Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
  • Android
  • iOS
  • PC
  • PS4
  • PS5
  • Switch
  • XBOX One
  • Xbox Series X
  • Genshin Impact
  • GTA
  • GB Live!
Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
Gamebrott.com
No Result
View All Result

Gamebrott > OPINI > Sampai Kapan Tren Game Battle Royale Akan Bertahan?

Sampai Kapan Tren Game Battle Royale Akan Bertahan?

by Andy Julianto
14 Agustus 2019
in OPINI
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Battle Royale PUBG x Free Fire x Apex Legends x Fortnite
0
SHARES
62
VIEWS
Bagikan ke FacebookShare on Twitter

Bayangkan, kamu bersama puluhan atau bahkan ratusan orang lain tidak saling mengenal, tiba-tiba dikumpulkan dalam sebuah pulau yang sudah tak berpenghuni. Dan untuk keluar dari pulau tersebut, kamu harus membantai orang-orang lainnya hingga tersisa seorang diri, bermodalkan berbagai persenjataan dan perlengkapan yang tersebar di pulau tersebut.

Hal tersebut mungkin terdengar menyeramkan dan tidak mungkin akan pernah terjadi, well, setidaknya di dunia nyata. Skenario ataupun konsep diatas kini lebih populer disebut sebagai Battle Royale, dan kamu mungkin telah mendengarnya atau bahkan memainkan game-game dengan konsep atau genre tersebut. Dan entah kenapa penulis sedang ingin sedikit membicarakan genre yang sangat populer ini.

Kamu yang mengikuti perkembangan industri video game tentunya mengetahui bahwa genre Battle Royale bisa dikatakan secara mendadak populer mulai dari kemunculan game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) garapan Bluehole (sekarang ditangani oleh PUBG Corporation). Kepopuleran PUBG yang terus meroket kemudian menginspirasi berbagai developer game lainnya untuk menghadirkan kreasi Battle Royalenya sendiri.

Walau memang PUBG yang mempopulerkan genre Battle Royale, game H1Z1 (sekarang Z1 Battle Royale) garapan Daybreak Studios diketahui sebagai game yang pertama kali memperkenalkan konsep Battle Royale.

PUBG Battle Royale
PUBG

Sekitar 2 tahun semenjak kemunculan PUBG, semakin banyak game Battle Royale lainnya yang tetiba menginvasi pasar video game. Salah satunya seperti Fortnite garapan Epic Games, dimana pada awalnya game tersebut merupakan game multiplayer survival biasa, dan kini mode Battle Royalenya sendiri jauh  lebih populer daripada game utamanya. Kemudian PUBG sendiri bersama Tencent menghadirkan PUBG Mobile yang kini cukup populer di SEA bersama dengan Free Fire garapan 111dots Studio. Dan tidak ketinggalan satu game Battle Royale yang baru rilis awal tahun ini dan menjadi game Battle Royale favorit penulis, yaitu Apex Legends garapan Respawn Entertainment.

Namun, mengikuti tren Battle Royale tak selamanya berjalan dengan baik. Beberapa diantaranya bisa dikatakan tidak berhasil memanfaatkan momen yang booming secara mendadak ini. Seperti Radical Heights garapan Boss Key Studios, dimana mereka juga gagal memenuhi ekspektasi game LawBreakers, kemudian developer Xaviant yang rela meninggalkan The Culling, yang lebih dulu hadir sebelum PUBG, untuk The Culling 2 yang juga harus berakhir gagal. Kemudian Z1 Battle Royale yang sebelumnya merupakan pelopor game Battle Royale juga semakin ditinggalkan pemainnya, serta Mavericks: Proving Grounds yang dijanjikan memiliki game Battle Royale dengan 1000 orang, harus berakhir dibatalkan karena masalah dana.

radical heights boss key
Radical Heights

Mungkin pernah terbenak dalam pikiranmu; apakah tren ini akan terus hidup sampai bertahun-tahun kedepan, atau justru akan padam dalam waktu dekat. Jika mengingat di Twitch sendiri game Battle Royale masih sangat ramai ditonton, dan di Indonesia sendiri pemain PUBG Mobile dan pemain Free Fire masih sering berkelahi soal pintu, agaknya tren Battle Royale tidak akan padam dalam waktu dekat.

Banyak gamer, atau setidaknya gamer PC dan konsol, mungkin merasa muak dengan kehadiran Battle Royale yang tidak kurun berhenti. Dan setidaknya ada beberapa developer yang nampaknya tidak terpaku dengan genre tersebut, seperti Hideo Kojima misalnya, yang baru-baru ini membuat peryataan bahwa Battle Royale memang cara cepat untuk menghasilkan uang, namun sang kreator nyentrik satu ini tidak akan membuatnya dan tetap fokus pada ide kreatif dan kualitas game singleplayer.

