Review Wreckfest – Balap Brutal Penuh Kehancuran yang Adiktif!

in , , , ,

Ada berapa banyak game racing diluar sana? tentu cukup banyak untuk dihitung dengan sepasang jari tangan saja. Namun jika ditanya ada berapa banyak game racing “unik” diluar sana? tentu jawabannya lebih sedikit dari yang dibayangkan. Banyak developer dan publisher yang merasa nyaman dengan formula racing sederhana yang mereka hadirkan. Namun tampaknya, hal tersebut tak berlaku pada Bugbear Entertainment melalui game racing ambisiusnya – Wreckfest. Setelah melalui masa early access yang cukup panjang, akhirnya Wreckfest resmi hadir untuk PC di tahun lalu dan console pada bulan Agustus tahun ini.

Alih-alih menghadirkan balap sebagai fokus utama, Wreckfest justru membuat “kehancuran” sebagai daya tarik utamanya. Hadir sebagai spiritual suksesor FlatOut yang menghadirkan daya tarik serupa di masa lampau, Wreckfest semakin menyempurnakan hal tersebut dan seolah memberikan daya tarik kehancuran yang jauh lebih masif lagi. Namun, disamping semua yang kami sebutkan sebelumnya, apa yang sebenarnya ditawarkan Wreckfest? dan mengapa kami menyebutnya sebagai “game balap penuh kehancuran yang adiktif”? Review kali ini akan membahasnya secara tuntas.

Balap Penuh Kehancuran!

Bagi kalian yang tumbuh bersama franchise FlatOut, Wreckfest terasa punya formula game tersebut, tak mengherankan juga memang, mengingat kedua game tersebut lahir melalui developer yang sama. Hanya saja, Wreckfest hadir terasa punya formulayang lebih “ramping” dan lebih “padat”. Wreckfest bukanlah sebuah game racing yang memiliki berbagai mode dan fitur yang berlimpah, namun apakah hal tersebut terasa negatif? Kami rasa tidak, mengapa? dibanding menghadirkan fitur melimpah namun hampa, melalui Bugbear coba menyuguhkan berbagai konten yang terasa lebih minim dari FlatOut, namun terasa jauh lebih padat dan maksimal.

Penuh kehancuran, sebagai game racing, uniknya, hanya kata tersebutlah yang paling cocok untuk mendeskripsikan Wreckfest. Tak seperti Need For Speed ataupun game balap lainnya yang menjadikan “balap cepat” sebagai daya tarik utama, Wreckfest menomorduakan hal tersebut. Prioritas yang hendak Bugbear tawarkan disini adalah “kehancuran, kehancuran, dan kecepatan”, dan hal tersebut tentunya sangat tak biasa.

Hal tersebut juga didukung dengan kualitas visual physic yang disuguhkan, dimana tiap kehancuran yang tersaji, selalu terlihat mengerikan sekaligus memukau di satu sisi. Tabrakan-demi tabrakan yang terjadi dibungkus manis melalui presentasi physic yang harus diakui, terlihat cukup realistis untuk sebuah game racing. Kalian dapat melihat kerusakan jelas mobil melalui efek hantaman keras dari hantaman keras mobil lain, atau karena memang tak sengaja membentur objek tak bergerak.

Tiap efek kehancuran yang dihadirkan terlihat begitu dramatis.

Harus diakui memang bahwa Bugbear mampu menghadirkan berbagai aspek kecil kehancuran tersebut dengan cukup detail. Puing-puing sisa mobil yang hancur seperti bumper, pintu, dan potongan besi lainnya yang tercecer di aspal bahkan dapat memberikan dampak. ya, kalian dapat tak sengaja tergelincir bahkan terpental ketika tak sengaja menabrak puing-puing tersebut.

Selain itu, kehancuran yang timbul dapat mempengaruhi performa mobil itu sendiri. Hantaman keras yang merusak suspensi misalnya, menyebabkan suspensi tak berfungsi dan mobil akan sangat rawan dengan benturan. Hantaman lain pada sudut depan mobil yang merusak bagian roda depan juga misalnya, membuat mobil semakin susah untuk dikendalikan. Berbagai aspek kehancuran tersebutlah yang membuat Wreckfest punya identitas tersendiri yang tak dimiliki game racing manapun.

Dampak kehancuran yang ada berpengaruh pada performa mobil itu sendiri.

Terasa Menantang!

Wreckfest sebenarnya punya control yang cukup sederhana, namun tetap saja, ia bukanlah sebuah game racing yang bersahabat bagi gamer casual. Dengan tingkat kesulitan normal saja, Wreckfest mampu menyajikan berbagai tantangan, yang tak jarang membuat kami garuk kepala. Satu yang pasti, “tidak ada yang pasti” dalam Wreckfest, dihadapan lab terakhir, bahkan didepan garis finish dengan kemenangan yang telah berada di depan mata, semua kemungkinan masih bisa terjadi.

