Seorang Ibu Berterima Kasih Kepada Dev. Hellblade: Senua’s Sacrifice Setelah “Selamatkan” Anaknya

in , ,

Setelah dapatkan banyak kritik panas dari DMC: Devil May Cry, studio asal Inggris – Ninja Theory mulai kerjakan Hellblade: Senua’s Sacrifice selama 3-4 tahun. Bermodalkan pengalaman dari game-game sebelumnya dan tim berisikan 20 orang, Ninja Theory berhasil rilis game unik mereka secara independen dan sukses mulai dari resepsi para gamer dan juga dari penjualan game.

Yang membuat Hellblade: Senua’s Sacrifice sangatlah unik dari game lainnya ialah representasi kondisi psikologis yang dirasakan oleh karakter utama – Senua. Segala yang dia hadapi oleh karakter utama sepanjang game tak lebih dari halusinasi semata dan keseluruhan game seakan dibuat menjadi pengalaman untuk gamer agar lebih mengenal akan psikosis dan kondisi psikologis lainnya.

Eksekusi kisah metafor dan representasi kondisi psikologis yang sempurna dari Ninja Theory ini juga berhasil membujuk banyak orang dengan masalah serupa untuk mencari bantuan dokter. Anak dari Jessica Prime menjadi salah satu contohnya.

Jessica Prime lewat Twitter mengucapkan terima kasih kepada Ninja Theory atas game buatan mereka. Ibu dari dua anak ini ungkapkan anak keduannya menderita psikosis dan bahkan sempat berencana untuk bunuh diri karena tak tahan lagi dengan semua masalah yang dia hadapi. Namun setelah bermain Hellblade: Senua’s Sacrifice, dia merasa terbujuk dan meminta ibunya untuk membawanya ke rumah sakit.

Ninja Theory hanya bisa mengucapkan terima kasih atas tweet dari Jessica tersebut dan mengharapkan yang terbaik untuk anaknya.

Source: The Gamer

Muhammad Maulana

Written by Muhammad Maulana

Seseorang yang menghabiskan waktunya mengamati Video Game dan Film.