Developer lain seperti Infinity Ward juga sempat mengkonfirmasikan bahwa reboot Call of Duty: Modern Warfare yang justru berpotensi menghadirkan game Battle Royale justru tidak menghadiran mode tersebut saat perilisannya. Namun baru-baru ini muncul sebuah rumor yang menjelaskan bahwa mode Battle Royalenya akan rilis beberapa bulan setelah perilisan sebagai game free-to-play. Hal ini juga mengingat bahwa Activision selaku publisher sendiri terkenal akan Microtransactionnya yang cukup ‘kencang’, agaknya aneh jika mereka melewatkan momen Battle Royale yang masih populer hingga saat ini.

Call of Duty Modern Warfare google
Apakah Call of Duty: Modern Warfare akan miliki mode Battle Royale?

Kinipun tren Battle Royale sendiri tengah dihadapi gempuran tren Auto Chess yang muncul dari sebuah mod di Dota 2. Dan Kepopuleran Auto Chess sendiri dengan cepat membuat berbagai developer seperti Tencent dan Valve membuat game Auto Chess nya sendiri. Di SEA pun, terutama di Indonesia, game Auto Chess tengah gencar-gencarnya dimainkan dan dipromosikan.

Tidak hanya Auto Chess, genre MOBA yang sudah muncul lebih lama dari Battle Royale sendiri masih cukup ramai dan diminati. Setidaknya di Indonesia, Mobile Legends dan Arena of Valor masih cukup ramai dimainkan dan tentunya bisa kamu lihat di berbagai tongkrongan. Sehingga selain berhadapan dengan Auto Chess, Battle Royale juga akan bersaing dengan MOBA yang juga masih kuat.

Genre Battle Royale, Auto Chess, maupun MOBA sebagai game online kompetitif, sejatinya memiliki satu premis permainan yang dilakukan secara berulang-ulang. Dimana secara tidak langsung, hal tersebut menuntut para developer untuk terus melakukan update dan menghadirkan konten baru secara berkala, agar para pemainnya tidak cepat bosan dan memutuskan untuk beralih ke game lainnya yang lebih menarik.

PUBG dan Fortnite misalnya, sebagai game Battle Royale yang secara berkala menghadirkan update dan konten dalam jenjang waktu yang tidak berjauhan agar tetap mempertahankan para pemainnya. Berbeda dengan Apex Legends yang akan menghadirkan update besar hanya pada saat pergantian Season, diselingi dengan update-update kecil. Hal tersebut dilakukan oleh Respawn karena mereka ingin mengedepankan kualitas bermain serta kesejahteraan para karyawannya.

Apex Legends

Untuk menjawab pertanyaan yang juga sekaligus menjadi judul artikel opini ini, penulis hanya bisa memprediksikan bahwa setidaknya genre Battle Royale akan terus bertahan setidaknya sampai 10 tahun kedepan, namun mungkin tidak akan sepopuler seperti dua tahun belakangan ini, well, setidaknya diluar Indonesia. Karena Tencent sendiri nampaknya masih cukup ngegas untuk PUBG Mobile yang sangat sukses di SEA terutama Indonesia.

Tulisan yang agak random ini tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan game-game Battle Royale. Namun yang ditakutkan dari tren seperti ini adalah semakin berkembangnya budaya ‘copy paste’, dimana banyak developer ingin menghasilkan uang dengan cepat melalui formula milik developer lain yang gamenya sukses, dalam hal ini mengikuti formula PUBG dan Fortnite, kemudian sekedar mengemasnya dengan tampilan yang berbeda.

Apex Legends sendiri merupakan satu game yang cukup berhasil menghadirkan permainan Battle Royale yang bisa dikatakan cukup segar, dimana mereka menggabungkan elemen permainan Overwatch; karakter dengan kemampuan uniknya masing-masing, dan memiliki fokus pada komposisi dan kerjasama tim. Sehingga barbar sendirian seringkali bukanlah ide yang bagus dalam Apex Legends, kecuali jika kamu memiliki skill seperti mamang Shroud.

Satu game Battle Royale menarik lainnya yang ingin penulis sebutkan disini adalah Darwin Project, sebuah game Battle Royale free-to-play dengan premis permainan layaknya film The Hunger Games. Walau hanya pertandingan 10 orang, selain bermain layaknya game Battle Royale pada umumya, kita juga bisa menjadi spectator untuk mendukung atau menjadi sponsor bagi pemain yang sedang bertanding, agar pemain yang kita dukung tersebut mendapatkan keuntungan dalam pertandingan. Namun sayang, game ini sendiri cukup underrated, padahal game-game dengan premis dan twist seperti inilah yang diharapkan untuk kemajuan industri video game, tidak sekedar copy paste dari formula yang sudah ada.

Darwin Project

Akhir kata, penulis sendiri ingin menutup bacotan ini dengan berharap yang terbaik untuk game Battle Royale dan industri video game secara umum kedepannya. Nah, kira-kira bagaimana pendapatmu tentang tren Battle Royale ini brott? Apakah kamu setuju bahwa Battle Royale sudah semakin membosankan dan segera mati, atau justru akan tetap kuat bertahan sampai bertahun-tahun yang akan datang? Yuk, langsung aja share pendapatmu di kolom komentar.


Baca juga informasi menarik lainnya terkait game Battle Royale atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto.

