Siapa Gabe Newell? Kenapa Ia Dicintai Oleh Gamer PC di Seluruh Dunia?

gaben thanos

Semua industri pasti miliki seorang figur yang sangat terkenal di bidangnya. Di industri teknologi, kita mengenal Bill Gates dari Microsoft dan mendiang Steve Jobs dengan Apple Software-nya. Saya juga menjamin ngga ada orang yang ngga kenal Mark Zuckerberg sebagai salah satu figur ikonik media sosial berkat Facebook. Perusahaan yang identik dengan warna biru tersebut kini telah mengakuisisi beberapa media sosial lain seperti Instagram dan WhatsApp.

Lalu, bagaimana dengan industri video game? Industri video game khususnya PC gaming yang kita cintai ini juga punya figur ikonik lho! Dan rasanya ngga mungkin banget kalo kamu ngga kenal sama yang namanya Gabe Newell atau akrab kita sapa sebagai Gaben.

Gabe Newell adalah bos dari perusahaan bernama Valve yang terkenal dengan game buatannya seperti Counter Strike, DotA2, Team Fortress 2, dan Left 4 Dead. Perusahaan ini juga menjadi penyelamat dunia gaming PC berkat Steam yang menjadi salah satu toko distribusi game PC terbesar di dunia. Pelayanannya yang baik dengan fitur komunitasnya yang terus berkembang, buat Steam dan Gaben semakin dicintai oleh nyaris semua gamer PC di seluruh dunia. Terus, siapa sih sebenarnya pria gendut yang selalu selaw di depan layar PC gede di kantornya yang super besar tersebut?

Disclaimer: Semua yang ditulis di sini miliki sumber konkrit yang telah dicantumkan menggunakan hyperlink dan video.

Drop-Out dari Universitas Harvard untuk Kerja Bersama Bill Gates di Microsoft


Bernama lengkap Gabe Logan Newell, ia merupakan seorang programmer yang belajar di Universitas Harvard pada tahun 1980 silam. Gabe kemudian bergabung dengan Microsoft dan Drop-Out dari kampusnya setelah belajar selama tiga tahun demi fokus pada passionnya dalam programming dan membantu Microsoft menjadi Produser Windows 1.01-1.03 bersama Bill Gates dan rekan-rekannya. Keputusan Drop-Out dari kampus bergengsi tersebut bukan tanpa alasan, ia mengaku belajar jauh lebih banyak saat bekerja selama tiga bulan di perusahaan tersebut dibandingkan belajar di Harvard demi mengejar gelarnya.

Keputusan ini diawali dari seringnya ia mengunjungi kakaknya yang baru saja bekerja di perusahaan software terbesar ketiga di sebelah timur Danau Washington tersebut (Microsoft). Disibukkan dengan pekerjaan, kakak Gabe tak lagi mampu menemaninya bermain. Membuatnya mau tak mau harus mengunjunginya saat ia bekerja. Merasa terganggu, Steve Ballmer (kini pemilik tim NBA, Lost Angeles Clippers) yang saat itu menjadi presiden perusahaannya mengatakan pada Gabe untuk melakukan sesuatu yang lebih berguna daripada harus bermain di kantor tempat kakaknya bekerja.

Dari situ ia terinspirasi untuk bekerja di Microsoft dan mendapatkan banyak pelajaran berharga dari Tom Corbett, Neil Konzen, dan Steven Wood untuk menjadi developer software profesional. Menurutnya, pengalaman tersebut merupakan pelajaran yang jauh lebih baik dibanding belajar di Harvard.

Mendirikan Valve Setelah Lama di Microsoft

Tiga belas tahun bekerja di Microsoft, Gabe kemudian meninggalkan perusahaan Bill Gates tersebut bersama Mike Harrington. Hal ini disebabkan karena ia dan Mike saat itu sangat terpukau dengan id Software dan game yang mereka buat, Doom dan Quake. Gabe dan Mike percaya bahwa video game merupakan hiburan masa depan dan mendirikan Valve L. L. C pada tahun 1996 silam.

Mereka juga membuat game engine bernama GoldSrc, yakni engine hasil modifikasi habis-habisan dari engine yang digunakan oleh id Software untuk Quake. Mereka kemudian menggunakannya untuk mengembangkan game pertamanya, Half-Life pada tahun 1998, salah satu game first-person shooter horror terbaik sepanjang masa. Sejak saat itu, mereka membuat banyak game yang sangat populer hingga saat ini seperti Counter-Strike yang awalnya dibeli dari kreator modnya, Portal, Left 4 Dead, DotA2, hingga Autochess yang saat ini justru menjadi trend di pecinta DotA2 untuk mobile.

Engine tersebut kemudian dilanjutkan dengan Source Engine yang pertamakali diperkenalkan di Counter-Strike Source dan Half-Life 2. Hingga saat ini, mereka masih memberikan support untuk engine yang juga digunakan oleh Apex Legends dalam pengembangannya.