Adu cepat yang tersaji terasa sangat balanced, dengan stat mobil yang tinggi tak akan menjamin kemenangan, begitu pula dengan mobil stat rendah, tak menutup kemungkinan juga bahwa ia justru mampu memperoleh kemenangan. Bekerja keras mempertahankan posisi nomer 1 dalam 11 lap, namun karena sedikit keteledoran justru langsung terdorong keposisi terakhir.

Jangan lengah sedikitpun dan manfaatkan tiap kesempatan yang ada, bisa saja kalian bernasip seperti mobil ini di depan garis finish.

Kenyataannya? hal tersebut memang sangat mungkin dapat terjadi, tiap momentum yang ada harus diperhatikan dan dimanfaatkan dengan tepat. Sekali mengacau? bisa saja kemenangan yang telah berada di depan mata langsung sirna begitu saja. Bahkan bisa langsung mendorong kalian dari posisi terdepan langsung menjadi yang terbelakang, semuanya sangat mungkin terjadi dalam game ini.

Masih terasa kurang menantang? Wreckfest menyematkan sistem tingkat kesulitan yang dapat daiatur sesuka hati. Selain memungkinkan mengakses tingkat kesulitan Ekstra Hard, sistem tingkat kesulitan tersebut juga dapat mematikan assist yang ada sehingga skema balapan yang ada terasa jauh lebih dulit dan realistis.

Kurang menantang? kalian bisa bebas mengutak-atik tingkat kesulitan yang ada.

Brutal dan cepat, tampaknya hal tersebutlah yang harus kalian miliki dalam Wreckfest, bertindak responsif sekaligus agresif merupakan kunci utama memperoleh kemenangan. Melalui mode balapannya, kalian tak hanya harus beradu cepat, namun juga agresif dalam menyelesaikan berbagai challenge yang ada. Challenge tersebut biasanya menyuruh kalian untuk menghancurkan mobil lawan, membenturkan mobil lawan ke objek, melakukan best lap, hingga menghantam mobil lawan hingga berputar 180 derajat.

Dengan reward menggiurkan, rasanya cukup sulit mengabaikan challenge yang ada.

Pada tiap balapan selalu memberikan challenge yang menyimpan reward berupa star, XP, dan mata uang ekstra tentunya. Dengan berbagai reward menggiurkan yang cukup sayang dilewatkan tersebut, kalian akan selalu terpacu untuk menyelesaikan challenge sembari bertahan untuk jadi yang terdepan.

Seperti yang kami bilang sebelumnya, balapan sebenarnya memang bukan jadi fokus utama pada Wreckfest, selain beradu cepat, ia punya berbagai mode yang jauh terlihat lebih menarik. Tak melulu mewajibkan kalian selalu harus jadi yang terdepan, berbagai mode tersebut sering kali memaksa kalian untuk jadi yang paling brutal dan agresif.

Seperti derby bus ala battle royale ini misalnya yang akan memaksa kalian bertahan hidup sembari menghancurkan bus lain sebanyak-banyaknya. Atau mode van ini misalnya yang mengharuskan kalian bertahan dari kejaran dan hantaman para truck berkecepatan tinggi. Masih ada sangat banyak mode yang mewajibkan kalian bermain brutal dan agresif, yang sebagian dapat kalian lihat melalui sederet gambar dibawah ini.

Kesemua mode unik tersebut terangkum dalam career mode, total ada 5 sesi career mode yang dapat kalian akses, mulai dari yang low tier, hingga yang high tier. Tiap kelas dalam career mode tersebut menyimpan berbagai mode menarik didalamnya, akan tetapi untuk mengakses mode yang lebih tinggi dibutuhkan points untuk diunlock. Ya, kalian harus memperoleh points yang cukup melalui mode yang terlebih dahulu diakses agar dapat mengakses mode selanjutnya, sebelum akhirnya berganti ke kelas atau tingkatan yang lebih tinggi dalam career mode.

Untuk masuk ketingkatan yang lebih tinggi, kalian memerlukan points yang cukup untuk mengaksesnya.

Bagi kalian yang ingin membangun tantangan tersendiri, ada custom mode yang memungkinkan kalian merealisasikan hal tersebut. Kalian dapat menentukan mode, sirkuit, tingkat kesulitan, hingga jumlah pembalap yang berkompetisi. Tentunya ini merupakan sebuah mode yang cocok bagi kalian yang sekedar ingin bersenang-senang atau melakukan kegilaan semata.

Custom event memungkinkan kalian menciptakan jenis pertandingan kalian sendiri.

Untuk menjalani tantangan dalam mode yang lebih tinggi dan lebih sulit, kalian tentu membutuhkan mobil yang lebih mempuni atau upgrade yang cukup. Berkat XP dan mata uang yang telah kalian miliki, kalian dapat membeli mobil baru atau melakukan upgrade mobil yang telah ada untuk meningkatkan performa. Tak hanya upgrade, mata uang juga berfungsi untuk melakukan kustomisasi, memang fitur kustomisasi yang dihadirkan tak terlalu beragam dan “wah”, namun terasa cukup untuk sekedar memberikan tampilan mobil agar terlihat lebih modis atau juga sebaliknya.

