[Review] Run Roll Rumble – Perkelahian Kocak Dengan Konsep Menyegarkan Yang Kurang Maksimal

in

Industri game Indonesia memang semakin maju dan terus berkembang. Kali ini giliran Publisher sekaligus pembuat game BENUA Softwork yang unjuk gigi.  Hadir di tengah banyaknya game horror yang bermunculan dengan kesan mistis  khas  Indonesia. BENUA Softwork merilis game fighting brawl kasual dengan Judul Run Roll Rumble yang muncul sebagai pembeda.

Bisa dikatakan game ini memberi angin segar bagi Industri game di Indonesia dengan gameplay kasual, brawl, fight khas milik mereka. Mengandalkan mode Couch Party yang menjadi sajian utama, game ini memang hadir untuk dinikmati secara multiplayer.


Hadir dengan Tema Sehari-hari

By One Coi

Mengambil tema ditengah kota, game ini seolah menjadi game pertarungan konyol antar tetangga dalam satu lingkungan yang mampu menghasilkan kesan humoris yang cukup mengena. Karakter yang mampu kamu pilih juga beraneka ragam dengan tema pekerjaan sehari-hari yang sering muncul di lingkunganmu. Pegawai dengan dasi, Polisi, Pemuda menggunakan baju kasual dan masih banyak lagi. Arena pertarungan game ini sendiri, juga berada di atas gedung apartemen yang sangat mirip dengan gedung-gedung apartemen khas Amerika.

Iam SalaryMan
Iam Teenager Now…

Bahkan dalam trailer yang mereka berikan, pemicu fight pada game ini adalah Road Rage, yang tentu bisa kita temukan sehari-hari. Jadi bisa dikatakan game ini adalah gambaran konyol tentang percekcokan yang sering kita temui seharihari dan dibalut dengan animasi yang cukup unik dan pergerakan flawless milik game ini.


Animasi dan Gerakan Cukup Smooth

Pukulan Gitar yang Meleset

Sebuah pujian pantas diberikan atas Animasi dan gerakan game ini. Pasalnya untuk sebuah game yang dibuat oleh Indonesia begitu nyaman, dan cukup ciamik. Dengan gaya unik yang diberikan developer, wajah-wajah yang hadir didalam game ini cukup terlihat keren dan sesuai. Bisa dikatakan ini adalah sebuah pencapaian untuk industri game dalam negeri. Animasi Gerakan-gerakan yang dihadirkan juga halus dan cuku menyenangkan.

Arena dengan tema kehampaan…

Gameplay Kocak yang Tidak Asing Lagi

Pratice aja di Hajar A.I

Game ini menggunakan gameplay brawl klasik. Sebuah pertarungan tanpa logika, serta gerakan-gerakan aneh. Benar-benar gameplay kocak yang tidak asing lagi bagi kalian yang pernah bermain brawl. ditambah dengan pukulan demi pukulan harus kamu lancarkan untuk memberikan damage kepada lawan. Mengandalkan lompatan dan berguling untuk menghindari damage yang bakal muncul atau bersembunyi di balik halangan yang ada untuk jauh dari lemparan-lemparan senjata atau skill.

Lingkaran Merahnya Reseh Banget

Pada umumnya game brawl casual selalu menyediakan senjata yang bisa kamu ambil ataupun lempar, power up, atau segala bentuk gangguan yang bisa membuat lawanmu jengkel. Elemen tersebut tidak ditinggalkan oleh Run Roll Rumble. Di game ini kamu akan disediakan gitar yang menjadi main damage. Karena ketika kamu terkena hit dari gitar, kamu pasti akan meloncat super jauh, dan jika tidak beruntung kamu akan jatuh dari arena dan menerima damage yang cukup besar. hanya saja tidak adanya senjata selain gitar sedikit menjadi kerikil yang mengganggu.Ada pula power up yang mampu meningkatkan kecepatanmu, tapi hati-hati saja kecepatan yang terlalu cepat terkadang juga terasa merugikan jika kamu tidak bisa mengendalikannya. Selain itu sebagai alat yang membuat rese, kamu akan disediakan beberapa skill yang bisa kamu gunakan. Seperti Api yang mampu melempar lawanmu dan memberikan damage, ice yang bisa membekukan lawan, atau petir yang bisa mebatalkan segala gerakan yang akan digunakan lawanmu.