Merambah Pasar PC Gaming dengan Steam

Sukses dengan Half-Life, Mike Harrington yang menjadi senjata rahasia perusahaan memutuskan untuk meninggalkan Valve pada tahun 2000 silam. Gabe sangat terpukul setelah sahabat baiknya tersebut meninggalkannya, namun hal tersebut tak menghentikan passionnya untuk terus bergelut dengan Valve dan menjadi figur utamanya. Gabe kemudian membuat software distribusi video game PC bernama Steam yang memulai masa betanya pada tahun 2002 dan dirilis tahun 2003.

Pelayanan Steam semakin berkembang seiring berjalannya waktu, menambahkan mod dengan workshop, komunitas, dan banyak sekali fitur membuatnya sangat dicintai oleh gamer PC, terlebih dengan event khasnya, “Steam Summer Sale” yang dirilis setiap tahunnya. Perkembangannya yang sangat pesat bahkan beranikan mereka untuk mulai mendistribusikan non-gaming software pada tahun 2012 hingga anime berlisensi resmi. Semua tak lain dan tak bukan juga berkat game yang mereka miliki seperti DotA2 dan Counter-Strike Global Offensive yang masih populer hingga detik ini.

Kini, Steam miliki lebih dari ribuan game dan lebih dari 65 juta akun yang terdaftar pada tahun 2013 dan terus berkembang hingga saat ini. Pada tahun 2013, lebih dari 75% game PC dibeli melalui Steam menurut data yang telah terkumpul. Buat Gabe Newell menjadi salah satu orang terkaya di industri video game dengan kekayaan yang menurut Forbes capai US$3.9 milyar atau setengah dari total saham Valve saat ini.

Panggilan Gaben Berawal dari Game Team Fortress 2


Kenapa Gabe Newell kini dipanggil “Gaben” seperti yang kita kenal saat ini? Fakta unik ini ada karena dia sendiri yang menyebutnya agar seolah dipanggil seperti itu dalam salah satu game buatan studionya. Jika kamu memainkan game buatan Valve bernama Team Fortress 2 dan pergi ke mode bernama Developer Commentary lalu memilih map bernama Well, maka kamu akan bisa mendengarkan suara Gabe. Di akhir komentarnya, ia menginformasikan alamat e-mailnya gaben@valvesoftware.com jika kamu tidak puas dengan gamenya dan ingin berikan saran padanya dan timnya. Alamat yang cukup simple tersebut jadikan Gabe miliki panggilan Gaben hingga detik ini.

Boss Perusahaan Besar Sekaligus Gamer yang Humble dan Merakyat


Berbeda dengan boss besar perusahaan lain yang nyaris jarang berkumpul dengan fans perusahaannya, Gaben yang juga merupakan gamer tak jarang untuk menemui beberapa fansnya. Ia bahkan tak merasa sok elit saat diminta untuk menandatangani topeng kuda yang fans berikan. Ia juga mau berfoto dengan fans mengenakan topeng tersebut.



Saking merakyatnya, ia bahkan mau diajak fans dengan akun YouTube Mega64 untuk membuat video parodi band The Beatles dan mengajaknya untuk menjadi anggotanya. Dalam video ini Gaben juga berbagi kebahagiaan meskipun hanya sepersekian detik saja.



Menariknya, video tersebut dijadikan meme “Shooting Stars” yang justru lebih populer dibanding video orisinalnya.

Tidak Bisa Menyebut Angka 3


Hal ikonik lain dari Gaben adalah ketidakmampuannya untuk menyebut angka 3. Ini ditandai dengan banyaknya game Valve yang berhenti di seri keduanya tanpa miliki lanjutannya sama sekali. Sebut saja Portal 2, Left 4 Dead 2, DotA2 (meskipun tak membuat seri pertama, mereka membeli lisensinya dari Blizzard dan modder IceFrog, kreatornya) hingga yang paling terkenal sampai detik ini, Half-Life 2. Hal tersebut dibuat bahan bercandaan oleh para fans yang sangat percaya bahwa Gaben tak mampu menyebut angka 3. Absennya Half-Life 3 sepertinya akan terus menjadi ciri khasnya sampai bertahun-tahun.

Kalau kamu menonton video di poin sebelumnya, tentunya kamu akan menyadari bahwa Gaben menerima candaan tersebut dan mengimprovisasinya dengan sangat baik. Terlihat saat ia difoto dan disuruh memperagakan jari untuk menunjukkan angka tiga ia tak mampu melakukannya.

Video di atas-pun juga menunjukkan bahwa pendiri sekaligus boss besar Valve ini tak mau menyebut angka tiga saat menyumbang suaranya untuk jadi komentator DotA2 berjudul Mega Kills: Gabe Newell bagi pemilik battle pass. Komentarnya bisa kamu dengarkan melalui link berikut, cukup lucu dan unik, berbeda dari komentar umum announcer DotA2.