Fitur kustomisasi yang ada kurang bervariasi, dan terasa bagaikan pelengkap semata.

Sigap Berantas Bug & Glitch

Sebuah momok paling dibenci developer maupun gamer itu sendiri tentu adanya masalah pada game yang bersangkutan. Biasanya masalah tersebut hadir pada versi pertama game yang bersangkutan, dan hal tersebut nampaknya juga menggrogoti Wreckfest. Sebagai media reviewer, kami menerima review code sebelum Wreckfest versi console resmi meluncur pada tanggal 23 Agustus lalu, dan kami mendapatkan versi PlayStation 4-nya.

Bugbear mengatakan versi awal tersebut akan masih belum sempurna, dan benar saja, ia masih hadir sangat prematur dan penuh kendala. Mulai dari bug texture, hingga bug infinity loading yang sangat menggangu, masalah infinitie loading tersebut bahkan selalu muncul setelah 5-8 kali melakukan pertandingan, dan tentunya selalu memaksa kami keluar dari game secara paksa. Tak hanya saat akan memulai match, bug loading infinity loading tersebut juga sering kali muncul saat memilih mobil yang akan digunakan.

Sebelum dan sesudah, Bugbear telah menangani bug dan glitch yang ada tepat di tanggal perilisan

Namun untungnya, sesuai janji, melalui patch perdan yang dirilis di hari pertamanya, Bugbear mampu mengilangkan hampir semua masalah yang ada. Kalian tak akan jarang lagi menemui berbagai bug & glitch serius, tak akan ada lagi infinity loading yang sangat menggangu tersebut. Tentunya ini merupakan sebuah langkah yang sangat patut diacungi jempol, dimana Bugbear & THQ Nordic memastikan Bugbear rilis dengan tanpa masalah serius.

Visual Mempuni Dengan Efek Kehancuran Ekstrim

Dengan waktu development yang cukup dan masa early access matang, Bugbear berhasil mempersembahkan kualitas maksimal visual game racikannya tersebut. Bersama dengan aspek kehancuran sebagai daya tarik utamanya, identitas tersebut semakin diperkuat dengan tampilan visual yang terlihat ciamik.

Partikel kehancuran yang tersaji terlihat mengerikan sekaligus memukau.

Disongkong dengan teknologi soft-body dynamics, tiap kehancuran yang ada mampu dipresentasikan dengan sempurna. Tiap puing-puing, besi yang berserakan, badan mobil yang hancur, dan berbagi objek lainnya terlihat sangat realistis. berbagai detail umum seperti texture, shadow, lighting, fog, reflection kesemuanya juga terlihat apik dan mampu menyuguhkan atmosfir yang seharusnya. Sebagai buktinya? kalian dapat melihat tiap screenshot yang kami suguhkan dalam review kali ini.

Soundtrack Mengglegar Namun Kurang Variasi

Apa daya tarik “wajib” lainnya yang harus dimiliki game racing? tentu adalah soundtrack yang mampu memacu adrenalin ke tingkat paling tinggi. Untuk hal tersebut, tentunya Wreckfest mampu mempresentasikannya dengan cukup baik, tiap aksi cepat penuh kehancuran yang kalian lakukan akan diiringi alunan musik membahana penuh semangat dari beberapa musisi ternama, salah satunya adalah Cyan Kicks.




Namun sayangnya, tak seperti Need For Speed, Forza Horizon, atau game racing lainnya yang penuh dengan segudang soundtrack. Wreckfest punya soundtrack yang sangat terbatas, dan mungkin dapat dihitung dengan sepasang jari tangan saja. Tak ada genre lain pula, Wreckfest hanya memiliki genre rock untuk daftar soundtracknya, namun mungkin Bugbear memang sengaja melakukan hal tersebut agar mampu menghadirkan kesan kuat “kehancuran” yang dihadirkan Wreckfest. Namun tetap saja, daftar soundtracknya yang hadir terasa sangat minim dan selalu terputar secara repetitif.

Conclusion

Wreckfest hadir sebagai sebuah game racing yang terasa segar, dimana alih-alih balapan menjadi fokus utama, ia justru menonjolkan sebagai daya tarik utamanya. Sebuah inovasi yang sebenarnya terlihat sederhana memang, namun dapat dieksekusi dengan matang dan pada akhirnya terasa sangat adiktif. Tindakan Bugbear dalam mengatasi berbagai kendala melalui day 1 patch di hari pertama perilisan game ini juga sangat patut diacungi jempol.

Namun walaupun demikian, Wreckfest tetap bukanlah sebuah game racing yang sepenuhnya sempurna, ia masih punya konten yang terasa masih belum lengkap. Soundtrack yang seharusnya menjadi salah satu daya pikat utama game racing juga hadir tak sebanyak yang diharapkan. Namun terlepas dari semua masalah tersebut, Wreckfest tetaplah sebuah game racing yang harus kalian coba, terutama bagi kalian yang ingin melepas penat dengan “menghancurkan” sesuatu.


Baca juga berita atau artikel menarik lainnya dari Author.

Contact: [email protected]

Ernard Anky

Written by Ernard Anky