Seorang Ilmuwan Ungkap “Ketidak-Masuk-Akalan” Dunia Fallout 76

in , , ,

Bagi kalian yang sudah lama mengikuti seri Fallout, pemberitahuan Bethesda yang telah mengumumkan Fallout 76 sebagai seri game multiplayer online jelas merupakan suatu langkah yang cukup mengejutkan bagi seluruh panggemarnya. Pasalnya, seri game yang menceritakan tentang kehidupan paska perang nuklir tersebut biasa banyak orang kenal sebagai game single player RPG dengan unsur penceritaan yang sangatlah fokus. Apakah dengan hal ini Bethesda akan mampu memberikan banyak hal positif pada seri Fallout teranyarnya itu, atau justru malah sebaliknya ?

Di luar dari fitur multiplayer Fallout 76 yang memang telah menimbulkan suatu tanda tanya tersendiri, ada beberapa hal lain yang mungkin bisa menjadi satu koreksi atau masukan bagi Bethesda dalam mengembangkan game kesayangannya. Sama sekali tidak berkaitan dengan hal-hal teknis yang ada di dalam game tersebut, seorang fisikawan senior yang biasa meneliti berbagai efek radiasi dari benda-benda bermuatan nuklir bernama Paddy Regan, merasa tergelitik untuk menyinggung soal kerealistikan ataupun keakuratan sains terhadap seluruh kejadian yang ada pada Fallout 76.

Dilansir dari sebuah wawancara pada pihak PCgamesN, profesor dari universitas Surrey, Inggris ini memberi sebuah kritikan mengenai plot Fallout 76 yang mengambil setting tepat 25 tahun setelah bom nuklir jatuh. Di sana, para manusia diceritakan masih bisa bertahan hidup secara sehat walafiat dengan mengungsi di sebuah bunker yang selama ini kita ketahui sebagai Vault 76. Menurut Regan, hal tersebut sangatlah tidak masuk akal karena dengan bertahan hidup di sana dalam waktu lebih dari dua dekade, manusia sejatinya sudah terpapar oleh banyaknya muatan-muatan radiasi berbahaya yang berujung pada kematian.

Ia pun menjelaskan secara lebih lanjut bila efek radiasi dari bom nuklir memang tidak bekerja secara langsung dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Pada sekitaran 10 sampai 15 hari saja, beragam unsur-unsur beradioaktif sudah bisa muncul dari tiap juta kepingan bom nuklir yang telah meledak. Sedangkan mengenai penyebarannya, gambar awan dari ledakan nuklir yang menyerupai “jamur” itu sudah memberimu banyak pengertian bahwa senyawa-senyawa berbahaya tersebut bisa menyebar secara langsung sampai ke lapisan troposfer.

Sehingga lewat apa yang diungkapkan oleh profesor Regan tersebut, ia malah menyimpulkan bila tinggal di bunker justru jauh lebih berbahaya daripada berada di luar. Dikarenakan bahwa potensi dari dua unsur radioaktif kuat yang hinggap di tubuhmu bisa berkembang menjadi sebuah kanker yang masih belum bisa diketahui ataupun diteliti, khususnya bagi manusia yang sudah tinggal selama 30 tahun di sana.

Meski Regan mengkritisi kondisi atau rentang waktu dari kejadian bom nuklir dengan bunkernya sebagai tempat pengungsian dalam Fallout 76, ia pun cukup mengakui bila penggambaran suasana alam West Virginia setelah bom nuklir meledak masih tetap dirasanya sejalan dengan sains. Meski secara mengejutkan, Bethesda menunjukan suatu kualitas ekologi lingkungan yang benar-benar hidup, hal itu masih dianggapnya masuk akal berkat ketiadaan manusia di sana.

Kumpulan flora dan fauna biasanya punya rentang usia yang pendek bila dibandingkan dengan manusia. Jika tidak ada manusia yang berdiri sendiri sebagai sang pemuncak rantai makanan di suatu ekosistem, alam telah mempunyai peran yang sangat baik dalam memperbaharui ataupun memudarkan segala bentuk senyawa-senyawa beradioaktif itu. Hal tersebut telah dibuktikannya melalui contoh pada kejadian Chernobyl.

Kembali lagi ke soal kritikannya, ia juga menyinggung perihal yang berbau tentang makanan. Pada game Fallout, mengkonsumsi makanan yang berbentuk segelan seperti kaleng biasanya dapat membuat karaktermu terkena sedikit efek radiasi. Menurut apa yang dituturkan oleh Regan, hal tersebut rupanya sama sekali tidak benar. Karena sebenarnya  jauh lebih berbahaya memakan makanan dari hewan-hewan yang sudah lama menetap selama berbulan-bulan di suatu area bekas lokasi ledakan nuklir. Ia pun kembali memberi bukti pada kejadian setelah peristiwa Chernobyl, lewat meningkatnya jumlah orang yang terserang penyakit kanker Thyroid pada waktu itu. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata penyakit ini berasal dari adanya pengonsumsian susu sapi yang sudah terkontaminasi.

Terakhir mengenai “mutasi” suatu mahluk hidup, dimana pada dasarnya hal ini jelas tidak akan sesuai dengan sains dan seakan semakin menegaskan bahwa game Fallout memang hanyalah sebuah karya fiksi belaka. Regan mengungkapkan jika hewan yang telah terkena banyak bentuk radiasi secara berlebihan tersebut tidak akan mengalami perubahan bentuk fisik yang signifikan, yang ada justru ia akan kehilangan kemampuan untuk bereproduksi atau mandul. Meski gen yang dimiliki oleh mahluk hidup memang bisa bermutasi atau berubah dari waktu ke waktu, hal tersebut sayangnya harus diwariskan kepada salah satu calon keturunan yang betul-betul sehat untuk bertahan hidup dalam rentang waktu yang terbatas. Atau dengan kata lain, ujung-ujungnya hanya alamlah yang lebih banyak berperan dalam menyeleksi semuanya.

Jadi, nampaknya ini akan hal cukup sulit bagi kalian yang sedang ingin bermimpi untuk bisa menjumpai secara nyata mahluk-mahluk mutasi yang biasa kamu saksikan di film-film atau game bergenre horror science fiction. Game Fallout 76 sendiri rencananya akan hadir di platform PS4, Xbox One, dan PC (via Bethesda.net) pada tanggal 14 November 2018.

Sumber: PCgamesN

 

Ido Limando

Written by Ido Limando

Just an ordinary gamer who currently in love with Warframe. Also Football, Badminton, and Pro Wrestling enthusiast. Contact: [email protected]