjadi sangat menawan hingga jalanan pedesaan di sore hari yang berkilauan karena hujan.

Nice flashbang you got there!

Namun efek dramatis atau sinematik ini terkadang juga menimbulkan masalah tersendiri. Sinar matahari yang ada di dalam game ini terkadang terlampau silau dan bahkan efek flarenya sedikit membutakanmu dari jalanan  yang ada jauh di depanmu. Begitu juga efek pantulan lampu-lampu dari lampu jalanan dan lampu bangunan yang terpantul di genangan air di bawah dan bercampur dengan mobil-mobil NPC yang tidak kamu sadari hingga akhirnya semua sudah terlambat.

Kami paham bahwa ini adalah arah art yang memang diambil oleh Ghost Game agar membuat visual gamenya tidak monoton ataupun terlihat datar. Namun tampilan ala-ala filter Instagram yang digunakan dalam Heat ini kadang malah membuat gamenya tampil kurang realistis dan cenderung sedikit berlebihan. Di beberapa bagian kamu akan menemui bahwa grafis dalam game ini terlalu kontras dan cenderung gelap dan di saat yang lain terlalu silau yang membuat warna dalam gamenya terlihat washout.

Tapi terlepas dari beberapa kekurangan teknis tadi sebenarnya Need For Speed tetap memberikan sebuah pengalaman grafis yang menakjubkan, dan Ghost Games sendiri juga sudah bekerja keras membuat ciri khas untuk game-game yang mereka keluarkan selama ini.


Raungan Mesin Mobil adalah Musik yang Sesungguhnya

Selain musiknya, Tampilan musik yang dimainkan juga lebay ukurannya

Sektor audio memang menjadi kekurangan besar berikutnya, terutama untuk pilihan musk. Bagaimana tidak alih-alih memberikan beberapa stasiun radio yang tentu sebenarnya adalah playlist dari musik-musik yang disatukan sesuai genrenya seperti di The Crew  maupun Forza Horizon dimana kamu bebas memilih genre musik yang kamu mainkan selama kamu balapan. Kamu akan dipaksa untuk mendengarkan satu genre saja dalam game ini yaitu hip-hop dan EDM yang entah terasa didominasi dengan lagu-lagu berlirik latina.

Keputusan ini mungkin memang diambil untuk menunjang sisi realisme dari kota Miami yang diambil sebagai latar. Atau mungkin juga karena lagu-lagu latina macam Despacito memang sedang hype di sana hingga kamu dipaksa untuk mendengarkan lagu-lagu ini. Yang sayangnya tidak juga bisa dinikmati bagi kami dan lebih memilih untuk menghilangkan suara musik ini setelah beberapa saat.

Kami lebih bisa menikmati suara mesin dari mobil-mobil yang ada

Dan disinilah urusan audio lain dari Need For Speed yang kami puji sejak lama, yaitu suara dari mobil-mobil yang disajikan dengan akurat dan terasa menyenangkan ketimbang tertimpa musik-musik dari playlistnya. Kamu bisa mendengarkan diferensiasi dari setiap mobil yang ada dan bisa membandingkannya dengan suara aslinya di dunia nyata. Ghost Game juga meningkatkan aspek ini dengan memberikanmu fitur baru untuk memodifikasi suara mobil yang kamu gunakan agar lebih ‘garang’ atau sesuai seleramu.

Dan bahkan kini memodifikasi mesin dari mobilmu juga akan dapat mengubah suaranya, atau setidaknya memberikan tambahan suara yang berbeda. Memberikan mobilmu sebuah Turbocharged akan memberikanmu efek suara yang berbeda dari kamu memberikannya Supercharged. Hal ini tentunya merupakan sentuhan yang menyenangkan terutama bagi kamu yang memang menyukai mobil dan otomotif.


Gameplay Siang-Malam yang Bertolak Wajah

Seperti memainkan 2 game berbeda dalam 1 game

Untuk urusan gameplay NFS Heat memang membawa sesuatu yang baru ketimbang versi sebelumnya. Ya, pasti semua sudah mengetahui adanya sistem siang dan malam yang statis dimana keduanya memiliki gameplay yang berbeda. Keputusan membuat siang dan malam benar-benar terpisah memang memberi dampak positif dan negatif sekaligus terhadap gamenya.

Positifnya, kedua waktu ini menjadikan game ini bisa berfokus pada aspek-aspek penguatnya. Balap siang misalnya yang bertujuan untuk mengumpulkan uang didominasi oleh balapan sirkuit dalam track jalan tertutup dengan sedikit sentuhan ala festival yang meminta para pemain untuk secerdik mungkin untuk mencari celah guna menyalip musuh. Cerdiknya, karena titik start dan finish dari sirkuit ini biasanya sama atau tidak terlalu jauh, pemain bisa meng-gang bang balapan-balapan yang ada tanpa perlu jauh-jauh karena lokasi start yang masih dekat.

Bila siang hari kamu berada di festival balapan, di malam hari kamu berada di sekte pemuja mesin kencang

Berbeda dengan balapan malam yang berguna untuk mencari reputasi untuk membuka mobil baru plus part-part upgrade dan modifikasi serta dibayang-bayangi oleh kejaran polisi yang sangat beringas. Maka balapan malam didominasi balapan sprint dari titik A ke B dengan finish yang memungkinkanmu langsung melarikan diri kemanapun yang kamu mau. Serta biasanya setelah menyelesaikan balapan para polisi akan berpatroli di sekitar garis start awal maupun finish, sehingga kamu tentunya lebih baik langsung menjauh kabur dan mencari event lain dengan kondisi yang lebih aman.

Setiap balapan dalam Heat juga memiliki kebutuhan level tertentu, yang bisa kamu penuhi, lebihkan, ataupun kamu abaikan bila kamu yakin kamu bisa mengalahkan musuh-musuhmu. AI pembalap yang ada di dalam game ini cenderung suka bermain bersih dan sesuai dengan level yang ada. Sehingga kamu bisa mengeksploitasi hal tersebut dengan membangun mobilmu ke level jauh di atasnya dan meninggalkan jauh musuhmu. Tenang saja karena AI dalam Heat ini tidak dibekali dengan rubber banding, sehingga kamu ak