Setuju dengan WHO, CEO Sony Mau Ikut Perangi Tindak Kecanduan Game


Sony CEO Kenichiro Yoshida
Follow Us

Dunia video game belakangan mulai sedikit digoyang oleh isu yang nampak tak bisa dipandang sebelah mata. Dimana ketika aktivitas bermain game berlebih atau kecanduan memang adalah sebuah masalah, hal tersebut rupanya juga sedang diperhatikan secara khusus oleh sesosok pihak yang lebih berpengaruh seperti WHO.

Nulis artikel dibayar

Berdasarkan berbagai pertimbangan yang sudah diterima, mereka kemarin sudah resmi menetapkan gejala fenomena kecanduan game sebagai salah satu wujud dari penyakit mental dalam update draft ICD terbarunya. Sontak, keputusan berikut telah memercikkan  banyak reaksi dari para pemerhati dunia game.

Hampir sebagian besar pihak yang selalu ikut berkontribusi untuk menyuburkan industri hobi kita ini memang nampak cukup kontra dalam menanggapi keputusan yang sudah WHO tetapkan. Namun perusahaan elektronik raksasa seperti Sony, justru punya sebuah pemikiran lain. Dilansir melalui pemberitaan Kyodo News, Kenichiro Yoshida selaku CEO Sony menegaskan bahwa fenomena kecanduan terhadap video game bukanlah suatu masalah sepele.

Kita benar-benar harus cukup serius dalam menghadapi masalah ini. Sejauh ini, Kita hanya telah mengimplementasikan panduan sistem rating sebagai acuan untuk memainkan game-game yang sesuai dengan usia para pemain.

Kini, kami ingin coba untuk ikut mengambil semacam tindakan khusus berdasarkan kesesuaian standar dari kami

– Kenichiro Yoshida, CEO Sony

Kenichiro sendiri tidak menjelaskan secara lebih detil mengenai inisiatif langkah apa yang ingin ia tempuh demi memerangi tindak kecanduan terhadap video game. Selain dari sistem rating yang seharusnya sudah cukup informatif untuk diketahui banyak pihak, Sony juga sukses berkontribusi untuk mengembangkan suatu sistem parental control yang dapat membatasi waktu anak dalam memainkan konsol Playstation 4.

BACA JUGA  PS Plus November 2019 – Nioh dan Outlast 2 GRATIS!

Namun, hal ini tetap menyisakan suatu tanda tanya apabila para penderita kecanduan tersebut justru lebih banyak dialami oleh para orang-orang dewasa. Dimana secara otomatis muncul suatu impresi jika tindakan khusus dengan standar yang Sony maksud ini mungkin akan lebih berkaitan dengan fenomena penyensoran. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Sony belakangan sedang bersemangat dalam memberlakukan kebijakan sensor untuk game-game berunsur “dewasa” di dalamnya.

BACA JUGA  Beginilah Caranya Mengalahkan BTs Dengan Bantuan "Urin" dan "Poop" Dalam Death Stranding

Sementara untuk fenomena tentang kecanduan game itu sendiri, WHO hanya mendefinisikannya secara khusus untuk para gamer-gamer yang dikenal sangat berlebihan dalam bermain video game. Berlebihan dalam arti bisa membahayakan kondisi dari sang pemain beserta dengan orang-orang di sekitar. Standar penjelasannya bisa kalian lihat kembali di bawah:

  • Tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol intensitas atau frekuensi dalam bermain game.
  • Lebih memprioritaskan aktivitas gaming ketimbang melakukan kegiatan-kegiatan penting lain yang wajib individu lakukan.
  • Tetap bermain game secara terus menerus meski aktivitas tersebut telah berdampak negatif pada segala aspek kehidupan individu di lingkungan sosial, keluarga, akademi, pekerjaan, dan sebagainya.
BACA JUGA  PS Now Baru Saja Memasukkan Tiga Game Besar Kedalam Lineup Novembernya

Sumber: Kyodo News


Baca pula informasi lain terkait Sony, beserta dengan kabar-kabar menarik seputar dunia video game dari saya, Ido Limando.


Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item