Setelah Hawaii, Kini Senator US Mulai Bersikap Tegas tentang Kasus Microtransaction

in

Mulai segera mendesak ESRB untuk meninjau kembali microtransaction dan loot boxes

Setelah sebelumnya pemerintahan Hawaii mulai mengambil aksi nyata dengan merancang undang-undang yang akan meregulasi game-game berunsur microtransaction dan loot boxes. Kini para pelaku pembuat microtransaction seakan-akan kembali dibuat pusing dengan mulai gencarnya beragam serangan bertubi-tubi yang diarahkan kepada mereka. Maggie Hassan, selaku senator di US kabarnya sekarang sudah mengirim surat ke badan rating ESRB terkait fenomena microtransaction tersebut.

 

Dalam sebuah acara jajak pendapat, Maggie memberikan pertanyaan kepada para calon anggota FTC (Federal Trade Commission), sebuah badan usaha milik pemerintah US yang menjamin perlindungan hak-hak konsumen di Amerika Serikat. Di sana Maggie menanyakan apakah mereka setuju tentang anak-anak yang kecanduan karena bermain video game beserta loot boxes yang menurutnya justru berpotensi membuat anak semakin rentan kecanduan video game ? Lalu tak ketinggalan Maggie juga menanyakan apakah FTC bersedia untuk ikut serta dalam menangani isu tersebut ? Semua pihak yang ditanya rupanya setuju, dan siap ambil bagian dalam penanganan masalah.

Pada video di atas, pandangan Maggie tentang microtransaction ini ternyata berorientasi dari putusan WHO pada beberapa waktu lalu yang menganggap bahwa adiksi video game sebagai penyakit mental. Namun sepertinya Maggie mencoba mengkerucutkan fokus permasalahan tersebut dengan menganggap bahwa microtransaction sebagai salah satu penyebab utama munculnya gejala kecanduan pada video game. Karena itulah dalam pertanyaannya yang beliau ajukan ke para calon FTC, Maggie juga mengisyaratkan bahwa dirinya telah mengirim surat permohonan kepada Patricia Vance, selaku presiden dari ESRB untuk segera meninjau kembali game-game yang bermuatan microtransaction dan loot boxes tersebut.

Maggie intinya memperingatkan ESRB mengenai bahaya sistem microtransaction loot boxes pada video game karena menurutnya memiliki sebuah mekanisme yang tercermin dari suatu bentuk sistem perjudian. Terlepas dari pro dan kontra tentang isu loot boxes itu sendiri, Maggie mengharapkan bahwa setidaknya ESRB mempunyai sebuah sistem rating yang menunjukan apakah game tersebut mengandung unsur loot boxes atau tidak. Menurut Maggie, etika dan transparansi dari pendistribusian video game tersebut sangatlah penting guna melindungi para generasi muda khususnya anak-anak dari praktik “jahat” itu.

Bagi yang belum tahu, ESRB memang saat ini belum menganggap jika praktik microtransaction khususnya loot boxes itu sebagai hal yang sangat merugikan bagi para konsumen. Jadi kita masih perlu menunggu bagaimana respon dari ESRB dalam menanggapi permohonan Maggie Hassan selaku Senator di US ?

Sumber: Gamespot

 

Ido Limando

Written by Ido Limando

Just an ordinary gamer who currently in love with Warframe. Also Football, Badminton, and Pro Wrestling enthusiast. Contact: [email protected]