Diskon Steam Summer Sale yang Terkenal

Kalo udah kenal sama Steam, ngga mungkin kamu ngga kenal sama event diskon terbesar yang Gaben berikan, Steam Summer Sale. Event khilaf ini bisa buatmu khilaf sejadi-jadinya berkat diskonnya yang ngga masuk akal. Ngga jarang Valve juga berikan berbagai event meskipun tahun ini (2019) agak mengecewakan karena tutorialnya ngga sejelas event-event sebelumnya.

Namun berkat event yang bisa bikin duit 1 juta dapet game banyak tersebut, berikanmu banyak sekali kesempatan untuk memuja Gaben… maksud kami Lord Gaben dengan segala kemurahan hatinya. Kamu yang awalnya cuman main game bajakan juga bisa menikmati game AAA lawas yang didiskon sampai paling besar 90%. Bahkan Valve ngga jarang mendiskon collection packnya yang harganya selangit alias jutaan, jadi hanya berharga ratusan ribu saja. ALL HAIL LORD GABEN!

Meme Gaben-Jesus-The-Savior Diawali dari Deviantart

Ini nih gambar aslinya, diupload sejak tahun 2012 oleh freddre

Diskon Steam Summer Sale yang gila memang sangat menggoda. Terlebih buat kamu sobat misqueen yang sudah mengidam-idamkan game AAA tapi mahal banget dan ga sesuai kantongmu. Dengan adanya diskon ini secara tak langsung Gaben dan timnya di Valve menjadi juru selamat yang kita impikan di industri game. Buatmu menyerahkan semuanya untuk papah Gaben untuk dapatkan game yang kamu sukai.

 


Kemurahan hati Gaben buat banyak gamer menganggap bahwa ia miliki sifat layaknya Yesus Kristus dalam kepercayaan agama kristiani. Membuat salah satu artist bernama freddre di Deviantart menggambarkannya sebagai Yesus dengan menempel foto wajahnya pada lukisan asli Yesus. Gambar yang diupload tahun 2012 ini sontak jadi meme internet yang langsung viral dan selalu diingat hingga kini dengan berbagai modifikasi yang ada.

Secara Tak Sadar Jadi Savior PC Gaming

Inget gimana kerasnya perjuangan Tim Sweeney yang ingin menjadi Savior of PC Gaming dengan Epic Games Storenya yang malah menggunakan cara eksklusivitas biar banyak yang beli ke tokonya? Hal tersebut bahkan ngga terlintas sama sekali di benak Gabe Newell berkat dedikasinya untuk menjadi salah satu platform penjualan video game bagi semuanya. Imagenya yang selalu diidentikkan dengan Yesus karena menyelamatkan semua gamer PC berkat kehadiran Steam dan summer salenya buat Gaben yang humble secara ngga sadar jadi savior of PC Gaming alias juru selamatnya PC Gaming.

Ya, memang sih Steam itu ngga sempurna dan masih banyak cacat di mana-mana, tapi pada kenyataannya mereka masih terus berbenah untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Di sisi lain, masih banyak developer yang menggantungkan diri mereka pada platform tersebut jika ingin gamenya terkenal di PC. Baik dari feedback, review, forum, dan fitur lain yang semakin memudahkan mereka untuk berinteraksi langsung pada para fansnya dari platform tersebut. Buktikan bahwa dedikasi tanpa banyak bacot dan suap *uhuk Epic Games* bisa berbuah manis di akhir.

Kontroversinya Justru Buatnya Semakin Dicintai

Jika kamu membaca gamebrott dari zaman baheula, maka kamu akan mengetahui beberapa drama lawas Shanghai Major DotA2 Gabe Newell terhadap salah satu presenternya, James “2GD” Harding. Gaben yang sensitif dengan candaannya langsung memecat presenter yang telah lama membawakan salah satu acara turnamen besar Valve tersebut.

Namun alih-alih dibenci, Gaben yang menjadi image utama Valve dan Steam justru semakin terkenal dan dicintai oleh para fansnya hingga saat ini. Kasusnya dilupakan begitu saja setelah sempat panas selama hitungan bulan dan tak berlarut-larut seperti kasus loot box Star Wars Battlefront II. Saya menyebutnya dengan istilah ilmiah terstruktur sebagai “The Gaben Effect”.


Itulah fakta dan sejarah kenapa boss Valve Software dan Steam, Gabe Newell atau biasa kita panggil Gaben atau Lord Gaben yang justru dianggap sebagai PC Gaming Savior yang dicintai oleh para fansnya sampai sekarang. Kisahnya yang menginspirasi tentu buatmu ingin mengikuti jejaknya, namun saat interviewnya, Gaben dengan tegas melarangmu untuk mengikuti caranya karena ia menganggap bahwa dirinya termasuk orang yang beruntung. Jadi, sebesar apa cintamu pada papah Gaben? Cantumin di komentar ya!

Ingin baca artikel kayak gini lagi? Kamu bisa mengunjungi laman opini atau G|List untuk membaca fakta unik, rekomendasi, dan pengetahuan lain yang ngga bisa kamu dapatkan hanya dengan membaca berita game saja.

contact: akbar@gamebrott.com

Exit mobile version