Setelah Kontroversi “100 Jam Kerja Seminggu”, Rockstar Berikan Perubahan Kebijakan

in , ,

Biasanya, beberapa bulan sebelum perilisan game, para developer harus bekerja mati-matian dan lembur demi menyelesaikan game garapannya tepat waktu. Kondisi seperti ini biasa disebut sebagai “crunch time”, hal tersebut sering kali menuai kontroversi, salah satu contohnya adalah yang dialami Rockstar pada tahun lalu.

Beberapa karyawan Rockstar mengatakan bahwa mereka harus kerja 100 jam perminggu demi memastikan Red Dead Redemption 2 rilis dengan kualitas paling maksimal serta tak molor dari tanggal rilis pasti. Memang pada akhirnya Red Dead Redemption 2 mampu hadir sebagai maha karya yang fantastis, namun apa yang dilakukan Rockstar tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak. Tim developer Rockstar yang dikatakan punya keadaan kerja paling parah adalah Rockstar Lincoln, namun setelah kontroversi tersebut berlalu, akhirnya Rockstar mengubah kebijakannya.

3 Karyawan Rockstar Lincoln (tak disebutkan identitasnya) yang sebelumnya bekerja keras secara part time, kini mengaku telah menjadi pekerja full time karena dedikasi yang mereka lakukan. Rockstar kini juga tak lagi memaksa para karyawannya untuk meletakan ponselnya di locker ketika sedang bekerja, para karyawan juga mengaku bahwa kini mereka punya jam kerja yang terasa lebih ringan dan fleksible.

Source: Gamerant


Baca juga berita atau artikel menarik lainnya dari Author.

Contact: [email protected]

Ernard Anky

Written by Ernard Anky

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published.