Serikat Pekerja Ubisoft CEO – Kondisi di Ubisoft belakangan ini semakin memburuk. Para karyawan tampaknya sudah mencapai batas kesabaran dan mulai kompak melawan berbagai keputusan perusahaan. Setelah gelombang PHK yang terus terjadi, ditambah pembatalan beberapa game dan penutupan sejumlah studio, banyak karyawan merasa kepercayaan mereka perlahan hilang.
Nah baru-baru ini, perwakilan serikat pekerja Ubisoft memperingatkan bahwa manajemen perusahaan hampir mustahil bisa memulihkan kepercayaan karyawan selama CEO yang sudah lama menjabat yaitu Yves Guillemot masih tetap memegang kendali.
Serikat Pekerja Ubisoft Mendesak CEO Perusahaan untuk Segera Mundur

Dalam wawancara dengan Game Developer, Marc Rutschlé dan Chakib Mataoui selaku perwakilan serikat Solidaires Informatique mengatakan bahwa suasana di internal perusahaan sedang memanas. Menurut mereka, banyak karyawan Ubisoft merasa panik dan marah setelah mengalami sesuatu yang mereka anggap sebagai bentuk pengkhianatan.
Menurut Rutschlé dan Mataoui, Guillemot sebaiknya mundur jika perushaaan masih ingin memiliki peluang memulihkan kepercayaan para karyawannya. Rutschlé menegaskan bahwa ia tidak menganggap seluruh masalah perusahaan ini sepenuhnya kesalahan Guillemot, tetapi sebagai CEO, pada akhirnya Guillemot tetap jadi pihak yang paling bertanggung jawab.

Berikut ini pernyataan dari Marc Rutschlé.
Pada akhirnya, itu (Ubisoft) perusahaan dia. Tapi orang-orang di sekelilingnya hanya mengiyakan saja. Hal yang sama juga menjadi masalah ketika skandal pelecehan seksual pada 2020.
Marc Rutschlé
Disamping itu, Guillemot juga jadi sasaran kritik di sejumlah unggahan di platform komunikasi internal perusahaan, Agora. Beberapa karyawan mempertanyakan kenapa ia masih memimpin padahal di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini diperkirakan akan menjalani total lima tahun periode pengurangan karyawan hingga rencana efisiensi biaya senilai 500 juta euro rampung pada 2028.
Sindiran Soal Praktik Nepotisme di Perusahaan

Ketika ditanya langsung apakah ia ingin ada pergantian pemimpin di posisi tertinggi, Rutschlé menjawab dengan singkat bahwa ia sudah tidak menaruh harapan apapun terhadap Guillemot sebagai CEO Ubisoft saat ini.
Pandangan itu juga disetujui oleh Mataoui dimana dia mempertanyakan keputusan Guillemot yang menunjuk putranya, Charlie Guillemot, sebagai co-CEO di anak perusahaan baru yang akan menaungi beberapa franchise terbesar perusahaan.
Menurut Mataoui, ini bukan hanya soal nepotisme. Kebiasaan Guillemot mengangkat orang-orang terdekatnya juga dinilai merugikan Ubisoft karena membuat perusahaan makin sulit melahirkan game yang benar-benar meledak di pasar.
Jika yang dipilih hanya teman-teman dekatnya yang sesama pria kulit putih, maka tidak ada ruang untuk keragaman, tidak ada sudut pandang baru, tidak ada ide segar. Kita bekerja di bidang kreatif. Kita butuh gagasan baru untuk masuk agar bisa membuat game baru yang hebat. Tapi itu tidak terjadi. Pola pikir untuk mendorong kreativitas seperti itu tidak ada.
Chakib Mataoui
Itulah informasi mengenai bagaimana kelompok serikat pekerja Ubisoft mendesak agar Yves Guillemot selaku CEO perusahaan untuk segera turun dari jabatannya dengan berbagai alasan kuat mereka. Bagaimana menurut kalian dengan informasi ini?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Ubisoft atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

![[Rumor] Seorang Karyawan Ubisoft Dipecat Karena Mengkritik Perusahaan 10 Karyawan Ubisoft Dipecat](https://cdn.gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/02/Rumor-Seorang-Karyawan-Ubisoft-Dipecat-Karena-Mengkritik-Perusahaan.webp)

![[Rumor] Tim Developer Assassin's Creed Invictus Tidak Senang dengan Game yang Dibuatnya 12 Developer Assassin's Creed Invictus](https://cdn.gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/01/safeimagekit-uh4GHtUd7wYRmPnPg3MNtF.webp)