Tembakan Api Bisa Melempar Lawan

Selain diatas Run Roll Rumble juga menggunakan efek suara kocak yang membuatmu semakin merasakan sensasi humor yang diberikan game ini. suara-suara konyol ini akan muncul ketika kamu terkena damage, atau memukul lawan. Meski hal kecil namun suara-suara yang dikeluarkan seperti pada tempatnya, tidak lebay dan tidak begitu kosong. Mungkin cukup oke untuk game dikelasnya.

Mampus Jadi Es

Seperti yang dikatakan sebelumnya, game ini memang didesain untuk bermain multiplayer. Jadi bisa dikatakan permainan fighting yang seru di campur dengan terikan teman yang menjadi lawan kalian, mungkin akan jadi penyempurna game ini.


Arena Mempunyai Latar dan Nama yang Unik.

I Choose After Life

Oke, mungkin di game ini setiap arena seolah bercerita tentang apa yang terjadi ketika pertempuran itu terus bermunculan. Meski kesannya hanya dari pagi menuju malam, namun disetiap stage akan memunculkan perbedaan. Salah satunya di stage 1 kamu akan bertarung di siang bolong yang tidak jelas, kemudian kamu akan bertarung pada sore hari dan akan muncul banjir yang bisa menenggelamkan kamu dan lawan, setelah malam tiba sebuah badai akan menyerang dengan segala benda-benda yang melayang siap menghantam-mu. Konsep yang cukup menarik dan menyenangkan untuk dinikmati dengan gaya bertarung konyol milik game ini.


Tak Ada Hal Istimewa yang Menjadi Nafas Game Ini

Karakter Rahasia?

Sebuah kesan meyenangkan serta keseruan sangat cepat sirna di game ini. Tawa-tiwi tentang kekonyolan game ini hilang dalam sekejap setelah dua jam atau lebih. Pasalnya tidak ada hook yang dimiliki game ini. Ya, karakter yang tak mempunyai keunikan, tak ada kustomisasi, tidak memiliki sesuatu untuk di eksplore dan masih banyak lagi, menjadi kelemahan game ini.

Come To Me As****

Selain itu, Bayangkan saja setiap bermain, kamu akan dihadapkan dengan cara memukul yang sama. Meski secara visual berbeda, tidak adanya pembeda antara karakter satu dengan yang lain secara skill dan lain-lain membuat game terasa sangat membosankan. Sangat disayangkan saja setiap bentuk karakter seperti pekerja kantoran, pemuda, polisi hanyalah sebuah kostum. Berbeda ketika game ini adalah suatu mini game yang ada pada bishi-bashi atau sejenisnya, maka kesamaan gerakan mungkin bukan masalah. Namun, untuk sebuah game yang rilis, tentu tidak adanya spesialisasi antara karakter satu dan yang lain menjadi lubang yang cukup besar.

Pertarungan di Lampu Disko

Keaneragaman senjata yang sangat minim juga menjadi masalah, ketika setiap karakter tidak memiliki sesuatu yang berbeda. Disaat game yang disediakan cuman bertarung melawan A.I, Bertarung sama teman mu dan A.I, Melawan Temanmu Online, dan Melawan Temanmu. Dan semua mode itu Royal Rumble 4 orang. Ujung-ujungnya kembali pada poin pertama. Bahwa kesan menyenangkan serta keseruan yang dimiliki game ini akan cepat sirna.


Kesimpulan

Game ini memang cukup kuat dalam sebuah konsep, sayangnya developer kurang memaksimalkan potensi yang dimiliki game ini. Dengan karakter yang cukup dekat dengan sehari-hari, serta Art yang unik dan kekonyolan Run Roll Rumble yang pantas untuk mendapat pujian, semua terasa cepat membosankan. Sebuah kesan terburu-buru dalam perilisan selalu muncul. Karena, ketika memainkan game ini,  terasa seperti game setengah matang atau bisa juga disebut game yang masih dalam tahap Beta Test.

Tapi dibalik semua itu game ini memang cukup menarik. Ditengah-tengah ramainya game Horror lokal, game ini bisa menjadi pembeda. Perkelahian kocak yang disajikan masih bisa dinikmati secara multiplayer. Jika kamu kehabisan game untuk dimainkan dengan temanmu didalam satu ruangan yang sama, maka game ini mungkin bisa menjadi alternatif. Selain itu jika kalian ingin melakukan sesuatu untuk support game-game  dari Indonesia, kamu bisa mencoba game ini.



Baca juga informasi menarik lainnya terkait dengan Review Game, atau artikel keren lainnya dari Rajendra.

Avatar

Written by Jendra