Seorang Hacker Bagi Pengalaman Hidup 20 Tahun dari Hasil Hack Game Online

1501355806253 20170727 180554

Source image: VICE

Selama dimamfaatkan dengan baik, bakat apapun bisa hasilkan uang. Namun bagaimana jika bakat tersebut adalah hacking dan dimamfaatkan untuk rentas sistem keamanan game online? Apakah kata-kata tersebut berlaku, ya… setidaknya untuk pria satu ini.

Seorang pria dengan nama palsu “Manfred” telah jadikan hacking game online sebagai penghasilan utamanya selama 20 tahun. Tetapi bukan untuk merusak pengalaman bermain gamer lain lewat hack-nya, pria ini telah tembus ratusan sistem keamanan game MMO untuk mereplika item di game yang kemudian dia jual ke pemain lain lewat eBay dan store online lainnya.

“Hack terbaik adalah hack yang tak terlihat karena kamu melawan peraturan tanpa orang lain sadar. Ketika kamu hack game online, tujuan utamamu adalah menjadi invisible (tak terlihat oleh orang lain). Kamu tak mau mengganggu pemain lain, kamu tak mau pemiliki game mengetahui apa yang kamu hack. Kamu bahkan tak mau tahu jika apa yang kamu lakukan itu bisa dilakukan” Jelas Manfred saat ditemui VICE Motherboard.

Pada acara Def Con 2017, Manfred keluar dari “guanya” untuk ceritakan kisah 20 tahunnya ini kepada VICE sekaligus perlihatkan secara langsung caranya meng-hack game Wildstar Online didepan audiens yang hadir ke acara tersebut. Lewat aksi hack-nya dia berhasil miliki uang sebanyak 18 quintilion in-game dari hasil transaksi item via market di game.

Setelah perlihatkan demonya ini, Manfred akan kembali menjadi “hantu” dan hilang dari pandangan orang-orang, layaknya 20 tahun perjalanan hacking-nya.

Wildstar Online

Jadi penjual item game dengan uang asli sebelum microtransaction mainstream

Perjalanan hacking Manfred dimulai dari Ultima Online, game pelopor MMO pertama kali di PC. Manfred berhasil temukan cara untuk bermain-main dengan mata uang serta item di game kemudian menjualnya ke eBay dan online marketplace di Cina. Dia menolak untuk menyebutkan seberapa banyak uang yang dia hasilkan, namun dia katakan dia pernah menjual kastil di game seharga $2000.

Ultima Online

Melihat skill hacking-nya ini menghasilkan uang, dia langsung terpikir untuk terus lakukan bisnis ini di game Ultima Online selama 3 dan 4 tahun untuk membayar biaya kuliahnya.

Selesai dengan Ultima Online, dia lanjut melakukan hal serupa dengan kumpulan game MMO lain yang terdiri dari Lineage 2, Shadowbane, Final Fantasy XI, Dark Age of Camelot, Lord of the Rings Online, RIFT, Age of Conan, Star Wars: The New Republic, Guild Wars 2 dan masih banyak lagi.

Sepanjang 20 tahun melakukan hacking ini, Manfred belum pernah terlibat masalah ataupun ketahuan oleh pemilik game, namun tak berarti dirinya tak memunculkan konflik sama sekali terhadap game yang dia hack. Shadowbane menurut Manfred begitu mudah direntas, hacker bisa masukan data apapun kedalam server tanpa pengawasan dari sistem keamanan game, membuat hacker pemula pun dengan mudah bisa rentas game tersebut. Alhasil, game tersebut menjadi sarang para hacker. Semua pemain mendadak kehilangan semua item mereka, membuat banyak pemain malas untuk bermain kembali.

Setelah kejadian Shadowbane ini, dia memutuskan untuk berhenti melakukan hack yang tersebar luaskan dan mulai melakukan aksinya dengan diam-diam sepenuhnya tanpa diketahui oleh siapapun agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Shadowbane

Manfred mungkin adalah salah satu hacker game online yang bertahan paling lama saat ini. Dia berhasil bertahan melakukan aksi hack puluhan game selama 20 tahun tanpa ketahuan sama sekali oleh pemilik game disaat grup hacker lainnya seperti yang ada di Korea Selatan pada tahun 2011 silam ditahan untuk aksi serupa.

Pensiun setelah 20 tahun tak ketahuan

Setelah 20 tahun lakukan aksi hacking-nya tanpa “terciduk” sama sekali, Manfred putuskan untuk berhenti. Dia berharap dengan hilangnya satu hacker seperti dia bisa menjadi pelajaran untuk semua orang jika video game perlu sistem keamanan yang lebih kuat lagi karena hampir semua game yang dia rentas miliki titik kelemahan yang sama.

Setelah berhenti dengan kerja lamanya ini, dia kini miliki perkerjaan baru yang jujur dan tak kriminal yaitu seorang konsultan perusahaan.

Apa yang membuatnya berhenti melakukan hacking yang telah dia lakukan selama 20 tahun terakhir, apakah karena takut terciduk seperti grup hacker Korea yang kita sebutkan sebelumnya tadi? Tidak, alasannya mungkin akan terdengar sedikit ironi. Dia memutuskan untuk berhenti setelah melihat game MMO sekarang mulai gunakan strategi baru untuk dapatkan keuntungan yaitu penjualan item in-game dengan uang asli atau biasa kita panggil sebagai microtransaction, sesuatu yang pada dasarnya telah dia lakukan sebelum hal tersebut di-mainstreamkan publisher sekarang. Karena merasa tak adil untuk berkompetisi dengan strategi ekonomi tersebut, dia memutuskan untuk berhenti.

Pertunjukkannya memperlihatkan proses hacking game Wildstar Online di Def Con 2017 akan menjadi aksinya yang terakhir. Namun dia tak mau apa yang dia perlihatkan tersebar luas ke hacker-hacker lain, maka dirinya telah laporkan cara hack-nya ke pihak NCSOFT agar mereka bisa perbaiki masalah keamanan tersebut sebelum kerusakan yang disebabkan makin besar.

Source: Motherboard

Exit mobile version