Developer Pastikan Seri Like a Dragon Tetap Berakar pada Kisah Bapak-bapak

seri like a dragon

Like A Dragon berhasil menggaet banyak penggemar berkat kisah, gaya combatnya, dan kultur Jepang yang diperkenalkan untuk para pemain nikmati. Meskipun serial ini awalnya berfokus pada Kazuma Kiryu dan kehidupannya di dunia kriminal, banyak hal berubah dengan diperkenalkannya Ichiban Kasuga.

Pada akhirnya, perubahan ini merambat ke narasi dan combat style-nya yang berubah jadi turn-based di Yakuza: Like a Dragon. Dan sekarang, dengan adanya Like a Dragon: Infinite Wealth, serial ini terus berjalan dengan mempertahankan sosok ‘bapak-bapak’ sebagai elemen utama.

Seri Like A Dragon Bakal Terus Dibintangi oleh Bapak-bapak

Dalam wawancaranya bersama AUTOMATON, director Like a Dragon: Infinite Wealth, Ryosuke Horii, dan Hirotaka Chiba selaku Lead Planner jelaskan bahwa fokus utama dari serial ini adalah “middle-aged guy things” atau hal-hal yang berkaitan dengan bapak-bapak.

Keduanya menegaskan bahwa hal ini tidak akan pernah tergantikan meskipun penikmat serial Like a Dragon semakin meluas dengan banyaknya pemain baru yang gabung ke fandom ini. Justru tetap akan hadirkan protagonis dengan usia 40-50an dan menyelami lebih dalam hal-hal apa saja yang dialami oleh bapak-bapak biasanya.

Ryosuke Horii & Hirotaka Chiba

“Soalnya kami sendiri juga udah bapak-bapak. Jadi, kami rasa itulah target audience yang kami tuju.”

Ryosuke Horii & Hirotaka Chiba.

Kedua developer membuat perumpamaan mainin game Yakuza ini seolah sedang “chill bareng bapak-bapak di bar”, bukan seperti “mabok-mabokan party brutal bareng anak muda”. Apalagi player game ini kebanyakan sudah berada di usia yang tak lagi muda membara, jadi permasalahan yang dihadapi pun sangat relateable di kehidupan nyata.

Sebagaimana yang diterangkan oleh Horii bahwa “bapak-bapak inilah nilai jualnya“. Dimana mereka mempunyai aura yang berbeda sebab sering mengeluh sakit punggung dan sejenisnya, sangat berbeda dengan sekelompok pemuda yang semangatnya berapi-api.

Sebagai contoh, ada satu momen di mana Adachi bingung apakah dia harus minum bir atau tidak karena dia kepikiran dengan asam uratnya. Nah, elemen seperti inilah yang akan terus dihadirkan oleh developer ke serial mereka.

Menurut kalian sendiri gimana, brott?


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita Game atau artikel lainnya dari Sofie Diana. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com

Exit mobile version