Tags: apex legendsBattle RoyaleFeatured PostFree FirePUBGPUBG Mobile
SummarizeShareTweetSend
Previous Post

Resmi! Seri Need for Speed 2019 Berjudul “Heat”

Next Post

Lucica kan Padukan Barrier dengan Tangan Kosong di Oninaki

Andy Julianto

Andy Julianto

Sesosok alien yang gemar berkelana menjelajahi segmentasi game-game RPG dan Indie. Cukup aktif dalam berpetualang di game MMO Guild Wars 2, dan saat ini masih berusaha menyelesaikan game Persona 5 ditengah-tengah kesibukan mengerjakan skripsi #Prioritas. You can contact me via author@gamebrott.com

Related Posts

Kuro Games Wuthering Waves

Kuro Games Tindak Tegas Aksi DMCA Palsu yang Dialami Para Artist Wuthering Waves

by Muhammad Faisal
17 menit ago
0

Developer Kuro Games menanggapi secara tegas terhadap pelaku yang mengirim DMCA palsu ke Artist gambar yang heboh di komunitas WuWa.

Player Resident Evil Requiem 91 Tahun

Player RE Requiem Usia 91 Tahun Tamatkan Game Pakai Catatan Sendiri Tanpa Petunjuk di Internet

by Muhammad Faisal
23 jam ago
0

Ada seorang Player Resident Evil Requiem berusia 91 tahun berhasil tamatkan dengan buku catatan sendiri tanpa guide di internet. Serius,...

CEO NVIDIA AI Slop

CEO NVIDIA Mengaku Tak Suka ‘AI Slop’, Singgung Kekhawatiran Gamer Soal DLSS 5

by Muhammad Faisal
24 jam ago
0

Menyinggung kekhawatiran Gamer soal DLSS 5, Jensen Huang selaku CEO NVIDIA mengaku diriniya tidak suka 'AI Slop'.

AI Sora OpenAI

Aplikasi Video AI Sora Resmi Ditutup oleh OpenAI

by Muhammad Faisal
1 hari ago
0

Baru-baru ini muncul laporan kalau aplikasi video AI Sora telah resmi ditutup oleh pemiliknya, yaitu OpenAI. Lho, serius nih?!?!

Load More
Please login to join discussion

Gamebrott Latest

Kuro Games Wuthering Waves

Kuro Games Tindak Tegas Aksi DMCA Palsu yang Dialami Para Artist Wuthering Waves

by Muhammad Faisal
17 menit ago
0

Marathon 1,2 Juta Kopi

Marathon Terjual 1,2 Juta Kopi, PlayStation Hanya Sumbang 19 Persen Dari Total Penjualan

by Nadia Haudina
22 menit ago
0

penulis di valve

Penulis di Valve Ungkap Sedang Eksplorasi Penggunaan AI untuk Karakter NPC

by Andi
32 menit ago
0

Sekiro inner father FI

Seorang Pemain Sekiro Kalahkan Inner Father Setiap Hari Selama Hampir 4 Tahun

by Andy Julianto
59 menit ago
0

game first party

Versi Digital Game First Party Nintendo Switch 2 Bakal Dibanderol Lebih Murah

by Andi
1 jam ago
0

Gamebrott Live

Gamebrott Trending

Cheat GTA

200+ Cheat GTA Paling Lengkap Maret 2026 di PS2, PS3, PS4, PS5, PC dan Android

by Muhammad Faisal
4 minggu ago
0

Nama Squad Mobile Legends

2000+ Nama Squad Mobile Legends (ML) Keren dan Artinya yang Berkualitas

by Jeri Utama
3 bulan ago
0

Download Game PPSSPP Ukuran Kecil

120+ Game PPSSPP Ukuran Kecil Terbaik di Dunia yang Seru dan Tidak Cepat Bosan Tahun 2026

by Muhammad Faisal
2 bulan ago
0

Nickname Keren

1000+ Nickname Keren yang Bisa Kalian Pakai di Game Favoritmu 2026!

by Jendra
3 bulan ago
0

cover 39 low end games gamebrott

120 Game PC Ringan Terbaik di Dunia yang Takkan Buat Laptop dan PC Kentang Kalian Meleleh

by Muhammad Maulana
1 tahun ago
33

© Gamebrott.com Ltd. 
Untuk say hello, kerjasama, Press Release, dan kolaborasi lainnya silahkan hubungi;
Career
: hrd@gamebrott.com
Partnership: info@gamebrott.com
Press Release: pr@gamebrott.com
Phone/Whatsapp: (+62)-852-7134-8676

POWERED BY

Visit our GMA team:
Vietnam – EXP GG VN
Taiwan HK – EXP GG TW
Thailand – GamingDose

  • About Us
  • Contact Us
  • advertising
  • SITEMAP

© 2026 Gamebrott Limited

No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • G | LIST
  • PLATFORM
    • Android
    • iOS
    • PC
    • PS4
    • PS5
    • Switch
  • TECH
  • Tutorial
  • Popular Games
    • Mobile Legends
    • Free Fire
    • PUBG Mobile
    • GTA
    • Genshin Impact
  • Videos
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • Topup

© 2026 Gamebrott Limited